
Skadron Udara 800 Puspenerbal TNI AL belum lama berselang telah menerima pesanan keempat pesawat intai maritim CN-235 220 MPA dari PT Dirgantara Indonesia. Persisnya pada Selasa, 9 Januari 2018, satu unit CN-235 220 diterima oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang didampingi KSAL Laksamana TNI Ade Supandi. Dibanding ketiga pesawat terdahulu, ternyata ada yang berbeda pada unit keempat ini, dimana ada perubahan posisi penempatan sensor FLIR (Forward Looking Infrared). (more…)

Di Dubai AirShow 2017, Airbus Defence and Space (ADS) menampilkan pesawat C-295 versi Armed ISR (Intelligence Surveillance & Reconnaissance), karena ada embel-embel kata “armed” maka bisa dipastikan inilah gunship terbaru yang dirilis pihak ADS. Namun flashback ke tahun 2011, titisan dari senior C-295, yakni C/N-235 sudah mengangkasa sebagai gunship yang eksis di Timur Tengah, persisnya menyandang label AC-235. (more…)

Apa yang menarik dari keberadaan pesawat intai maritim? Sebagaian besar orang mungkin akan merujuk pada sosok radarnya, khususnya pada radar intai maritim yang menjadi pananda asasi dari sang pesawat. Umumnya radar intai maritim dibungkus dome (kubah) yang mencolok perhatian. Dan bicara tentang update radar intai maritim, platform CN-235 220 MPA (Maritime Patrol Aircraft) produksi PT Dirgantara Indonesia (PT DI) menjadi yang paling dominan di Tanah Air, setelah TNI AU dan TNI AL menjadi operatornya. Dan menapaki jejak radar intai maritim pada CN-235 220 MPA, setidaknya sudah ada tiga tipe radar intai yang digunakan. (more…)

Dengan moncong hidung mancung khas ‘Pinokio,’ CN-235 220 MPA (Maritime Patrol Aircraft) TNI AU yang dilengkapi radar Thales, hingga kini masih dipercaya sebagai produk unggulan PT Dirgantara Indonesia dalam menelurkan serial pesawat intai bermaritim, meski Puspenerbal TNI AL punya varian yang lebih baru, yakni CN-235 220 NG MPA, tetap saja CN-235 220 MPA milik Skadron Udara 5 TNI AU masih yang paling lekat di mata publik, tentu saja lewat ciri khas moncong radarnya yang ekstra mancung. (more…)