
Pandemi Covid-19 rupanya berdampak langsung pada PT Dirgantara Indonesia (DI), dimana diskusi final pengadaan CN-235 MPA (Maritime Patrol Aircraft) pesanan AU Senegal terpaksa ditunda. Padahal serangkaian diskusi telah dicapai saat Singapore AirShow 2020 di bulan Februari lalu. Negosiasi terpaksa ditunda lantaran adanya larangan perjalanan (travel bans) sebagai dampak dari Covid-19. (more…)

Sebagai pesawat angkut sedang, kepopuleran CN-235 tak perlu diragukann, diantara varian yang diunggulkan adalan MPA (Maritime Patrol Aircraft) dan Gunship. Namun sejauh ini belum ada varian CN-235 yang diciptakan dengan ‘menggabungkan’ antara fungsi MPA dan Gunship dalam satu platform. Tapi dari ajang Defense and Security 2019 di Bangkok, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) memperlihatkan model skala CN-235 MPA yang mendapat ‘sentuhan’ Gunship. (more…)

BUMN Strategis, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) hari ini, 30 Oktober 2019 telah mengirim satu unit pesanan CN-235 220 Military Transport pesanan AD Nepal secara ferry flight dari Bandung ke Kahtmandu. (more…)

Tentu netizen yang budiman telah mengetahui bahwa PT Dirgantara Indonesia (PT DI) kini tengah mengembangkan proyek CN-235 220 Gunship. Tampilan desain pun telah dipamerkan BUMN tersebut saat Pameran Dirgantara Langkawi atau Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition (LIMA) 2019 di Malaysia. Malahan jenis kanon yang dipasang nantinya juga telah disebut yaitu kanon DEFA 553 eks A-4E Skyhawk. (more…)

Di tengah hiruk pikuk berita pengadaan alutsista, terselip kabar baik datang dari PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Memang bukan tentang kontrak pembelian, tapi BUMN Strategis ini ternyata sudah 20 tahun menyerahkan produk andalannya CN-235 220 kepada AU Malaysia (RMAF). Dan dari pernyataan petinggi RMAF di ajang LIMA 2019, tersebut bahwa pihak pengguna menyatakan puas atas kinerja pesawat angkut sedang twin engine ini. (more…)

Kilas balik ke Agustus 2018 , saat itu PT Dirgantara Indonesia (PT DI) membuat kejutan dengan kabar bahwa BUMN Strategis tersebut berencana untuk mengembangkan varian baru dari platform CN-235 220, dan seperti telah diketahui bahwa yang digadang PT DI adalah CN-235 220 Gunship. Tak sekedar rencana semata, jenis kanon pun sudah disiapkan untuk varian prototipe-nya yang akan dicoba pada akhir tahun ini. (more…)

Sampai artikel ini ditulis, dari total enam pesanan, sudah lima CN-235 220 MPA (Maritime Patrol Aircraft) yang diserahkan oleh PT Dirgantara Indonesia (PT DI) kepada Kementerian Pertahanan untuk kebutuhan Puspenernal TNI AL. Unit kelima dengan serial number N067, alias yang paling baru, belum lama ini diserahkan pada 24 Januari 2019 di Hanggar Rotary Wing PT DI. Dari segi penampakan, fitur dan kemampuan, boleh disebut unit kelima CN-235 MPA TNI AL adalah serupa dengan empat unit sebelumnya yang sudah beroperasi penuh. (more…)

Nama senjata yang satu ini jelas tak populer di jagad alutsista Tanah Air, tapi tahukah Anda, bahwa kanon buatan Perancis ini selama puluhan tahun telah menjadi senjata utama pada pesawat tempur Douglas A-4E/H Skyhawk TNI AU. Dan setelah A-4 Skyhawk TNI AU beristirahat dalam damai, kini ada kabar yang kembali mengingatkan kita akan masa kejayaan Skyhawk di Indonesia. Persisnya DEFA 552 kaliber 30 mm yang terpasang sebagai kanon internal di eks A-4 Skyhawk TNI AU akan ‘dihidupkan’ kembali. (more…)

BUMN Strategis, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) kembali membuat kejutan pada produk eksistingnya. Bukan tentang pesawat angkut medium NC-295, melainkan pada sosok CN-235 220. Setelah beberapa unit terbaru diserahkan dalam varian MPA (Maritime Patrol Aircraft) untuk kebutuhan TNI AU dan TNI AL, kini justru ada kabar yang membetot perhatian jagad alutsista nasional, yakni PT DI tengah mengembangkan CN-235 220 dalam varian Gunship. (more…)

Penyerahan pesawat intai CN-235 220 MPA (Maritime Patrol Aircraft) produksi PT Dirgantara Indonesia kepada Kementerian Pertahanan untuk Puspenerbal TNI AL pada 9 Januari 2018 mengundang perhatian para pemerhati alutsista. Lantaran pesawat yang diberi kode AX-2345 atau setelah diserahkan menjadi P-8304 tampil ‘beda’ dari CN-235 MPA Puspenerbal sebelumnya, diantaranya pada penempatan dan jenis konsol FLIR (Forward Looking Infrared). (more…)