
Jangan bertanya lebih detail dahulu tentang proyek yang satu ini, namun disebutkan bahwa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tengah menggarap prototipe kapal selam mini, bahkan lembaga riset teknologi nasional ini telah mencanangkan tahun 2025 sebagai target dirilisnya prototipe kapal selam mini (midget submarine). (more…)

Teknologi sonar (Sound Navigation And Ranging) sampai saat ini masih yang paling diandalkan dalam misi peperangan bawah air, khususnya dalam mengendus keberadaan dan posisi kapal selam lawan. Namun, apa yang terjadi bila ada suatu zona di bawah laut yang aman atau bebas dari suhu dan salinitas. Maka yang muncul adalah shadow zone, wilayah di bawah permukaan laut yang tidak dapat dideteksi oleh sonar pencari. Di shadow zone inilah acap kali kapal selam lawan atau kapal selam asing dapat ‘ngetem’ sembari melakulan misi pengintaian. (more…)

ROV (Remotely Operated Vehicle) bukan sesuatu yang baru diterapkan di Indonesia, robot penyelam laut dalam ini setidaknya sudah digunakan kalangan sipil, seperti Badan Penerangan dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan tentunya TNI AL, khususnya pada Satuan Kapal Ranjau (Satran) di Tripartite Class dan kapal Oseanografi Rigel Class. Namun, meski dalam status prototipe, Balitbang Kementerian Pertahanan dan PT Robomarine Indonesia sejak tahun 2015 telah merintis ROV produksi dalam negeri. (more…)

Industri Dalam Negeri yang selama ini berkecimpung dalam rancang bangun prototipe drone (UAV/Unmmaned Aerial Vehicle) mulai mendapatkan angin segar dari Kementerian Pertahanan (Kemhan). Meski sebagian besar belum mendapatkan kontrak produksi, belum lama ini dilakukan Demo Terbang Drone yang digelar di Komplek Pustek Roket LAPAN, Rumpin Bogor Jawa Barat pada 27 Juli 2017. Beraham jenis drone yang dirilis institusi pemerintah dan perusahaan swasta bersatu dalam satu event yang lebih mirip disebut “drone carnaval.” (more…)

Ketika kapal hidro oseanografi terbaru TNI AL jenis OCEA OSV190 SC WB, yakni KRI Rigel 933 dan KRI Spica 934 tiba di Tanah Air, salah satu wahana andalan yang dibawanya adalah drone bawah laut, atau disebut AUV (Autonomous Underwater Vehicle) yang sanggup menyelam hingga kedalaman 3.000 meter. Namun jauh sebelum itu, para injiner di Indonesia juga sudah mampu meluncurkan prototipe AUV. (more…)

Dimulai sejak masa kampanye Pemilu Presiden 2014, debut drone alias UAV (Unmanned Aerial Vehicle) seolah terdongkrak lewat niatan Capres Jokowi saat itu untuk memberdayakan peran drone untuk kepentingan intai pertahanan. Dari situlah beberapa instansi yang tekait iptek kian terpacu untuk mewujudkan prototipe drone. LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) menjadi ‘salah satu’ pemain yang diperhitungkan di Tanah Air. Setelah sukses dengan proyek prototipe LSU (LAPAN Surveillance UAV)-02 yang berhasil take off dari dek kapal perang KRI Diponegoro 365. (more…)

Guna menghadapi eskalasi dan tantangan di kawasan Laut Cina Selatan, TNI akan mempersiapkan penempatan satuan drone/UAV (Unmmaned Aerial Vehicle) di Pulau Natuna. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dalam kunjungan kerjana ke Lanud Ranai di Kepulauan Riau dan Pos Perbatasan TNI di Pulau Sekatung. (more…)

Sebagai kekuatan laut terbesar di Asia Tenggara, TNI AL tergolong ‘komplit’ untuk deployment beragam tipe alutsista, namun ada satu yang kurang, yakni ketiadaan pesawat amfibi untuk menunjang tugas intai dan patroli maritim. Begitu pun dengan TNI AU, setelah berakhirnya pengabdian UF-2 Albatross Skadron Udara 5, praktis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, tak lagi memiliki pesawat amfibi. (more…)

Dari segi payload, Wulung UAV (Unmanned Aerial Vehicle) besutan PT. Dirgantara Indonesia, LEN (Lembaga Elektronik Nasional), dan BPPT, lebih unggul ketimbang UAV atau drone lain yang juga buatan dalam negeri. Maklum saja, Wulung yang jadi maskot UAV nasional bisa memuat payload sampai 25 kg. Tapi, dengan ukuran dan payload yang lebih kecil, ada penanding Wulung yang punya kemampuan jarak terbang lebih jauh. (more…)

Kapal riset Baruna Jaya I (BJ1) milik Badan Penerangan dan Penerapan Teknologi (BPPT) mendapat sorotan saat ikut serta dalam evakuasi kecelakaan pesawat Airasia. Kapal canggih ini dilengkapi berbagai peralatan seperti multibeam echo sounder yang dapat mendeteksi benda di bawah laut. Selain itu, terdapat sonar, dan magnetometer untuk membedakan antara logam atau gundukan biasa.
(more…)