Lantaran punya begitu banyak varian, keluarga ranpur lapis baja BMP-3 sudah sering dikupas di Indomiliter.com. Jenis ranpur amfibi yang digunakan Korps Marinir (BMP-3F) ini pun bentuknya sudah lekat dalam ingatan warganet dan mudah dikenali dari rancangan lambungnya yang khas. Dan dalam latihan militer bilateral antara Rusia dan Belarusia yang diberi tajuk joint strategic exercise (JSE) Zapad-2021, terungkap varian lain dari keluarga ranpur BMP-3. (more…)
Keluarga ranpur amfibi – Infantry Fighting Vehicle (IFV) BMP-3 serasa tidak ada matinya, pasalnya sudah begitu banyak varian yang dirilis, dan sebagian besar telah kami kupas di artikel terdahulu. Masih dari ajang Army 2021 Army 2021 International Military Technical Forum, Rusia kembali merilis varian terbaru dari BMP-3. (more…)
Sprut-SDM1 “Octopus”, adalah satu dari sekian banyak ranpur amfibi produksi Rusia yang pernah ditawarkan ke Indonesia. Dibangun dari platform BMP-3, Sprut-SDM1 menawarkan sensasi yang unik, yaitu lincah di darat dan air laksana ranpur linud BMD-4M, namun punya daya hancur sekelas Main Battle Tank (MBT), suatu kombinasi yang terbilang langka. (more…)
Tak terasa, sudah lumayan banyak varian ranpur amfibi BMP-3 yang dikupas di Indomiliter.com, namun, soelah para desain Rusia yang terbilang kreatif, masih ada beberapa varian BMP-3 yang luput dari ulasan. Salah satunya adalah 9P157 Khrizantema-S. Meski dari bodinya sudah dikenal bahwa ini adalah BMP-3, tapi 9P157 Khrizantema-S punya ciri khas yang terbilang tak lazim, dimana tidak terlihat adanya kubah pada 9P157 Khrizantema-S. (more…)
Ada kesamaan antara Korps Marinir Indonesia dan Korps Marinir Rusia, yaitu sama-sama mengandalkan ranpur amfibi BMP-3F produksi Kurganmashzavod PJSC. Uniknya, bila Korps Marinir TNI AL telah menerima BMP-3F sejak tahun 2010, lain halnya dengan Korps Marinir Armada Pasifik Rusia, pasalnya satuan pasukan pendarat tersebut justru baru saja menerima BMP-3F sebagai penggantian dari ranpur lama BMP-2. (more…)
Ada yang unik saat Cina tak ada dalam daftar nama pengguna ranpur amfibi BMP-3 series, pasalnya BMP-3 termasuk IFV (Infantry Fighting Vehicle) terbaik di pasaran, dan dibuat oleh Rusia, yang notabene produk Rusia ‘rajin’ dibeli oleh Cina. (more…)
Mengurutkan keluarga dan garis keturuan ranpur BMP-3 memang cukup banyak jenisnya, seperti jauh hari sebelum maraknya penggunaan drone sebagai wahana intai pergerakan kavaleri, AD Rusia pernah mengandalkan BRM-3K Rys “Lynx” sebagai ranpur intai (combat reconnaissance vehicle). (more…)
Varian ranpur (kendaraan tempur) BMP-3 serasa tidak ada matinya, pasalnya hampir tiap tahun, pengembangnya terus meluncurkan varian-varian terbaru. Seperti di Army 2020 (23-29 Agustus) yang dihelat di Kubinka, Kurgan SKBM (Special Design Bureau of Mechanical Engineering) memperlihatkan ke publik sosok BMP-3M “Manul.” Varian yang diberi label Manul ini tetap mempertahankan hakikat BMP-3 sebagai Infantry Fighting Vehicle (IFV). (more…)
Perangkat yang satu ini memang belum terpasang di ranpur amfibi BMP-3F Korps Marinir, namun Arena Active Protection System dirancang untuk dipasang sebagai sistem proteksi di keluarga ranpur BMP-3. Berdiri di atas kubah, perangkat ini sejatinya berupa radar yang dapat mendeteksi serangan dari granat berpeluncur roket (RPG) ataupun rudal yang mengarah langsung ke ranpur, melindungi tank dari segala sudut dengan membentuk perisai ledakan yang menghalau lajunya roket atau rudal. (more…)
Melanjutkan tentang jelajah persenjataan di ranpur amfibi BMP-3F Korps Marinir, ada satu fitur yang acap kali terlewatkan, maklum fokus netizen umumnya pada meriam 2A70 kaliber 100 mm dan kanon 2A72 kaliber 30 mm. Yang dimaksud disini adalah sistem pembidik yang terdapat pada gunner (juru tembak). Dilihat dari kejauhan, modul pembidik di atas kubah memang tak terlalu kentara, namun inilah perangkat penting untuk fungsi pembidikan sasaran oleh gunner yang berada disisi sebelah kiri kubah. (more…)