Untuk pertama kali sejak komisioning pada 3 November 2009, kapal selam Scorpene class Angkatan Laut Malaysia (RMN) KD Tun Razak (29) melakukan uji tembak torpedo live (live-fire). Uji tembak torpedo live diumumkan Angkatan Laut Malaysia pada 29 Juli 2025, dan berlangsung di Laut Cina Selatan dalam rangkaian latihan Exercise Taming Sari 23/25. (more…)
Meski kapal selam Scorpene class dapat meluncurkan beragam merek torpede berat (heavy-weight torpedo) dengan kaliber standar NATO 533 mm, namun pihak manufaktur tentu berharap agar setiap Scorpene class yang diekspor dapat menggunakan jenis torpedo yang diproduksi oleh Naval Group. Dan torpedo yang dimaksud adalah F21, yang kini telah digunakan oleh Angkatan Laut Perancis, Brasil dan rencananya India. (more…)
Rudal anti kapal Exocet MM40 Block 3 meluncur dari KCR 60M.
Dalam gelaran Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) 2024 yang dilaksanakan di wilayah perairan Laut Bali dari tanggal 8 sampai dengan 9 Mei 2024, TNI AL menyatakan telah sukses melaksanakan penembakkan sejumlah senjata khusus. (more…)
Mengambil lokasi di sekitaran Pulau Sapudi (sebelah timur Pulau Madura), Komando Armada II diwartakan bakal menggelar uji penembakan torpedo berat (heavy torpedo) yang melibatkan dua unit kapal selam dan dua jenis torpedo. Rangkaian persiapan uji penembakan torpedo tersebut telah dipublikasikan, salah satunya lewat Instagram Komanda Armada II. (more…)
Masih terkait dengan penawaran Scorpene Evolved untuk TNI AL, Naval Group juga memberikan solusi sistem senjata mutakhir untuk kapal selam dengan teknologi full Lithium-Ion Batteries (LIB), di antaranya adalah kapal selam untuk Indonesia ini akan dapat dipersenjatai dengan heavy torpedo Leonardo Black Sharkdan F21 yang lebih modern. Tidak itu saja, Scorpene Evolved akan terintegrasi penuh dengan rudal jelajah yang diluncurkan dari kapal selam, MBDA Exocet SM39. (more…)
Seperti diwartakan sebelumnya, kapal selam KRI Nagapasa 403 telah melangsungkan uji tembak torpedo terbaru, Black Shark pada 30 Maret 2019 di Perairan Utara Bali. Uji tembak dilaporkan telah sukses dilakukan, lantas netizen bertanya, apakah obyek yang dijadikan sasaran pada penembakan torpedo buatan Italia tersebut? Pasalnya kebanyakan uji penembakan torpedo mengambil sasaran pada bekas kapal perang. (more…)
Bagi Satuan Kapal Selam, senjata pamungkas untuk menghadapi lawan adalah torpedo. Dan terkait torpedo yang digunakan armada kapal selam TNI AL, sudah tersebut nama Black Shark buatan Whitehead Sistemi Subacquei (WASS), Finmeccanica Company, Italia, yang diketahui sebagai torpedo jenis baru dan modern untuk kapal selam Nagapasa Class. Seolah menyambut rencana peluncuran keluarga terbaru Nagapasa Class (KRI Alugoro 405), diwartakan TNI AL telah melakukan uji tembak Black Shark. (more…)
Mendengar namanya sudah terdengar garang, inilah Black Shark, torpedo heavy weight buatan Whitehead Sistemi Subacquei (WASS), Finmeccanica Company, Italia. Tak hanya garang dari nama yang disematkan, tapi Black Shark atau yang akrab diberi label IF21, juga wujud dari torpedo tercanggih di kelas kaliber 533 mm. Sejak aktif digunakan pada tahun 2004, Black Shark di dapuk sebagai sosok senjata monster bawah laut yang mampu menjangkau target long range dan multi purpose.(more…)