
Bukan oleh jet tempur stealth F-35 Lightning II dan F-22 Raptor, ternyata yang dianggap sebagai ancaman terbesar bagi Angkatan Bersenjata Cina adalah pembom strategis lawas berusia 70 tahun, yakni B-52 Stratofortress yang kerap digelar Angkatan Udara AS di kawasan Pasifik. (more…)

‘Saling gocek’ antara Washington dan Beijing di Laut Cina Selatan sudah sering kali terjadi, malah belakangan kembali memanas setelah pernyataan Presiden AS Joe Biden yang menyebut bahwa AS akan membela Filipina bila Cina melakukan serangan terbuka terkait konflik pada wilayah yang disengketakan. Namun, saling gocek yang terjadi pada 24 Oktober 2023, adalah yang paling provokatif dan sangat berbahaya bagi keselamatan penerbangan. (more…)

Bukan pertama kali pembom strategis jarak jauh Boeing B-52 Stratofortress menyambangi Indonesia, dalam tema latihan bersama antara TNI AU dan USAF, pembom B-52 pada tahun 2021 pernah melakukan terbang formasi di atas Laut Sulawesi bersama jet tempur F-16 TNI AU. Namun, pada kegiatan Cope West 2023, untuk pertama kalinya pembom B-52 melakukan pendaratan di Indonesia, sekaligus menjadikan jenis pembom kedua Angkatan Udara AS yang pernah mendarat di Bumi Pertiwi. (more…)

Seperti telah dikupas sebelumnya, guna memperpanjang usia pengabdian hingga tahun 2050, pembom strategis B-52 Stratofortress akan menjalani Commercial Engine Replacement Program (CERP), yakni pemasangan mesin baru, Rolls-Royce F130, yang menggantikan mesin saat ini, Pratt & Whitney TF33- PW-103 yang digunakan sejak tahun 1960-an. (more…)

Guna memperpanjang usia pengabdiannya hingga tahun 2050, pembom strategis B-52 Stratofortress menjalani Commercial Engine Replacement Program (CERP), yakni pemasangan mesin baru, Rolls-Royce F130, yang menggantikan mesin saat ini, Pratt & Whitney TF33- PW-103 yang digunakan sejak tahun 1960-an. (more…)

Tensi ketegangan di Pasifik Selatan meningkat tajam dalam beberapa hari ini, setelah ada kabar bahwa Amerika Serikat berencana untuk menempatkan enam unit pembom strategis Boeing B-52 Stratofortress di Pangkalan Udara Tindal milik Angkatan Udara Australia, yang berjarak sekitar 300 km selatan kota Darwin, Northern Territory. (more…)

Ibarat tak mau pilih kasih, selain melaksanakan terbang formasi dengan jet tempur F-16 TNI AU pada 1 September lalu, rupanya Angkatan Udara Malaysia (TUDM) juga kebagian jatah untuk terbang formasi bersama pembom strategis jarak jauh B-52 Stratofortress. Mengambil lokasi di atas kawasan Selat Malaka, B-52 Stratofortress mendapat kawalan dari tiga jenis jet tempur dan satu pesawat tanker milik AU Malaysia. (more…)

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, jet tempur TNI AU melakukan terbang formasi bersama pembom strategis jarak jauh Boeing B-52 Stratofortress. Persisnya pada Rabu (1/9/2021), satu flight yang terdiri dari tiga jet tempur F-16 A/B Block15 OCU dari Skadron Udara 3 terbang di atas Laut Sulawesi dan melakukan manuver dengan dua unit pembom B-52 yang terbang dari Lanud Andersen, Guam. (more…)

Melihat pencapaian Rusia dan Cina dalam adopsi rudal hipersonik, rupanya memicu gengsi Prediden AS Doland Trump untuk menggeber pengembangan rudal dengan kecepatan di atas Mach 5 tersebut. Alhasil dalam berbagai orasinya, ambisi rudal hipersonik terus didengungkan Trump. Dan terkait rudal hipersonik, belum lama ini ada kabar bahwa sebuah pembom stragegis B-52 AU AS, dilaporkan mengalami insiden, dimana rudal hipersonik yang ‘digendongnya,’ terlepas dari cantelan (hardpoint) secara tak sengaja. (more…)

Di dunia ada dua pembom strategis jarak jauh yang usianya relatif sama tua, namun masih tetap eksis dalam beragam variannya hingga kini. Yaitu Tupolev Tu-16, yang dikemudian hari menjadi Xian H-6, Tu-16 yang pernah mewarnai masa jaya TNI AU ini terbang pertama kali pada 27 April 1952. Sementara Boeing B-52 Stratofortress “BUFF” (Big Ugly Fat Fucker) yang terbang pertama kali pada 15 April 1952. Dan dari keduanya, jelas yang paling tersohor dan berpredikat full battle proven adalah B-52. (more…)