Untuk urusan keselamatan prajurit, apa yang dilakukan Amerika Serikat jelas menjadi panutan. Terkhususnya bagi unit militer yang ditempatkan di Timur Tengah, ada kabar bahwa Angkatan Laut AS (US Navy) telah memesan perangkat anti drone – Counter-Unmanned Aerial Systems (C-UAS) dengan teknologi EAGLS (Electrically Aided Gunnery Laser System) dari MSI Defense Solutions dengan nilai US$24 juta. (more…)
Setelah memasok sistem hanud NASAMS (National Advanced Surface-to-Air Missile System) dan rudal anti kapal NSM (Naval Strike Missile), Kongsberg, perusahaan pertahanan internasional yang berbasis di Norwegia, mengumumkan telah mendapatkan kontrak dari Defense Innovation Unit (DIU) untuk penyeberan cepat atas kemampuan drone bawah laut atau Autonomous Underwater Vehicle (AUV) Hugin untuk kebutuhan Angkatan Laut AS (US Navy). (more…)
Untuk pertama kalinya kanon reaksi cepat – Close In Weapon System (CIWS) Phalanx beraksi dalam krisis yang sedang membara di Laut Merah. Persisnya kapal perusak berpeluru kendali USS Gravely (DDG 107) – Arleigh Burke Class dilaporkan pada hari Selasa (30/1/2024), telah menembak jatuh rudal jelajah anti kapal yang diluncurkan Houthi. (more…)