
Laporan terbaru The Wall Street Journal mengungkapkan bahwa Iran telah memulai kembali produksi rudal balistik dalam skala terbatas (low rate production). Langkah ini berhasil dieksekusi dengan memanfaatkan tumpukan komponen cadangan serta jaringan fasilitas bunker bawah tanah yang terlindung, meskipun infrastruktur militer dan industri rudal utama Iran sebelumnya sempat dihantam gelombang serangan udara masif yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel. (more…)

Pangkalan udara strategis Amerika Serikat, Muwaffaq al-Salti Air Base (MSAB) di Azraq, Yordania, menjadi sasaran gempuran rudal balistik presisi tinggi dari militer Iran. Serangan yang terjadi pada malam 8 September hingga dini hari 9 September 2026 mengakibatkan kerugian material yang sangat besar bagi Angkatan Udara AS (USAF), setelah serangkaian hantaman menyasar langsung fasilitas shelter penampungan jet tempur di dalam kompleks pangkalan. (more…)

Sebuah peristiwa penerbangan militer yang sangat tidak lazim dan langka tercipta di tengah panasnya suhu geopolitik global antara Blok Barat dan Rusia. Pesawat angkut berat strategis milik Angkatan Udara Amerika Serikat (US Air Force), Boeing C-17 Globemaster III, dilaporkan mendarat secara mengejutkan di Moskow. (more…)

Pemerintah Serikat Serikat secara resmi menyetujui paket penjualan besar-besaran sebanyak 5.250 unit rudal pencegat (interceptor missile) MIM-104 Patriot kepada empat negara sekutu utamanya di kawasan Teluk, yaitu Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA). Langkah strategis ini diambil guna memperkuat serta memulihkan kembali persediaan amunisi pertahanan udara negara-negara tersebut yang terkuras akibat eskalasi konflik di Timur Tengah dan tingginya intensitas ancaman regional belakangan ini. (more…)

Eskalasi konflik di Ukraina memasuki babak baru yang krusial setelah militer Rusia melancarkan serangan presisi yang menghancurkan sebuah fasilitas manufaktur drone di wilayah Kiev. Insiden ini menandai peristiwa pertama yang diketahui di mana angkatan bersenjata Rusia secara langsung menghantam dan menghancurkan fasilitas produksi militer milik perusahaan berbadan hukum Amerika Serikat yang beroperasi di wilayah Ukraina. (more…)

Sebuah insiden siber dan intelijen maritim yang mengejutkan terjadi di Laut Cina Selatan ketika drone laut (Unmanned Surface Vessel/USV) berukuran ringkas buatan perusahaan asal San Diego, Amerika Serikat, Seasats, berhasil mendekati dan merekam secara dekat kapal perusak (destroyer) Type 052D (Kunming class) milik Angkatan Laut Cina (PLAN). (more…)

Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) resmi mengumumkan langkah pengadaan rudal jelajah berbiaya murah (low-cost cruise missile) guna memperkuat daya gempur presisi jarak jauh armadanya sekaligus menyuplai munisi untuk serangan maritim yang terjangkau bagi negara-negara sekutu. (more…)

Laporan terbaru dari The Wall Street Journal (WSJ) berdasarkan analisis citra satelit mengungkapkan bahwa Iran berhasil memulihkan dan membangun kembali berbagai infrastruktur vitalnya dengan sangat cepat setelah diserang oleh Amerika Serikat dan Israel. Pemulihan masif ini mencakup perbaikan jembatan hingga pangkalan rudal strategis di berbagai wilayah. (more…)

Aturan tata kelola persenjataan global kembali menjadi sorotan pasca munculnya dinamika hukum internasional yang mengikat sistem rudal pertahanan udara (hanud) S-400 di Turki. Dilema terkait End-User Certificate (EUC) atau Sertifikat Pengguna Akhir ini membuktikan bahwa negara pembeli tidak memiliki kedaulatan mutlak atas alutsista yang telah mereka beli lunas. (more…)

Di tengah perlombaan raksasa teknologi dunia membangun pusat data kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang haus listrik hingga skala gigawatt, Pentagon justru mengambil langkah ekstrem yang sepenuhnya berlawanan. Badan riset pertahanan Amerika Serikat, DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency), resmi merilis dokumen Request for Information (RFI) bertajuk Low Resource Computing untuk berburu konsep komputasi radikal. (more…)