
Dengan formasi kekuatan lima kapal selam Type 209, kekuatan tempur bawah laut Indonesia masih jauh dari kata ideal. Sebagai respon atas keterbatasan menghadapi potensi peperangan bawah air, TNI AL punya sejumlah senjata AKS (Anti Kapal Selam). Bekal torpedo SUT, roket AKS, dan bom laut (depth charge) sudah tersedia sejak lama di frigat/korvet dan KCT (Kapal Cepat Torpedo), dan tak lama lagi dari aspek udara bakal hadir helikoper AKS AS-565Mbe Panther untuk Puspenerbal. Meski begitu, tantangan terbesar adalah bagaimana cara memantau pergerakan kapal selam asing, dengan teritori laut yang sedemikian luas, mustahil dilakukan ronda kapal patroli dan pesawat pengintai secara efektif. (more…)

Dalam mahzab infanteri, apapun senapan serbunya, pelontar granat kaliber 40 mm tak boleh lupa dibawa ke medan tempur. Seperti pada lingkup standar persenjataan TNI, penggunaan granat 40 x 46 mm sudah diimplementasikan dalam beberapa platform senjata, bahkan munisinya sudah berhasil diproduksi PT Pindad. (more…)

Ketika muncul berita bahwa Korps Marinir TNI AL kurang puas atas performa ranpur amfibi BTR-4M. Boleh jadi terbuka peluang untuk pengadaan ranpur amfibi dari pabrikan lain. Apakah yang dicari nanti tetap dalam platform panser 8×8, ataukah justru memperkuat elemen ranpur roda rantai, jawabannya berpeluang pada priortitas kebutuhan dan ketersediaan dana. Dan diantara nama pabrikan alutsista yang cukup meroket namanya saat ini adalah Norinco (China North Industries Corporation). (more…)

Indonesia punya ranpur (kendaraan tempur) Alvis Stormer, dan juga punya rudal MANPADS (Man Portable Air Defence System) HVM Starstreak, dan bila dipadukan maka jadilah sosok Self Propelled Stormer HVM (High Velocity Missile), kasta tertinggi dari keluarga APC (Armored Personnel Carrier). Meski varian Stormer HVM tak dimiliki Indonesia, namun kombinasi sistem senjata ini cukup menarik disimak, terlebih konsep gelaran self propelled rudal hanud dengan ranpur roda rantai (tracked vehicle) belum pernah hadir di etalase alutsista TNI. (more…)

Nama Rheinmetall Defence tak hanya kondang sebagai pemasok kendaraan lapis baja dan kanon PSU (Penangkis Serangan Udara), lebih dari itu perusahaan yang berbasis di Bremen, Jerman ini nyatanya juga dipercaya oleh TNI AL untuk memasok Submarine Command Team Trainer (SCTT) untuk pelatihan awak Korps Hiu Kencana. Seiring dengan rencana kedatangan kapal selam Nagapasa Class (aka – Changbogo Class) dari Korea Selatan, beragam persiapan dikebut, termasuk instalasi pendukung untuk pelatihan awak kapal selam. (more…)

Tampilan sangar nyatanya tak melulu identik dengan performa yang memuaskan, dan inilah yang terjadi dengan ranpur (kendaraan tempur) lapis baja amfibi BTR-4M 8×8 yang sejak akhir September lalu memperkuat Resimen Kavaleri Korps Marinir TNI AL. Dalam fase uji fungsi, khususnya pada latihan mengarungi di air disebut-sebut spesifikasi ranpur ini tidak seperti yang diharapkan. (more…)

Gegara berita rontoknya MBT (Main Battle Tank) Leopad 2A4 Turki oleh rudal anti tank di Al Bab, Suriah, debut ATGM (Anti Tank Guided Missile) menjadi ramai diperbincangkan. Dan melirik pada ajang Indo Defence 2016 lalu, Ukraina menawarkan jenis rudal anti tank jarak jauh dengan pemandu laser “Skif” yang dikembangkan oleh Luch State Design Bureau. Disebut punya kemampuan jarak jauh, pasalnya rudal man portable ini sanggup menghajar sasaran hingga jarak 5.000 meter. (more…)

Korps Marinir kerap memberi kejutan dalam hal adopsi alutsista. Seperti pada lini Artileri Medan (Armed), bila sebelumnya mengacu pada produk asal Eropa Timur, yakni Self Propelled MLRS (Multiple Launch Rocket System) RM70 Grad dan RM70 Vampire dari Republik Ceko, maka kali ini ada kabar bahwa Armed Korps Baret Ungu telah diperkuat dengan tambahan empat unit Self Propelled MLRS Type 90B asal Negeri Tirai Bambu. (more…)

Keperkasaan MBT (Main Battle Tank) Leopard 2A4 mungkin tak usah diragukan lagi, bahkan tank asal Jerman dengan bobot 60-tonan ini juga telah menjadi ikon kekuatan Kavaleri TNI AD. Namun berita dari Timur Tengah beberapa hari lalu seolah ‘menodai’ keangkeran Sang Leopard. Pangkal musababnya adalah rontoknya 10 unit Leopard 2A4 AD Turki oleh senjata anti tank/ATGM (Anti Tank Guided Missile) yang dioperasikan militan ISIS di daerah Al Bab, Suriah. (more…)

Setelah generasi AMX-13 VCTB (Vehicule Chenillé Transport Blessés) hadir di Kavaleri TNI AD. Butuh waktu yang cukup lama sampai Korps Baret Hitam ini memperoleh tank ambulans generasi yang lebih baru. Tepatnya bersamaan dengan hadirnya gelombang tank Scorpion dan Stormer APC (Armored Personnel Carrrier) pada periode 1997 – 1999, maka turut hadir sosok Armored Battlefield Ambulance (ABA) dari platform Stormer, atau yang lebih dikenal sebagai Stormer Ambulance. (more…)