Negara sebagai pelaksana penyerbuan air to ground lewat drone, masih disandang Amerika Serikat dan Israel, namun bila pertanyaannya diubah, siapa negara penyandang predikat superpower drone kombatan (UCAV/Unmanned Combat Aerial Vehicle), maka jawabannya akan merujuk ke Cina. Terkenal mampu melakukan reverse engineering secara cepat, saat ini Cina didapuk sebagai penguasa pasar drone kombatan di seluruh dunia. Bahkan, Indonesia mempercayakan pengadaan drone kombatan dari Cina, lewat seri drone MALE (Medium Altitude Long Endurance) CH-4 Rainbow. (more…)
Karena menyangkut alasan kerahasiaan dari kustomer, Rheinmetall Defence kerap merahasiakan informasi penjualan produknya, seperti pada November 2018, pabrikan asal Jerman ini menjelaskan bawah Indonesia akan menerika second batch sistem hanud kanon Oerlikon Skyshield pada akhir 2019. Namun ada yang khusus dari kontrak Skyshield jilid kedua, yakni pihak Rheinmetall menutup rapat informasi jumlah unit kanon berikut sistem pendukungnya (radar), dengan alasan kerahasiaan. (more…)
Hampir sebagian besar rudal udara ke udara jarak menengah/jauh mengandalkan pemandu berupa active radar homing. Dilepaskan dari beyond visual range, rudal udara ke udara merupakan momok menakutkan yang harus dihadapi para fighter di ketinggian langit. Dan lazimnya, guna menangkis serangan rudal udara ke udara dengan active radar homing, jet tempur mengandalkan chaff (sekam). (more…)
Parade militer di Hari Nasional Republik Rakyat Cina pada 1 Oktober lalu masih hangat dalam pembicaraan netizen, tak lain karena Beijing mampu memperlihatkan inovasi alutsista yang terbilang revolusioner. Selain rudal balistik hipersonik, drone supersonik dan drone stealth. Untuk pertama kalinya militer Cina memperlihatkan sosok drone bawah laut dengan ukuran besar yang diberi label HSU-001. (more…)
Melihat monumen pesawat tempur rasanya sudah biasa, guna mengabadikan kenangan dan pengabdian sang alutsista, jet tempur yang sudah masuk masa purna tugas beberapa dijadikan monumen dan koleksi museum. Misalnya di lini jet tempur TNI AU, koleksi terbaru monumen adalah F-5E Tiger II, yang jasanya dominan sebagai penempur utama TNI AU pada dekade 80/90-an. (more…)
Seperti telah disebutkan pada artikel sebelumnya, KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna dalam kunjungannya di Lanud Roesmin Nurjadi, Pekanbaru, telah menyebutkan bahwa TNI AU akan mendatangkan dua skadron F-16 Viper Block 72 dari Lockheed Martin. Atas berita tersebut, netizen lantas bertanya, apakah nantinya Indonesia juga akan membeli paket persenjataan yang lengkap untuk armada Viper? (more…)
Ditengah rasa skeptis sebagian kalangan akan kedatangan Sukhoi Su-35, jagad kabar alutsista di Tanah Air kembali dibuat kembali bergairah, persisnya setelah KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna mengungkapkan bahwa TNI AU akan mendatangkan dua skadron F-16 Viper Block 72. KSAU secara jelas menyatakan hal tersebut dalam kunjungan kerjanya di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Senin, 28 Oktober 2019. (more…)
Bila Boeing kini tengah babak belur akibat anjloknya pesanan seri 737 dan 777, maka lain halnya dengan manufaktur asal satu negara, yaitu Lockheed Martin yang kini dalam kondisi ‘kebanjiran’ order untuk produksi dan upgrade keluarga jet tempur F-16. Lockheed Martin secara khusus menyebut ada permintaan yang besar akan F-16 dari kawasan Timur Tengah dan Asia, dari Asia, pesanan 66 unit F-16 Viper senilai US$8 miliar menjadi kunci pendobrak. (more…)
Helikopter serbu Mil Mi-35P adalah produksi Rusia, dan sebanyak delapan unit telah diakuisisi Puspenerbad TNI AD sejak 2010 berikut bekal persenjataan, mulai dari kanon GSh-30K 30 mm yang menjadi senjata internal, roket S-8 Kom dan rudal anti tank 9M120 Ataka (AT-9 Spiral 2). Dan kini ada kabar inovasi alutsista di lini Kavaleri Udara, yaitu Mi-35P TNI AD kini mampu menggotong dan melepaskan roket FFAR (Fin Folding Aerial Rocket) 2.75 Inchi, yang notabene berstandar NATO. (more…)
Punya bobot ringan dengan kemampuan manuver tinggi, ditambah berpemandu infrared yang menjadikan dapat dilepaskan secara fire and forget, beberapa rudal MANPADS (Man Portable Air Defence System) kini sukses dikonversi menjadi rudal udara ke udara. Sebut saja yang cukup terkenal FIM-92 Stinger besutan General Dynamics, rudal yang kondang ditangan pejuang Mujahidin ini berhasil dikonversi menjadi rudal udara ke udara sejak 1995. (more…)