
Konflik dengan Iran yang berkecamuk dalam Operasi Epic Fury menorehkan kisah bertahan hidup (survival) yang hampir mustahil dalam sejarah penerbangan militer modern. Laporan terbaru yang dihimpun oleh media intelijen pertahanan High Tide menyingkap bahwa seorang pilot jet tempur F-15E Strike Eagle Angkatan Udara AS (USAF) berhasil selamat setelah harus melontarkan diri (ejection) sebanyak dua kali berturut-turut hanya dalam rentang waktu beberapa minggu. (more…)

Kokpit yang sempit ditambah bayang-bayang manuver ekstrim, bisa membuat seorang penumpang yang berada di kursi belakang pesawat tempur panik. Dalam kondisi panik, sesuatu yang fatal bisa terjadi, salah satunya pernah menimpa pria berusia 64 tahun yang ketika panik tak senjaja menekan tombol kursi lontar (ejection seat) di Rafale B (varian tandem seat) milik Angkatan Udara Perancis. (more…)

Masih terkait dengan kecelakaan yang menimpa jet tempur F-16CM AU AS di Lanud Shaw pada 30 Juni lalu, sang pilot, Letnan David Schmitz dari 77th Fighter Squadron disebut-sebut meninggal dunia sesaat dilarikan ke Rumah Sakit Prisma Tuomey. Sejauh ini, belum diperoleh informasi, apakah pilot sempat melontarkan diri dengan kursi pelontar (ejection seat) atau tidak. Keterangan sementara dari pihak Lanud Shaw, menyebut pesawat jatuh lantaran roda pendarat tidak berfungsi dengan normal saat pendaratan. Dan, setiap terjadi insiden kecelakaan atas pesawat tempur, kembali kinerja kursi pelontar menjadi salah satu yang menjadi sorotan publik. (more…)