Ranpur Amfibi BMP-3F Korps Marinir Akan Dilengkapi Proteksi Bar Slat Armor

Setelah pada tahun 2022 lalu mendapatkan modernisasi berupa pemasangan thermal imaging sight SOZh-TM, kini ada kabar lanjutan terkait modernisasi pada ranpur (kendaraan tempur) amfibi BMP-3F Korps Marinir, yakni dengan rencana pemasangan lapisan proteksi (armor) tambahan pada jenis ranpur yang masuk kategori Infantry Fighting Vehicle (IFV) ini.

Baca juga: Ranpur BMP-3F Korps Marinir Dipasangi Thermal Imaging Sight Buatan Belarusia

Mengutip keterangan Dispen Korps Marinir dalam akun Instagram, Korps Marinir akan melakukan modernisasi kendaraan tempur BMP-3F. Hal ini dibahas dalam pertemuan antara Wakil Komandan Korps Marinir (Wadankormar) Brigjen (Mar) Muhammar Nadir bersama mitra PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) dan PT International Golden Group, di Cilandak, Jakarta, Selasa (3/6/2025).

Awalnya, Korps Marinir bersama PT TMI menginspeksi BMP-3F. Dari pemeriksaan kendaraan tempur tersebut, kedua pihak menyepakati penambahan armor (lapisan baja) yang dirancang untuk meningkatkan performa tempur BMP-3F.

“Tambahan armor untuk meningkatkan tingkat perlindungan BMP-3F dari amunisi yang dapat menembus lapisan baja kendaraan.” ungkap Nadir, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Rabu (4/6). Ia melanjutkan, tambahan armor tersebut terdiri dari gabungan lapis besi slat dan layar pelat lapis besi pada proyeksi depan dan samping lambung badan kendaraan serta di bagian menara (turret).

Wadankormar Brigjen (Mar) Muhammad Nadir bersama pihak PT TMI dan PT International Golden Group, di Cilandak, Jakarta, Selasa (3/5) (Foto: Dok. Dispen Kormar)

“Terima kasih kepada PT TMI yang telah berupaya meningkatkan BMP-3 untuk mengikuti perkembangan dan dinamika di lapangan sehingga memperkuat ranpur dan mempermudah penggunaannya. Dengan upaya ini diharapkan dapat meningkatkan moril prajurit saat bertugas di medan operasi,” kata Nadir.

BMP-3F Korps Marinir pertama kali tiba di Indonesia pada 2010 sebanyak 17 unit. Lalu, menyusul kedatangan kedua BMP-3F pada 2013 sebanyak 37 unit.

https://www.indomiliter.com/modifikasi-proteksi-anti-drone-pada-ranpur-bmp-3-mendapat-kritikan-dari-dalam-negeri-ini-sebabnya/

Penambahan lapisan proteksi pada ranpur dengan kualifikasi amfibi perlu mendapatkan perhatian tersendiri, pasalnya penambahan lapisan proteksi akan menambah bobot ranpur itu sendiri, dan peningkatan berat ranpur akan berpengaruh pada manuver ranpur saat mengarung di air.

Merujuk dari pernyataan Wadankormar tentang proteksi slat armor, merupakan proteksi dengan tampilan bak sarang burung, berupa perlindungan pasif untuk meningkatkan ketahanan ranpur/rantis terhadap serangan proyektil berjenis shaped charge, seperti RPG. Slat armor biasanya terdiri dari panel-panel logam atau batang-batang yang dipasang dengan jarak tertentu di depan permukaan.

Lebih Siap Tempur dan Terlindungi, Rusia Tampilkan Ranpur BMP-3 dengan Proteksi ERA 4S24 “Karkas-2″

Prinsip kerja slat armor adalah dengan menciptakan jarak antara pelat logam atau batang-batang, sehingga proyektil shaped charge yang mendekati kendaraan dapat meledak sebelum mencapai permukaan utama kendaraan.

Proyektil shaped charge biasanya dirancang untuk menembus pelat logam dengan kecepatan tinggi dan kemudian meledak, membentuk jet logam panas yang dapat merusak kendaraan atau melukai kru di dalamnya. Dengan adanya slat armor, maka jet logam tersebut dapat dihentikan atau dibelokkan sebelum mencapai sasaran utama.

[the_ad id=”77299″]

Meskipun slat armor efektif dalam meningkatkan perlindungan terhadap serangan shaped charge seperti RPG, tetapi juga memiliki beberapa kelemahan. Seperti rentan terhadap serangan lateral. Serangan yang datang dari samping atau sudut yang ekstrim mungkin dapat melewati perlindungan slat armor.

Slat armor tidak dirancang untuk mengatasi serangan kinetik, seperti proyektil artileri atau amunisi subkaliber dengan kinetika tinggi. Perlindungan terhadap jenis serangan ini biasanya diberikan oleh pelat baja atau bahan perlindungan yang lebih tebal. Meski lebih ringan daripada beberapa jenis perlindungan aktif, slat armor tetap menambah bobot dan ukuran kendaraan. Ini dapat mempengaruhi mobilitas dan manuverabilitas kendaraan, terutama pada kendaraan yang ukurannya sudah signifikan.

Bila dudukannya tidak pas, maka slat armor dapat menjadi kendala terhadap sensor dan penglihatan, terutama jika dipasang di sekitar bagian kendaraan yang memiliki perangkat optik atau sensor lainnya. (Bayu Pamungkas)

Di Vietnam Defence 2024, Rusia Tampilkan Ranpur Amfibi BMP-3 dengan “Side Skirts dan Bar Slat Armor”