Pentagon Resmi Teken Kontrak US$8,6 Miliar: F-15IA Israel Segera Masuk Jalur Produksi

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) pada hari Senin, 29 Desember 2025, resmi mengumumkan pemberian kontrak senilai US$8,6 miliar kepada raksasa dirgantara Boeing. Pengumuman ini menandai titik terang bagi program jet tempur F-15 Israel setelah melalui proses negosiasi panjang sejak pengajuan Letter of Request (LOR) oleh Israel pada Januari 2023 lalu.

Baca juga: Israel Resmi Ajukan Permohonan Pembelian 25 Unit Jet Tempur F-15EX

Kesepakatan besar ini diumumkan tak lama setelah pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Florida. Kontrak tersebut mencakup pesanan tetap sebanyak 25 unit F-15IA (Israel Advanced)—varian yang berbasis pada F-15EX Eagle II—dengan opsi tambahan sebanyak 25 unit lagi di masa depan.

Produksi 25 jet tempur berat ini akan dipusatkan di fasilitas utama Boeing di St. Louis, Missouri. Meski kontrak baru saja ditandatangani, pengerjaan teknis dijadwalkan akan segera berjalan intensif.

Sesuai dengan kesepakatan terbaru, pengiriman pertama unit F-15IA ke Angkatan Udara Israel (IAF) diharapkan mulai dilakukan pada tahun 2031. Proses pengiriman akan dilakukan secara bertahap dengan kecepatan pasokan sekitar 4 hingga 6 unit pesawat per tahun. Mengingat kompleksitas integrasi sistem khusus Israel, seluruh pesanan ini diproyeksikan tuntas dikirimkan pada akhir tahun 2035.

Percepat Pengiriman, Lobi Israel Desak Washington Alihkan Slot Produksi Jet Tempur F-15EX

Nilai kontrak US$8,6 miliar ini mencakup paket “total solusi” untuk memastikan armada ini siap tempur sejak hari pertama kedatangannya. Selain badan pesawat, paket ini meliputi adaptasi sistem avionik khusus sesuai permintaan Israel. Kemudian sistem misi yang termasuk sistem peperangan elektronik (EW) mutakhir dan radar AESA. Lainnya juga mencakup dukungan suku cadang, mesin cadangan, serta dukungan infrastruktur di darat.

Kontrak tersebut sudah mencakup instrumentasi dan persiapan sistem agar pesawat mampu menggotong amunisi presisi tinggi, meskipun stok amunisi biasanya akan didatangkan melalui pengadaan terpisah yang sedang berjalan.

https://www.indomiliter.com/iron-dome-israel-nyaris-tembak-jatuh-f-15-eagle-milik-israel/

Pengadaan ini semakin mempertegas posisi Israel sebagai operator F-15 terbesar dan tercanggih di luar Amerika Serikat. Israel memiliki sejarah panjang dengan jet ini sejak akhir 1970-an, di mana mereka berhasil memodifikasi varian standar menjadi mesin tempur yang lebih mematikan.

Selama ini, varian F-15I “Ra’am” telah menjadi tulang punggung serangan jarak jauh Israel, terutama dalam operasi-operasi sensitif yang membutuhkan daya angkut senjata besar dan jangkauan luas.

Dengan kehadiran F-15IA yang mampu membawa beban senjata hingga 14 ton, Israel akan memiliki “benteng terbang” digital yang mampu beroperasi bersama jet siluman F-35 “Adir”, memastikan superioritas udara mutlak di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah yang terus meningkat. (Bayu Pamungkas)

52 Tahun Eksis, F-15 Eagle Pecahkan Rekor 104 Kali Menang Pertempuran Udara Tanpa Kekalahan

2 Comments