Kunci Serangan Jarak Jauh: Australia Kantongi Sistem Pemandu Sasaran Rahasia Rudal Jelajah Tomahawk

Pemerintah Australia mengamankan akses teknologi pertahanan tingkat tinggi setelah Departemen Luar Negeri Amerika Serikat secara resmi menyetujui pengiriman sistem perencanaan misi dan pemanduan sasaran rahasia untuk rudal jelajah Tomahawk pada 8 Oktober 2026.

Baca juga: Angkatan Laut Australia Pesan 220 Unit Rudal Jelajah Tomahawk Senilai US$895 Juta

Langkah strategis ini dilaporkan oleh Janes.com, menyusul penerbitan dokumen resmi Penjualan Militer Asing (Foreign Military Sales/FMS) oleh Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS (DSCA). Paket kesepakatan senilai US$300 juta mencakup penyediaan Tomahawk Planning and Mission Centers (TPMC), dukungan logistik, pemeliharaan sistem, hingga pelatihan personel militer Australia.

Keputusan Washington untuk membagi arsitektur komando ini menjadi milestone bersejarah bagi Canberra, karena untuk pertama kalinya dalam sejarah, Angkatan Bersenjata Australia (ADF) memiliki kapasitas serangan presisi mandiri berjangkauan sangat jauh (sovereign long-range strike capability) tanpa harus bergantung pada pemrosesan data rute eksternal.

Pusat kendali di balik ketajaman rudal jelajah battle proven ini adalah sistem Tomahawk Mission Planning Center (TMPC), yang juga terintegrasi dalam arsitektur komunikasi Tomahawk Strike Network (TSN). TMPC berfungsi sebagai “otak” utama yang memproses ribuan data intelijen spasial, citra satelit, peta topografi tiga dimensi, hingga kalkulasi ancaman radar musuh secara real-time.

Melalui perangkat lunak berenkripsi khusus ini, personel militer dapat memetakan koridor penerbangan rudal yang sangat rumit, mengarahkan proyektil menyusuri kontur permukaan bumi pada ketinggian sangat rendah (terrain-following), serta menghindari jangkauan sistem pertahanan udara musuh.

Keunggulan TMPC semakin berlipat berkat integrasi data-link satelit TSN, yang memungkinkan operator mengubah sasaran rudal di tengah penerbangan (re-targeting), memperlambat laju rudal di area tunggu (loitering), hingga menerima konfirmasi visual kerusakan target sebelum dampak ledakan terjadi. Pelaksanaan proyek ini melibatkan kontraktor pertahanan terkemuka seperti BAE Systems, Leidos yang menguasai teknologi sistem informasi pertahanan, serta Tapestry Solutions selaku anak perusahaan Boeing Corporation.

Australia Hapus Rencana Instalasi Rudal Tomahawk pada Upgrade Kapal Selam Collins Class

Secara teknis, akuisisi ini difokuskan untuk mendukung pengoperasian rudal Tomahawk varian berbasis laut (sea-launched), khususnya Block IV dan Block V, yang memiliki daya jangkau ekstrem melampaui 1.500 kilometer dengan kecepatan subsonik tinggi. Rudal Tomahawk dikenal sangat fleksibel karena dirancang untuk dapat diluncurkan dari berbagai platform tempur di laut maupun di darat.

Di jajaran Angkatan Laut Australia (RAN), rudal ini utamanya diintegrasikan pada sistem peluncur tegak Mk 41 (Vertical Launching System/VLS) di atas kapal perusak (destroyer) Hobart class. Selain armada permukaan, Tomahawk juga diproyeksikan menjadi persenjataan utama pada armada kapal selam bertenaga nuklir Virginia class yang akan diperoleh Australia melalui skema pakta pertahanan AUKUS, serta memiliki opsi fleksibilitas untuk ditembakkan dari peluncur bergerak berbasis darat (Typhon land-based launcher) di masa depan.

Destroyer HMAS Brisbane D41 (Hobart Class), Kapal Perang Pertama Australia yang Luncurkan Rudal Jelajah Tomahawk

Penyerahan akses penuh TMPC oleh AS kepada Australia menjadikan Canberra sebagai bagian dari kelompok sekutu yang sangat eksklusif. Di luar Amerika Serikat sebagai negara pengembang, sistem perencanaan misi TMPC dan integrasi rudal Tomahawk sebelumnya hanya diadopsi oleh Angkatan Laut Inggris (Royal Navy) untuk armada kapal selam serang mereka, sementara Jepang saat ini tengah mentransisikan akuisisi serupa untuk armada kapal perusak Aegis milik JMSDF.

Pengadaan peralatan canggih ini dirancang secara khusus untuk mendongkrak interoperabilitas antara Angkatan Laut Australia, Angkatan Laut AS (US Navy), serta mitra strategis lainnya di kawasan Pasifik. Dengan memegang kendali atas sistem TMPC secara mandiri di dalam negeri, Australia tidak hanya meningkatkan efektivitas tempur armada kapal perang dan kapal selamnya, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai kekuatan penangkal strategis utama di kawasan Indo-Pasifik. (Gilang Perdana)

Krisis Stok Rudal AS: 400 Tomahawk Meluncur dalam 72 Jam Picu Kucuran Anggaran US$22,9 Miliar

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *