Kapasitas Naik 2 Kali Lipat: Produksi Rudal Javelin Tembus 55 Ribu Unit, Kini Dilengkapi Peluncur Ringan LWCLU

Kemitraan strategis antara Lockheed Martin dan Raytheon melalui Javelin Joint Venture resmi mengumumkan peningkatan kapasitas produksi tahunan rudal anti-tank FGM-148 Javelin hingga hampir dua kali lipat dalam dua tahun terakhir.

Baca juga: Dengan Kontrak US$1,3 Miliar, Amerika Serikat Kembali ‘Guyur’ Ukraina dengan 4.000 Rudal Anti Tank Javelin

Langkah masif ini diambil guna memenuhi lonjakan permintaan global, baik dari Angkatan Darat AS (US Army) maupun negara-negara sekutu. Sejak pertama kali masuk dinas operasional militer AS pada tahun 1996, akumulasi total produksi sistem senjata ini telah menembus lebih dari 55.000 unit rudal dan lebih dari 12.000 unit peluncur Command Launch Unit (CLU) yang dibagikan ke berbagai belahan dunia selama tiga dekade terakhir.

Kenaikan volume produksi secara signifikan ini didorong oleh percepatan rantai pasok, investasi Lockheed Martin pada komponen berdurasi pengadaan panjang (long-lead parts), serta modernisasi fasilitas pengujian. Pihak manufaktur menargetkan penuntasan seluruh test station krusial pada akhir tahun ini guna memastikan setiap rudal memenuhi standar performa dan ketahanan lingkungan sebelum dikirim ke pengguna.

Peningkatan kapasitas ini juga ditopang oleh kontrak pengadaan bernilai besar yang disepakati pada Mei 2025, sebagai kelanjutan dari kontrak payung Indefinite-Delivery, Indefinite-Quantity (IDIQ) sejak Mei 2023.

Prajurit Kini Dapat Berlatih Simulasi Peluncuran Rudal Javelin dengan ‘Video Game Engine’

Selain menggandakan produksi amunisi rudal, kolaborasi ini menghadirkan lompatan teknologi signifikan pada unit peluncur melalui kehadiran Lightweight Command Launch Unit (LWCLU). Peluncur generasi baru yang mulai didistribusikan ke militer AS pada Mei lalu ini memiliki ukuran 30% lebih kecil dan 25% lebih ringan dibandingkan peluncur legaris sebelumnya.

Menariknya, sistem optik LWCLU mampu mendeteksi dan mengidentifikasi target pada jarak dua kali lebih jauh, serta kompatibel dengan seluruh varian rudal Javelin—baik versi lama, saat ini, maupun pengembangan di masa depan. Untuk mendukung percepatan produksi LWCLU, Raytheon mengucurkan investasi senilai US$22 juta guna memodernisasi pabriknya di Tucson, Arizona.

Australia Order Ratusan Unit FGM-148F: Inilah Varian Terbaru dari Rudal Anti Tank Javelin

Javelin dikenal sebagai sistem rudal anti-tank portabel (man-portable) berprinsip fire-and-forget dengan jangkauan efektif hingga 4 km. Fitur ini memungkinkan operator untuk langsung mencari perlindungan sesaat setelah penembakan, sementara rudal secara mandiri mengunci dan mengejar target, termasuk melalui mode top-attack yang menghantam bagian atas kendaraan tempur berlapis baja.

Efektivitas tempurnya yang sangat tinggi, terutama dalam pertempuran di Ukraina sejak 2022, mengukuhkan peran Javelin sebagai tulang punggung pertahanan infanteri modern dalam menghadapi armada kavaleri berat musuh. (Gilang Perdana)

Pasukan Rusia Disebut Punya Rudal Anti Tank FGM-148 Javelin Lebih Banyak dari Milik Inggris, Ini Sebabnya!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *