
Bila Anda masih ingat, pada Pameran Alutsista TNI AD tahun 2013 silam, Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 9 Linud Kostrad sempat memperlihatkan arsenal ‘alutsista’ terbarunya berupa Medium Girder Bridge (MGB). Persisnya MGB adalah jembatan taktis militer yang berfungsi untuk menyeberangkan material maupun dukungan logistik yang pemasangannya sangat praktis dan mempunyai daya dukung yang besar dan mampu menahan beban yang melintas di atasnya dengan kapasitas 60 ton. (more…)

Sebagian satuan yang mengemban peran anti pembajakan dan teror, wajar bila satuan elite seperti Sat-81/Gultor Kopassus TNI AD punya kelengkapan khusus. Terkait urusan “manjat-memanjat” bidang yang tinggi misalnya, pasukan elite ini punya assault ladder dan lift truck. Untuk assault ladder alias rantis pengusung tangga yang selama ini dikenal adalah Oka 4×4 buatan Oka Motor Co, Australia. Tentang rantis tersebut pernah kami kupas di artikel terdahulu yang link-nya dapat Anda simak di bawah ini. (more…)

Selain kondang sebagai manufaktur beragam jenis sistem persenjataan mutakhir, Saab dari Swedia juga dikenal reputasinya sebagai pemasok berbagai material kamuflase, mulai dari kamuflase pada ranpur, tenda, hanggar, kostum sniper sampai kamuflase untuk sistem rudal hanud MANPADS (Man Portable Air Defence System) RBS-70. (more…)

Peralatan navigasi yang ada di pangkalan udara TNI AU tak melulu harus menghadirkan sesuatu yang serba canggih, sebab dalam kondisi darurat, boleh jadi yang akan berguna banyak adalah alat bantu navigasi (albanav) lansiran era Perang Dunia II ini. Yang dimaksud adalah Goose Neck Flare, alat dengan desain mirip leher angsa ini besar fungsinya, terutama untuk menerangi landas bagi pesawat tempur yang akan melakukan proses take off dan landing, khususnya pada operasi terbang malam. (more…)

Adalah wajar bila setiap manufaktur pesawat angkut taktis/strategis mengedepankan bahwa produk yang mereka tawarkan punya kemampuan plus-plus. Selain handal dari aspek permesinan, endurance, payload, dan jarak jangkau, kriteria pesawat angkut militer juga harus mampu beradaptasi pada landasan yang tidak beraspal, maklum misi militer menuntut pesawat angkut yang tangguh dan tidak ‘manja’ dalam gelar operasinya. (more…)

Meski telah dilirik oleh Uni Emirat Arab, Tank Boat produksi PT Pindad dan PT Lundin bukan hadir tanpa saingan. Di Indo Defence 2016 bulan November tahun lalu, Lundin X18 Tank Boat sudah kian nyata progress-nya, dimana full mockup berikut meriam Cockerill 105 mm sudah diperlihatkan ke publik. Namun sampai tulisan ini dibuat, Tank Boat yang telah diberi label “Antasena” ini masih belum berwujud prototipe, sementara pihak kompetitor sudah berhasil melansir prototipe dan siap memasarkan. (more…)

Dalam operasi udara yang membutuhkan penggelaran kekuatan (deployment) dari pangkalan utama (home base) ke pangkalan aju (terdepan), selain bicara tentang taktik dalam misi tempur, salah satu yang mutlak menjadi pemikiran adalah ketersediaan fasilitas hanggar yang memadai di pangkalan aju, hanggar yang tak hanya berperan sebagai tempat berlindung jet tempur, melainkan juga dapat difungsikan sebagai area pemeliharaan.
(more…)

Selain rencana kehadiran helikopter serbu AH-64E Apache dan panser Pandur II 8×8, pada defile HUT TNI Ke-72 5 Oktober mendatang dijadwalkan juga penampilan truk ponton raksasa M3 Amphibious Rig. Hadirnya ransus (kendaraan khusus) berkemampuan amfibi ini bakal menjadi perangkat militer dengan dimensi terbesar dalam defile. Ini mengingatkan kemunculan truk bridgelayer MAN KAT1 8×8 LEGUAN milik Zeni Korps Marinir TNI AL saat HUT TNI Ke-50 tahun 1995, kala itu truk asal Jerman dengan jembatan lipat yang digotongnya menjadi alutsista terbesar dalam kemeriahan defile HUT Emas TNI. (more…)

Tak sedikit inovasi dalam persenjataan yang justru berhasil diwudjakan dalam kondisi mendesak, karena sifatnya urgent bahkan tanpa proses prototipe yang berlika liku, sosok alutsista langsung digelar di medan laga begitu rampung dibuat. Dan salah satu yang masuk kriteria ini adalah panser rel buatan Bengkel Peralatan Angkatan Darat (PAL) atau saat ini dikenal sebagai PT Pindad. Berbeda dengan panser beroda ban, maka panser rel sifatnya khusus untuk misi perlindungan, yaitu pada konvoi dan jalur kereta dari ancaman gerombolan bersenjata. (more…)

Selain rantis lapis baja Hatehof Wolf (Vigor) 4×4, Polri dalam misi UNAMID (United Nations – African Union Hybrid Mission in Darfur) juga menggunakan rantis (kendaraan taktis) jenis heavy utility truck. Beda dengan kebanyakan truk yang dikenal di Tanah Air, untuk menghadapi beratnya medan Afrika yang dipilih adalah truk produksi Ukraina, yakni KrAZ (Kremenchutskyi Avtomobilnyi Zavod) 6322. (more…)