
Korps Marinir dikenal sebagai satuan yang handal dalam memelihara alutsista berusia lanjut, sebut saja dari generasi tank amfibi PT-76 dan panser amfibi (pansam) BTR-50 yang masuk etalase senjata pada awal dekade 60-an, sampai saat ini keduanya sebagian masih eksis. Dan masih dalam lingkup Resimen Kavaleri (Menkav), ada rantis roda rantai (kendaraan taktis) yang seusia PT-76/BTR-50, yaitu Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (KAPA) K-61. Guna memelihara dan merawat alutisista tua secara berkala dilakukan Latihan Dalam Dinas (LDD). (more…)

Yang ini jelas bukan alutsista, tapi jangan anggap sepele, perangkat ini sangat dibutuhkan utamanya bagi prajurit TNI yang bertugas di wilayah pesisir dan pulau terluar NKRI. Kebanyakan kasus yang dihadapi dalam deployment di dua wilayah tersebut adalah sulitnya mendapatkan akses air bersih (air tawar). Bila kebutuhan kualitas air yang baik sulit terpenuhi, maka kerawanan ini bisa berujung serius dalam menunjang misi operasi yang telah ditetapkan. (more…)

Sebagai struktur yang langsung berkedudukan dibawah Panglima TNI, Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) TNI dituntut untuk senantiasa sigap menghadapi beragam bencana yang setiap saat bisa terjadi di Tanah Air. Dan guna menunjang misi tanggap bencana, keterampilan khusus dan bekal perlengkapan penunjang menjadi keharusan untuk disiapkan. Seperti dalam menjangkau medan berat, kendaraan roda rantai dengan genre ATV (All Terrain Vehicle) menjadi salah satu yang diandalkan. (more…)

Sesuai dengan rencana strategis, beragam alutsista Korps Marinir TNI AL telah mendapat modernisasi, mulai dari tank/panser amfibi, roket multi laras MLRS (Multiple Launch Rocket System) sampai kanon hanud (pertahanan udara), semua relatif masih baru didatangkan. Namun masih ada satu elemen tempur Korps Baret Ungu yang lumayan lama belum mendapatkan modernisasi. Yang dimaksud adalah Batalyon KAPA (Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri)- Yon KAPA, salah satu batalyon yang masuk jajaran Resimen Kavaleri (Menkav) Korps Marinir. (more…)

Seiring hadirnya MBT (Main Battle Tank) Leopard 2A4 dengan bobot 60 ton, maka diperlukan dukungan khusus untuk mobilitas, terutama saat tank tanpa kemampuan amfibi ini harus melintasi sungai yang cukup lebar. Dalam pengadaan armada Leopard 2A4 dari Jerman memang disertakan tank jembatan BRLPZ-1 Beaver AVLB, namun dengan bentang jembatan 22 meter, kemampuan Beaver lebih efektif untuk melintaskan Leopard di medan parit. Nah, bagaimana jika Leopard harus melintasi sungai dengan lebar sampai seratus meter? (more…)

Ditengah membanjirnya produk perlengkapan militer dari luar negeri, hadirnya inovasi dari Dalam Negeri seolah menjadi oase yang menyegarkan bagi kebangkitan industri pertahanan di Tanah Air. Seperti salah satunya diperlihatkan PT Stechoq Robotika Indonesia dalam ajang Indo Defence 2016, perusahaan periset, pengembang dan manufaktur robot dari Yogyakarta ini merilis Gama Safe, yakni pelampung dengan remote control yang dapat difungsikan untuk kebutuhan militer dan sipil. (more…)

TNI menjadikan truk offroad 4×4 sebagai salah satu rantis (kendaraan taktis) untuk menunjang berbagai operasi. Semasa konflik di NAD (Nanggroe Aceh Darussalam), truk TNI tak jarak dipasangi plat baja untuk menahan terjangan proyektil, kemudian populer disebut sebagai “truk anti peluru.” Hampir mirip saat operasi militer di NAD, PT Freeport Indonesia (PTFI) di Timika, Papua juga menggelar truk yang dimodifikasi sebagai bus anti peluru. (more…)

Di Indonesia, sosok rantis (kendaraan taktis) imut beroda rantai ini identik dalam penanganan pasca bencana alam. Tatkala tim SAR dihadapkan pada medan berat, Hagglunds Bandvagn 206 (Bv206) langsung diterjunkan untuk melalukan evakuasi dan dukungan logistik di wilayah yang sulit dilalui kendaraan konvensional. Meski lebih kondang digunakan tim PMI (Palang Merah Indonesia), sejatinya rantis asal Swedia ini juga dimiliki oleh Grup 2 Kopassus (Komando Pasukan Khusus) TNI AD dan Satuan Pelopor Polri. (more…)

Dalam situasi peperangan, pangkalan udara (lanud) dipastikan jadi target utama serangan lawan, dan boleh jadi TNI AU saat itu membutuhkan gelar pangkalan udara taktis temporer. Dalam kondisi yang menuntut aksi serba cepat, komponen untuk menyiapkan sebuah lanud tetap harus dipikirkan secara matang, termasuk elemen vital dalam menunjang kendali dan keselamatan penerbangan, yakni menara ATC (Air Traffic Control). (more…)

Banyak hal yang harus dilakukan terkait pengamanan VVIP (Very Very Important Person), salah satunya adalah kehadiran tim Jihandak (Penjinak Bahan Peledak) yang berperan menetralisir suatu lokasi dari ancaman teror bahan peledak. Dan melihat mobilitas kepresidenan yang banyak menyambangi berbagai perhelatan, publik jadi mahfum dengan hadirnya sosok rantis Jihandak TNI AD yang punya desain futuristik, bahkan terkesan sangar.
(more…)