
Ketegangan geopolitik antara Rusia dan Barat kini tidak lagi terbatas pada aksi saling cegat jet tempur di perbatasan udara, melainkan telah meluas hingga ke sunyinya luar angkasa. Dalam sebuah fenomena yang disebut sebagai perang bayangan orbital, Moskow dilaporkan mulai melakukan manuver agresif terhadap infrastruktur strategis Eropa. (more…)

Dunia militer internasional kembali dikejutkan oleh pencapaian teknologi pertahanan Cina yang melampaui batas imajinasi. Tim ilmuwan dari Northwest Institute of Nuclear Technology (NINT) di Xi’an, yang dipimpin oleh pakar riset terkemuka Huang Wenhua, dilaporkan sukses membangun senjata gelombang mikro berkekuatan 20 Gigawatt (GW) pertama di dunia. (more…)

Pemanfaatan teknologi satelit Starlink dalam konflik modern telah menciptakan babak baru dalam perang asimetris, namun sekaligus menghadirkan dilema etis dan politis bagi SpaceX sebagai penyedianya. Kabar terbaru mengonfirmasi bahwa perusahaan milik Elon Musk tersebut secara resmi mulai melumpuhkan terminal Starlink yang terpasang pada drone kamikaze Rusia, seperti varian BM-35 dan “Molniya”. (more…)

Persaingan supremasi teknologi antara Amerika Serikat dan Cina kini telah meluas hingga ke orbit rendah Bumi (LEO), menciptakan ketegangan baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Laporan terbaru dari para peneliti Cina mengungkapkan sebuah peristiwa signifikan di mana keputusan SpaceX untuk menurunkan ketinggian sekitar 4.400 satelit Starlink. (more…)

Dunia intelijen dan peperangan modern kini tidak lagi hanya ditentukan oleh ledakan mesiu, melainkan oleh penguasaan spektrum elektromagnetik. Salah satu teknologi yang belakangan ini menjadi perbincangan hangat adalah sistem peperangan elektronik (Electronic Warfare/EW) Rusia yang dikenal dengan nama Topol. (more…)

Perang yang berlarut wajar bila membutuhkan improvisasi, seperti pada drone kamikaze (loitering munition). Sebelumnya tak ada yang menyangka, bahwa koneksi data untuk sensor dan kendali drone, ternyata turut menggunakan terminal internet satelit Starlink standar. (more…)

Meski tidak dimaksud untuk menggantikan peran navigasi GPS (Global Positioning System), namun Korea Selatan merasa perlu untuk membangun kemandirian dan kedaulatan atas sistem navigasi berbasis sateliit nasional. Lewat proyek ambisius yang disebut KPS (Korean Positioning System), Negeri Ginseng tak ingin selalu bergantung pada Amerika Serikat, dan memastikan akurasi navigasi di Semenanjung Korea. (more…)

Dengan dukungan anggaran besar dari negara, Rusia pada akhir tahun ini dijadwalkan akan meluncurkan tahap pertama Rassvet, yakni jaringan satelit komunikasi yang digadang punya kemampuan mirip Starlink, memberikan kemandirian dan kedaulatan akses komunikasi data berbasis satelit nasional. (more…)

Parade militer besar-besaran saat Victory Day ke-80 di Beijing, 3 September 2025, secara langsung membawa pesan bagi Amerika Serikat dan Barat, yakni kemampun Negeri Tirai Bambu di segmen senjata Anti-Ballistic Missile (ABM) dan senjata anti satelit – Anti-Satellite (ASAT) weapon, yang menyiratkan bahwa satelit mata-mata (spy satellite) dapat dieliminasi di luar angkasa bila mengganggu kepentingan Beijing. (more…)

Dinamika konflik mendorong Angkatan Udara AS (US Air Force) untuk beradaptasi pada kebutuhan operasi, salah satunya dalam pengembangan kawanan (swarm) drone yang mampu beroperasi di lingkungan yang diperebutkan, di mana navigasi satelit tradisional mengalami gangguan atau tidak bisa diandalkan. (more…)