
Persaingan supremasi teknologi antara Amerika Serikat dan Cina kini telah meluas hingga ke orbit rendah Bumi (LEO), menciptakan ketegangan baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Laporan terbaru dari para peneliti Cina mengungkapkan sebuah peristiwa signifikan di mana keputusan SpaceX untuk menurunkan ketinggian sekitar 4.400 satelit Starlink. (more…)

Dunia intelijen dan peperangan modern kini tidak lagi hanya ditentukan oleh ledakan mesiu, melainkan oleh penguasaan spektrum elektromagnetik. Salah satu teknologi yang belakangan ini menjadi perbincangan hangat adalah sistem peperangan elektronik (Electronic Warfare/EW) Rusia yang dikenal dengan nama Topol. (more…)

Perang yang berlarut wajar bila membutuhkan improvisasi, seperti pada drone kamikaze (loitering munition). Sebelumnya tak ada yang menyangka, bahwa koneksi data untuk sensor dan kendali drone, ternyata turut menggunakan terminal internet satelit Starlink standar. (more…)

Meski tidak dimaksud untuk menggantikan peran navigasi GPS (Global Positioning System), namun Korea Selatan merasa perlu untuk membangun kemandirian dan kedaulatan atas sistem navigasi berbasis sateliit nasional. Lewat proyek ambisius yang disebut KPS (Korean Positioning System), Negeri Ginseng tak ingin selalu bergantung pada Amerika Serikat, dan memastikan akurasi navigasi di Semenanjung Korea. (more…)

Dengan dukungan anggaran besar dari negara, Rusia pada akhir tahun ini dijadwalkan akan meluncurkan tahap pertama Rassvet, yakni jaringan satelit komunikasi yang digadang punya kemampuan mirip Starlink, memberikan kemandirian dan kedaulatan akses komunikasi data berbasis satelit nasional. (more…)

Parade militer besar-besaran saat Victory Day ke-80 di Beijing, 3 September 2025, secara langsung membawa pesan bagi Amerika Serikat dan Barat, yakni kemampun Negeri Tirai Bambu di segmen senjata Anti-Ballistic Missile (ABM) dan senjata anti satelit – Anti-Satellite (ASAT) weapon, yang menyiratkan bahwa satelit mata-mata (spy satellite) dapat dieliminasi di luar angkasa bila mengganggu kepentingan Beijing. (more…)

Dinamika konflik mendorong Angkatan Udara AS (US Air Force) untuk beradaptasi pada kebutuhan operasi, salah satunya dalam pengembangan kawanan (swarm) drone yang mampu beroperasi di lingkungan yang diperebutkan, di mana navigasi satelit tradisional mengalami gangguan atau tidak bisa diandalkan. (more…)

Diluncurkan pada malam hari, peluncuran roket Shavit dari Pangkalan Udara Palmachim di pesisir Mediterania, sekitar 15 kilometer selatan Tel Aviv, sempat membuat kenapikan, pasalnya peluncuran ‘dadakan’ itu dikira sebagai peluncuran rudal hanud (pencegat), yang menyiratkan adanya serangan udara dari Iran. (more…)

Ibarat David versus Goliath, Vietnam tidak gentar menghadapi provokasi militer Beijing di kawasan yang menjadi sengketa di Laut Cina Selatan. Bila berita ekspansi atas pulau-pulau kecil selama ini dominan dimotori pihak Cina, maka kabar terbaru justru sebaliknya Cina yang melayangkan protes keras kepada Vietnam, terkait reklamasi pada gugusan pulau (karang dan pasir) yang masih berstatus sengketa. (more…)

Dengan industri berteknologi tinggi serta obsesi menantang hegemoni AS dan Barat, maka bukan tak mungkin proyek-proyek militer ‘kelas dewa’ dapat diwujudkan oleh Cina. Seperti belum lama, sebuah studi yang dipublikasi South China Morning Post mengungkap para ilmuwan dari Chinese Academy of Sciences yang berafiliasi dengan PLA Rocket Force, menjelaskan kerangka teoritis peluncuran Hypersonic Glide Vehicle (HGV) dari orbit di luar angkasa (space based platform). (more…)