
Satu tahun berlalu sejak serangan rudal balistik jarak menengah (IRBM) Oreshnik ke Dnipro, Ukraina, pada Kamis, 21 November 2024, komunitas negara NATO di Eropa masih dilanda kecemasan akan potensi serangan rudal balistik hipersonik tersebut. Selain sulit untuk dicegat, kabar telah berlangsungnya produksi massal dan penempatan Oreshnik di Belarusia, menjadikan isu rudal ini masih terus menjadi pehatian utama. (more…)

Rudal anti kapal sangat populer dalam jagad berita alutsista, seperti kerap diuji tembak oleh berbagai jenis kapal kombatan TNI AL. Umumnya rudal anti kapal yang kita kenal merupakan kelompok rudal jelajah – ASCM (Anti-Ship Cruise Missile), namun ada gebrakan dari Pakistan, yang pada tahun lalu meluncurkan rudal balistik anti kapal – Anti-Ship Ballistic Missile (ASBM). (more…)

Mirip dengan yang dilakukan Korea Utara, Angkatan Bersenjata India pada 24 September 2025 melakukan uji peluncuran rudal balistik jarak menengah dari kereta api. Peluncuran rudal Agni-Prime (Agni-P) dari sistem peluncur bergerak berbasis rel (rail-based mobile launcher) di malam hari, mempekuat kesan kerahasiaan tingkat tinggi. (more…)

Selain menggemparkan dunia, serangan udara Israel ke markas Biro Politik Hamas di Doha, ibu kota Qatar pada 9 September 2025, diselimuti banyak tanda tanya, khususnya bagaimana Israel melancarkan serangan, rute mana yang dilintasi, senjata yang digunakan, sampai betapa ‘memble’-nya sistem pertahanan udara (hanud) Qatar yang notabebe padat alutsista canggih. (more…)

Digelar dadakan, truk Transporter-Erector-Launcher (TEL) MZKT-7930 “Astrolog” 8×8 yang merupakan kendaraan peluncur rudal balistik Iskander-M 9K720 diparkir di median jalan raya E28, di utara Desa Kudryavtsevo, wilayah Kaliningrad, 35 kilometer dari perbatasan Polandia. Sontak saja video penggelaran tersebut menjadi viral, khususnya saat ketegangan antara Rusia dan Polandia sebagai imbas konflik di Ukraina. (more…)

Tak lama setelah Cina memamerkan rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam atau submarine launched ballistic missile (SLBM) JL-3 (Jù Làng Sān-3) di parade militer Victory Day ke-80 di Beijing pada 3 September lalu, maka ada kabar dari Negeri Eiffel, yang menyebut tahap produksi SLBM terbaru untuk kapal serang nuklir Perancis M51.4 telah dimulai. (more…)

Parade militer besar-besaran saat Victory Day ke-80 di Beijing, 3 September 2025, secara langsung membawa pesan bagi Amerika Serikat dan Barat, yakni kemampun Negeri Tirai Bambu di segmen senjata Anti-Ballistic Missile (ABM) dan senjata anti satelit – Anti-Satellite (ASAT) weapon, yang menyiratkan bahwa satelit mata-mata (spy satellite) dapat dieliminasi di luar angkasa bila mengganggu kepentingan Beijing. (more…)

Flexing kekuatan rudal balistik Cina tidak sebatas DF-5C dan DF-61, dari matra udara juga ditampilan rudal balistik yang diluncurkan dari udara atau Air-Launched Ballistic Missile (ALBM) JL-1. Dipamerkan dengan diangkut truk trailer, sejatinya JL-1 adalah ALBM yang dipersiapkan untuk diluncurkan dari pembom strategis jarak jauh Xian H-6N. (more…)

Selain rudal balistik antarbenua (ICBM) DF-5C, parade milter peringatan Hari Kemenangan (Victory Day) ke-80 di Beijing pada 3 September 2025, juga menjadi momen bagi Angkatan Bersenjata Cina untuk pertama kalinya memperlihatkan ICBM DF-61. Meski sama-sama rudal balistik antarbenua, namun DF-61 berbeda dalam hal spesifikasi dari DF-5C, bukan hanya soal jangkauan, namun sistem peluncurnya juga berbeda. (more…)

Parade dan defile milter peringatan Hari Kemenangan (Victory Day) Perang melawan Jepang ke-80, pada 3 September 2025, tuntas digelar di Beijing. Turut dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto, parade militer yang disebut terbesar di dunia itu, menampilkan beragam persenjataan dan alutsista terbaru Cina. Di antara yang ditampilkan, sosok rudal balistik antarbenua DF-5C menjadi yang paling membetot perhatian. (more…)