Meski sudah tidak lagi diproduksi, populasi jet tempur F/A-18 Hornet “Classic” (varian A/B/C/D) yang mencapai 300 hingga 400 unit di seluruh dunia, tetap menjadi pasar yang menarik bagi manufaktur radar untuk menawarkan upgrade untuk adopsi radar antena active electronically-scanned array (AESA). (more…)
Biro Desain Rusia, Tupolev nampaknya tengah bergembira setelah salah satu armada tempurnya, TU-22M3 sukses meluncurkan rudal jelajah Kh-22 ke Pulau Ular yang berada di Laut Hitam pada 27 September malam. Dilaporkan ada ledakan yang terjadi di lokasi, mengindikasikan bahwa rudal tersebut mengenai sasaran.
Selain kondang sebagai manufaktur persenjataan untuk jenis rudal dan jet tempur, Saab dari Swedia juga punya rekam jejak yang kuat dalam memproduksi berbagai tipe radar, yang salah satunya adalah tipe radar fire finder, yang berperan untuk mendeteksi posisi atau asal tembakan yang dilepaskan oleh artileri lawan. (more…)
Cina belajar banyak tentang kemampuan radar jarak jauh lintas cakralawa – over the horizon radar (OTHR). Mirip dengan radar Jindalee Operational Radar Network (JORN) milik Australia yang punya jangakauan ditaksir sejauh 3.000 km ke sisi utara dan barat Australia, dan mampu memonitor 3.4 wilayah Indonesia, maka ilmuwan Cina mengumumkan hadirnya radar yang diklaim terkuat di dunia, dengan jarak jangkau hingga 10.000 kilometer. (more…)
Selain khawatir pada ancaman senjata nuklir, Amerika Serikat dan NATO sepertinya harus berpikir ulang bila ingin berhadapan dengan kekuatan militer Rusia. Pasalnya, jet tempur stealth yang selama ini begitu diandalkan, yakni F-35A Lightning II justru keok setelah di-jamming oleh jet tempur Sukhoi Su-30SM milik Angkatan Udara Rusia. (more…)
Di tengah ketegangan dengan Cina daratan, Angkatan Laut Taiwan meluncurkan kembali (relaunch) proyek frigat berpeluru kendali yang dilengkapi radar buatan AS, Lockheed Martin AN/SPY-7. Merujuk informasi dari Taipei Times (27/5/2024), Angkatan Laut Taiwan telah melanjutkan upaya untuk mengembangkan frigat baru yang berbobot 6.000 ton, yang mana sebelumya proyek ini sempat tertunda dan kini dihidupkan kembali. (more…)
Sebagai bagian dari sistem pertahanan udara berlapis, otoritas pertahanan udara Israel sejak lama telah menggunakan balon udara pengintai atau dikenal dengan sebutan Aerostat “Sky Dew” Low Level Airborne Ground Surveillance System. Dan belum lama ini ada kabar bahwa salah satu Sky Dew berhasil ditembak kempes dan jatuh ke permukaan oleh drone kamikaze yang diluncurkan milisi Hizbullah di Lebanon. (more…)
Sebagai pengganti F-15 Eagle yang purna tugas, kini Angkatan Udara AS menempatkan rotasi jet tempur F-22 Raptor di Kadena, Jepang, dan rupanya itu membuat Beijing tidak nyaman, lantaran bakal menjadi pesaing utama jet tempur stealth Chengdu J-20. Upaya pun dilakukan untuk ‘memarginalkan’ kemampuan F-22 Raptor, yang diklaim sebagai pesawat tempur stealth tercanggih yang dioperasikan Angkatan Udara AS (USAF) saat ini. (more…)
Iran menyadari bahwa cepat atau lambat akan ada serangan balasan dari Israel, selain menempatkan sistem pertahanan udara berbasis rudal di sekitar Teheran, maka sebelum serangan akbar Iran ditunaikan pada 13 April 2024, otoritas pertahanan udara Iran diketahui telah menggelar sistem jammer (electronic warfare) canggih buatan Rusia. Yang dimaksud adalah Kvant 1L222 Avtobaza Electronic Intelligence (ELINT) system. (more…)
Setelah berperang dengan Armenia terkait Nagorno-Karabakh, Azerbaijan dikabarkan membuat terobosan dalam adopsi sistem pertahanan udaranya. Yakni dengan mengadopsi Aerostat Low Level Airborne Ground Surveillance System, serupa dengan yang selama ini digunakan oleh Israel, Arab Saudi dan Singapura. (more…)