Amerika Serikat (AS) terus memasok alutsista canggih dalam mendukung pertahanan sekaligus operasi di garis depan pertempuran Ukraina dengan Rusia. Terbaru, di bawah program Presidential Drawdown dan USAI, Negeri Paman Sam memasok radar anti-artileri AN/TPQ-49 Lightweight Counter Mortar Radar (LCMR).
Dalam aspek industri dirgantara, Indonesia boleh dibilang berada di atas Vietnam, hal tersebut dibuktikan dengan Vietnam yang mengimpor pesawat angkut ringan NC-212i produksi PT Dirgantara Indonesia. Namun, bagaimana dengan aspek teknologi lainnya, sebut saja di sektor adopsi radar miiter. Kita kerap mendengar bahwa perusahaan BUMN di Indonesia telah berhasil membuat prototipe radar militer, seperti radar GCI atau Ground Control Intercept. (more…)
Salah satu tantangan dalam adopsi radar AESA (Active Electronically Scanned Array) adalah masih terbatasnya platform pesawat yang dapat menggunakannya. Lantaran merupakan jenis radar yang relatif baru dan mahal, radar AESA kebanyakan hadir untuk jenis jet tempur keluaran baru. Namun, belum lama ini ada kabar bahwa jet tempur lawas seperti A-4 Skyhawk ternyata dapat pula dipasangi radar AESA. (more…)
Selama ini kebanyakan publik lebih mengetahui bahwa di Arab Saudi ada situs pangkalan militer Amerika Serikat, tapi faktanya bukan hanya AS yang menempatkan kekuatan militernya di Negeri Raja Salman. Persisnya kekuatan militer Inggris juga telah hadir cukup lama di Arab Saudi, bahkan Inggris setidaknya mempunyai 15 basis militer di Arab Saudi. (more…)
Northrop Grumman cukup sukses dalam memasarkan radar AESA (Active Electronically Scanned Array) AN/APG-83 Scalable Agile Beam Radar (SABR), pasalnya radar tersebut menjadi paket standar dalam produksi jet tempur F-16 Viper yang digarap Lockheed Martin. Namun, belakangan ada keinginan dari Northrop Grumman untuk memasang radar SABR selain di jet tempur. (more…)
Ada kabar baik untuk lini perlengkapan operasi pasukan elite, khususnya yang bergerak di unit anti teror, pasalnya telah diluncurkan perangkat radar portable yang punya kemampuan ‘melihat’ menembus dinding (tembok). Diberi label Xaver 1000, ini merupakan radar yang punya spesifikasi high performance imaging system yang diklaim belum ada sebelumnya. (more…)
Di Amerika Serikat, adopsi teknologi seluler 5G ibarat simalakama, di satu sisi generasi mobile broadband terbaru ini menawarkan tranmisi akses data internet berkecepatan tinggi, yang mana akan sangat berguna dalam era Intenet of Things (IoT). Tapi di sisi lain, 5G menjadi ibarat menjadi ‘pesakitan’ di area penerbangan, khususnya setelah Federal Aviation Administration (FAA) mengakui bahaya dari jaringan 5G terhadap keselamatan penerbangan, dimana jaringan 5G dinilai dapat menggangu kinerja radar altimeter pesawat. (more…)
Satu paket dalam pengadaan 13 unit radar GCI (Ground-Controlled Interception) Thales Ground Master GM403, adalah sistem komando dan kendali SkyView Air Command and Control. Dengan SkyView inilah nantinya operator radar Koopsudnas (Komando Operasional Udara Nasional) dapat melakukan operasi pengawasan udara 24 jam terus-menerus untuk melindungi ruang udara wilayan Indonesia, termasuk memberikan respons yang cepat pada setiap potensi ancaman udara. (more…)
Dari Paris, Perancis, pada 17 Mei 2022 telah dilangsungkan penandatanganan kerja sama antara Thales dan PT Len Industri. Poin dari kerja sama itu adalah terkait pengadaan 13 unit radar GCI (Ground-Controlled Interception) pesanan Kementerian Pertahanan untuk kebutuhan Koopsudnas (Komando Operasional Udara Nasional) – (d/h Kohanudnas). Yang menarik dari kerja sama ini adalah, sebagian komponen dari radar GCI dari jenis Ground Master GM403 akan dibuat di Indonesia. (more…)
Indonesia termasuk negara yang mengadopsi multi vendor dalam pengadaan radar militer. Namun, dari beragam vendor radar, yang layak disebut sebagai pemain utama adalah Thales dari Perancis. Disebut sebagai vendor utama lantaran Thales telah memasok radar untuk ketiga matra TNI dan sudah eksis di Indonesia sejak awal dekade 80-an. (more…)