Sebagai negara yang mendapat ancaman konflik bersenjata dari dalam dan luar negeri, maka menarik untuk mencermati dengan apa yang dilakukan oleh Filipina. Terkhusus untuk meladeni konflik bersenjata domestik yang dilakukan kelompok separatis, Pusat Penelitian dan Pengembangan – Air Force Research and Development Center (AFRDC) Angkatan Udara Filipina telah meluncurkan drone bersenjata buatan dalam negeri pertamanya. (more…)
Dinamika konflik mendorong Angkatan Udara AS (US Air Force) untuk beradaptasi pada kebutuhan operasi, salah satunya dalam pengembangan kawanan (swarm) drone yang mampu beroperasi di lingkungan yang diperebutkan, di mana navigasi satelit tradisional mengalami gangguan atau tidak bisa diandalkan. (more…)
Pihak Ukraina melaporkan kerugian signifikan akibat serangan drone kamikaze Rusia. Bukan sebatas kemampuan Rusia untuk melancarkan serangan balik dengan lebih baik, lain dari itu rupanya Rusia berhasil mempelajari kelemahan strategi, termasuk mampu mensinergikan kekuatan armada drone kamikaze (loitering munition) di bawah Rubicon Center for Advanced Unmanned Technologies. (more…)
Saat Angkatan Udara AS (USAF) memilih Boeing F-15EX Eagle II sebagai bagian dari rencana pengadaan mereka, maka sudah menjadi pertimbangan bahwa jet tempur twin engine ini kelak akan dioptimalkan untuk menjalankan misi Manned-Unmanned Teaming (MUM-T) dan Joint All Domain Command and Control (JADC2). Selain bekal fitur dan sensor yang canggih, desain F-15EX yang tandem seat, menyiratkan kesiapan Boeing untuk peran MUM-T dan JADC2 di F-15EX. (more…)
Meski kecil kemungkinan AS melakukan serangan ke Venezuela, namun, saat ini hubungan antar kedua negara tengah memanas sebagai buntut dari konflik politik dan ekonomi. Berdasarkan laporan terbaru, ada penempatan militer Amerika Serikat yang signifikan di perairan Karibia. (more…)
Rheinmetall selama ini identik sebagai manufaktur yang memproduksi senjata berat seperti ranpur lapis baja, kanon, meriam dan amunisi terkait. Namun, dari perhelatan Drone Days 2025, yang diselenggarakan pada 27-29 Agustus di Lapangan Terbang Oldenburg-Gatten di Jerman, Rheinmetall memperkenalkan rudal udara ke udara untuk pertahanan diri drone. (more…)
Terkait upaya Taiwan dalam mempersiapkan perang asimetris, selain memproduksi drone kamikaze berbahan kayu lapis, otoritas pertahanan Taiwan juga tengah mengembangkan jenis rudal jelajah hebat biaya, yang ideal digunakan saat meladeni invasi Cina Daratan. Rudal jelajah yang dimaksud adalah Chingfeng IV (atau Chien Feng IV). (more…)
Drone kamikaze dengan kemampuan anti jamming sudah lazim didengar, namun, dinamika perang menuntut inovasi baru, seperti drone kamikaze anti jamming yang ditambahkan fiur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), untuk memastikan sasaran dapat dihancurkan secara presisi. (more…)
Kemunculan drone dalam konflik telah menciptakan beberapa anomali, bukan hanya terjadi di Ukraina, belum ada ada kabar helikopter UH-60 Black Hawk milik Kepolisian Kolombia dilaporkan jatuh akibat serangan drone FPV (First Person View) kamikaze. (more…)
Mungkin tak banyak yang tahu, hari ini 27 tahun, bertepatan dengan 21 Agustus 1998, tercatat rekor drone pertama yang berhasil melintasi Samudera Atlantik. Terlebih, drone yang melintasi Atlantik Utara bukan drone berukuran besar dengan kemampuan HALE (High Altitude Long Endurance) atau MALE (Medium Altitude Long Endurance), melainkan sebuah drone berukuran kecil (small UAV) dengan berat hanya 13 kg. (more…)