
Biro Desain Sukhoi (Sukhoi Design Bureau) tak hanya sibuk dengan rancangan pesawat tempur dan pesawat komersial, di segmen pesawat tanpa awak, Biro Desain Sukhoi tengah mengembangkan drone copter angkut kargo BTS VAB S-76, jenis drone fixed wing VTOL (Vertical Take-off and Landing) yang mampu membawa payload hingga 300 kg. (more…)

Perang yang berlarut wajar bila membutuhkan improvisasi, seperti pada drone kamikaze (loitering munition). Sebelumnya tak ada yang menyangka, bahwa koneksi data untuk sensor dan kendali drone, ternyata turut menggunakan terminal internet satelit Starlink standar. (more…)

Di penghujung tahun ini sepertinya Cina ingin ‘membungkus’ pencapaian besar, setelah sukses dalam penerbangan perdana Jiu Tan, ‘drone mothership’ yang mampu meluncurkan 100 drone kamikaze pada 11 Desember lalu, maka ada kabar lain yang membetot perhatian global, yakni Cina mengonfirmasi suksenya penerbangan perdana CH-7, atau dikenal juga dengan nama Caihong-7 (Rainbow-7). (more…)

Pada dini hari 24 November 2025, ketegangan regional di Laut Kuning mendadak meningkat bukan karena aksi provokasi, melainkan karena insiden teknis. Sebuah drone canggih tak berawak milik Angkatan Udara AS (USAF), MQ-9 Reaper, yang dioperasikan oleh 431st Expeditionary Reconnaissance Squadron dari Pangkalan Udara Kunsan, dilaporkan mengalami malfungsi teknis dan terpaksa ‘dijatuhkan’ ke perairan dekat Pulau Maldo-Ri. (more…)

Selain beragam jenis rudal, roket dan bom udara, ranjau darat (permukaan) adalah amunisi yang jumlahnya melimpah, khususnya yang berasal dari peninggalan era Soviet. Ranjau darat yang dimaksud adalah TM-62, yang oleh Rusia dan Ukraina diupayakan untuk dapat dilepaskan oleh drone. (more…)

Kepemimpinan Cina dalam industri drone kembali dibuktikan pada 11 Desember 2025, di mana telah sukses penerbangan perdana prototipe drone terbesar di dunia, Jiu Tan, yang juga punya kemampuan sebagai drone kombatan plus aerial mothership yang mampu meluncurkan 100 unit drone kamikaze. (more…)

Setelah diketahui punya kemampuan meluncurkan rudal udara ke udara jarak pendek R-60, drone kamikaze Shahed-136, atau variannya yang diproduksi Rusia, Geran-2, disebut punya kemampuan ekstra lainnya, yaitu disebut mampu meluncurkan ranjau anti tank. (more…)

Tak ingin kalah dengan pencapaian yang dilakukan oleh Turki, Australia belum lama mengumkan pencapaian gemilang dalam peluncuran rudal udara ke udara dari drone Loyal Wingman (UCAV) MQ-28A Ghost Bat. Bila Turki meluncurkan rudal udara ke udara jarak menengah/jauh Gokdogan, maka yang dilakukukan Australia pun meluncurkan rudal sejenis, yakni AIM-120 AMRAAM dari Ghost Bat. (more…)

Saab, produsen pertahanan terkemuka asal Swedia, dan Airbus Defence and Space telah mengonfirmasi bahwa mereka sedang menjajaki kemungkinan untuk berkolaborasi dalam pengembangan teknologi pesawat tempur nirawak (unmanned warplane) generasi mendatang. Diskusi ini menandai lonjakan minat terhadap drone canggih dan evolusi aliansi di sektor pertahanan Eropa. (more…)

Sebagai ‘pemain’ awal dalam operasi militer Rusia di Ukraina, nama drone kamikaze Shahed-136 masih eksis, dan terus dioperasikan dengan sejumlah inovasi untuk menyesuaikan kebutuhan akan misi barunya. Sebagai bukti adalah Geran-2, yakni varian Shahed-136 yang diproduksi oleh Rusia, ternyata kini punya peran baru untuk melancarkan serangan ke sasaran di udara. (more…)