
Dunia intelijen maritim belum lama dikejutkan dengan identifikasi kapal kargo yang menjadi perbincangan hangat dalam konsep “Ghost Fleet” ala Cina. Kapal tersebut, yang kini diketahui bernama Zhong Da 79, ternyata bukan sekadar kapal sipil yang membawa kontainer rudal biasa. (more…)

Laporan terbaru dari industri pertahanan Rusia mengonfirmasi bahwa gelombang pertama (batch perdana) yang terdiri dari 100 drone multirotor berat berlabel “Berdysh” telah mulai dikerahkan dalam operasi militer Rusia di Ukraina. Drone ini dikembangkan oleh Uraldronzavod (Ural Drone Plant), pabrikan yang namanya kini mulai naik daun sebagai pusat inovasi sistem nirawak dari wilayah Ural. (more…)

Bersamaan dengan tanggal penerbangan perdana SR-71 Blackbird, pada 22 Desember 1964 juga menjadi saksi lahirnya sebuah teknologi yang jauh lebih misterius. Di hari yang sama, divisi Skunk Works milik Lockheed menerbangkan untuk pertama kalinya D-21, sebuah drone pengintai yang dirancang untuk menembus batas kecepatan dan ketinggian yang sulit dibayangkan pada zamannya. (more…)

Di akhir masa kejayaan Uni Soviet hingga masa transisi Federasi Rusia, Biro Desain Kamov yang terkenal dengan helikopter maritimnya melakukan eksperimen radikal. Mereka merancang Kamov Ka-137, sebuah drone dengan bentuk yang sangat tidak lazim. Berbentuk bulat sempurna seperti bola atau panggangan BBQ, drone ini dirancang untuk menjadi platform multirole yang mampu melakukan pengintaian, transmisi data, hingga pemantauan lingkungan berbahaya. (more…)

Biro Desain Sukhoi (Sukhoi Design Bureau) tak hanya sibuk dengan rancangan pesawat tempur dan pesawat komersial, di segmen pesawat tanpa awak, Biro Desain Sukhoi tengah mengembangkan drone copter angkut kargo BTS VAB S-76, jenis drone fixed wing VTOL (Vertical Take-off and Landing) yang mampu membawa payload hingga 300 kg. (more…)

Perang yang berlarut wajar bila membutuhkan improvisasi, seperti pada drone kamikaze (loitering munition). Sebelumnya tak ada yang menyangka, bahwa koneksi data untuk sensor dan kendali drone, ternyata turut menggunakan terminal internet satelit Starlink standar. (more…)

Di penghujung tahun ini sepertinya Cina ingin ‘membungkus’ pencapaian besar, setelah sukses dalam penerbangan perdana Jiu Tan, ‘drone mothership’ yang mampu meluncurkan 100 drone kamikaze pada 11 Desember lalu, maka ada kabar lain yang membetot perhatian global, yakni Cina mengonfirmasi suksenya penerbangan perdana CH-7, atau dikenal juga dengan nama Caihong-7 (Rainbow-7). (more…)

Pada dini hari 24 November 2025, ketegangan regional di Laut Kuning mendadak meningkat bukan karena aksi provokasi, melainkan karena insiden teknis. Sebuah drone canggih tak berawak milik Angkatan Udara AS (USAF), MQ-9 Reaper, yang dioperasikan oleh 431st Expeditionary Reconnaissance Squadron dari Pangkalan Udara Kunsan, dilaporkan mengalami malfungsi teknis dan terpaksa ‘dijatuhkan’ ke perairan dekat Pulau Maldo-Ri. (more…)

Selain beragam jenis rudal, roket dan bom udara, ranjau darat (permukaan) adalah amunisi yang jumlahnya melimpah, khususnya yang berasal dari peninggalan era Soviet. Ranjau darat yang dimaksud adalah TM-62, yang oleh Rusia dan Ukraina diupayakan untuk dapat dilepaskan oleh drone. (more…)

Kepemimpinan Cina dalam industri drone kembali dibuktikan pada 11 Desember 2025, di mana telah sukses penerbangan perdana prototipe drone terbesar di dunia, Jiu Tan, yang juga punya kemampuan sebagai drone kombatan plus aerial mothership yang mampu meluncurkan 100 unit drone kamikaze. (more…)