
Pasukan Bela Diri Darat Jepang (JGSDF) atau Angkatan Darat Jepang mempersembahkan teknologi inovatif, yakni self propelled untuk peperangan elektronik (electronic warfare/EW) laser berdaya tinggi 10 kW. Dikembangkan oleh Badan Akuisisi Pertahanan Jepang, sistem laser canggih ini menandai kemajuan signifikan dalam kemampuan senjata berenergi terarah – directed-energy weapon (DEW) Jepang. (more…)

Dinamika konflik secara langsung berimbas pada upaya yang harus dilakukan pabrikan Main Battle Tank (MBT), pasalnya MBT dapat menjadi pecundang dalam sebuah pertempuran bila tidak beradaptasi dengan tingkat ancaman yang berkembang. Dan ada kabar China North Industries Corporation (Norinco) yang memperkenalkan varian upgrade untuk MBT VT4. (more…)

Body boleh jadul, tapi sistem pertahanan boleh diadu! Inilah yang terjadi pada manufaktur asal Jerman, Rheinmetall yang dikabarkan baru saja melakukan instalasi salah satu sistem pertahanan udara termutakhir mereka di tank jadul asal Jerman, Main Battle Tank (MBT) Leopard 1. Upaya ini dilakukan sebagai salah satu langkah upgrade sistem pertahanan namun tetap ramah kocek.
(more…)

“No one single solution” dalam menghadapi perang asimetris, khususnya bagi kapal perang dalam menghadapi ancaman yang datang dari drone kamikaze udara (loitering munition) dan drone laut permukaan (USV) kamikaze. Dengan ukuran yang kecil, sistem radar harus mampu beraptasi untuk mendeteksi obyek yang dengan radar cross-section (RCS) yang begitu kecil. Selain tantangan pada kemampuan deteksi, ada lagi yang harus dicermati, apakah itu? (more…)

Kesadaran situasional (situasional awareness) sangat dibutuhkan oleh prajurit yang berada di garis depan peperangan, dalam konteks ancaman drone, teknologi anti drone sudah banyak ditawarkan, namun belum tentu produk yang paling canggih menjadi yang paling tepat untuk prajurit. Seperti prajurit Rusia di garis depan, justru lebih merasa ‘nyaman’ dengan mengandalkan konsol detektor berbentuk ala handy talky. (more…)

Kemunculan drone intai di suatu obyek vital tak bisa dihadapi dengan santuy, pun boleh jadi perlu waktu untuk mengeliminasi dengan teknik jamming, lantaran dibutuhkan pengaturan frekuensi yang pas. Nah, ada kabar dari Polandia yang memperkenalkan prototipe sistem hanud untuk menghadapi drone dengan tembakan dari senapan mesin berat (SMB). (more…)

Enam negara anggota NATO yang wilayahnya berbatasan dengan Rusia, diwartakan akan membangun ‘Drone Wall’ untuk Border Protection (Perlindungan Perbatasan). Enam negara NATO tersebut adalah Lithuania, Latvia, Estonia, Polandia, Finlandia, dan Norwegia, yang mana Drone Wall akan membentang dari Norwegia hingga Polandia. (more…)

Guna meladeni perang asimetris dengan pelibatan drone kamikaze dalam jumlah besar, maka hadirnya sistem hanud (pertahanan udara) yang efektif namun berbiaya murah telah menjadi tuntutan. Inggris dalam hal ini menjadi salah satu yang terdepan. Setelah uji coba DragonFire sukses dan rencana pemasangan di kapal perang Angkatan Laut pada tahun 2027, maka Angkatan Darat Inggris juga mengidamkan jenis senjata anti drone yang hemat ongkos. (more…)

Sebagai bagian dari sistem pertahanan udara berlapis, otoritas pertahanan udara Israel sejak lama telah menggunakan balon udara pengintai atau dikenal dengan sebutan Aerostat “Sky Dew” Low Level Airborne Ground Surveillance System. Dan belum lama ini ada kabar bahwa salah satu Sky Dew berhasil ditembak kempes dan jatuh ke permukaan oleh drone kamikaze yang diluncurkan milisi Hizbullah di Lebanon. (more…)

Pengamanan aset strategis sepertinya menjadi ‘masalah’ di Pangkalan Angkatan Laut (Naval Base) Yokosuka. Sebelumnya sebuah drone quadcopter milik warga negara Cina, diwartakan berhasil terbang mendekat dan mengambil rekaman video kapal induk helikopter Angkatan Laut Jepang JS Izumo DDH-183, menyiratkan kerentanan pada askep keamanan, dengan fakta begitu mudahnya serangan atau sabotase oleh pihak lawan. (more…)