Tampil perdana sebagai prototipe dalam Zhuhai Airshow 2022, kini sistem hanud (pertahanan udara) self propelled FK-3000, telah diperlihatkan secara resmi kepada publik, persisnya sistem hanud VSHORAD (Very Short Range Air Defence) ini terlihat dalam persiapan gladi resik parade militer, yang puncaknya akan dihelat di Beijing pada 3 September 2025 (peringatan Hari Kemenangan Perang melawan Jepang ke-80). (more…)
Guna menetrasilir serangan drone udara dan drone laut (Unmanned Surface Vehicle/USV) kamikaze dari Ukraina, pengembang pertahanan Rusia telah menciptakan jenis drone pencegat (interceptor drone) First Person View (FPV) Archangel. (more…)
Melanjutkan legacy sejak era Kekaisaran Rusia, kereta lapis baja (armored trains) sampai saat ini masih terus digunakan oleh militer Rusia. Sebagai negara dengan wilayah terbesar di dunia (±17 juta km²), jalur kereta api menjadi tulang punggung logistik militer karena bisa menjangkau ribuan kilometer dengan cepat, melewati berbagai medan, dari hutan taiga hingga stepa. Dan dalam perang yang intens menghadapi Ukraina, nama kereta tempur Yenisei, Volga dan Baikal, menjadi yang banyak diberitakan. (more…)
Setelah sukses melakukan uji coba pada pertengahan tahun 2023, perusahaan teknologi pertahanan asal Australia, Electro Optic Systems (EOS), dikabarkan telah mendapatkan pesanan ekspor sistem laser kontra-drone berenergi tinggi – high-energy laser system, ke suatu negara yang identitasnya dirahasiakan. Meski rahasia, EOS ‘menspill’ bahwa negara yang dimaksud adalah anggota NATO di Eropa. (more…)
Sistem senjata anti drone banyak ragamnya, dan belum lama ada kabar terbaru datang dari Swedia, yakni Angkatan Udara Swedia dan manufaktur pertahanan Saab, meluncurkan sistem senjata anti drone yang diberi label “Loke” counter-drone system. (more…)
Selain Helsing X-2, Jerman juga mengirimkan produk drone lain untuk berlaga di medan perang Ukraina. Drone yang dimaksud adalah Tytan yang dipersiapkan untuk menghadapi drone kamikaze Rusia. (more…)
Setelah diluncurkan pada bulan Mei lalu, Kementerian Pertahanan (Kemhan) Inggris pada 23 Desember 2024, mengumumkan suksesnya uji coba pertama kali Low Cost – Radio Frequency Directed Energy Weapon (RFDEW) dengan ‘menembak’ jatuh drone. Uji coba dilakukan personel Angkatan Darat Inggris (Royal Army), Low Cost RFDEW menjatuhkan target drone menggunakan energi terarah dari frekuensi radio. (more…)
Dengan penundaan pameran pertahanan Indo Defence 2024, maka fokus berita perkembangan industri militer di Asia Tenggara kini beralih ke Vietnam Defence Expo 2024 (19 – 22 Desember 2024) yang dihelat Bandara Gia Lam, Hanoi. Dari beragam alutsista yang dipamerkan, ada satu yang layak untuk dikupas, yaitu V-EMP/S High Powered Electromagnetic Pulse Countermeasure System. (more…)
Sistem anti drone dengan deteksi berbasis akustik sudah digunakan sejak beberapa waktu, sebut saja Ataka-Shorokh yang pernah diuji oleh Rusia. Namun ada yang unik dari “Sky Fortress”, diperkenalkan Ukraina pada pertengahan tahun ini, Sky Fortress adalah sistem deteksi drone real-time dengan memanfaatkan jaringan ribuan dari sensor akustik. (more…)
Batalyon Komunikasi dan Peperangan Elektronika-1 Marinir atau (Yonkomlek 1/Marinir) mendapat perkuatan dengan hadirnya alutsista baru. Seperti diperlihatkan saat Marinir Expo (17 November 2024) di Ksatriaan Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Yonkomlek 1 diperkuat dengan dua unit rantis (kendaraan taktis) Mobile EM Radar dan Command Center with EM Radar. (more…)