Pasca runtuhnya kesepakatan gencatan senjata antara Teheran dan Washington, kini Timur Tengah memasuki fase yang sangat mengkhawatirkan bagi militer Amerika Serikat. Laporan mendalam dari Wall Street Journal (WSJ) dan New York Times (NYT) mengungkap dampak mengerikan dari serangan rudal Iran yang menghantam Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania pada 17 Juli lalu. (more…)
Raksasa teknologi pertahanan asal Norwegia, Kongsberg Gruppen, membuktikan bahwa dinamika politik regional tidak menggoyahkan posisi mereka di pasar global. Di tengah pusaran isu negatif domestik terkait kebijakan pembatasan ekspor pemerintah Norwegia yang berujung pada pembatalan pesanan rudal anti kapal NSM (Naval Strike Missile) untuk Malaysia, kinerja finansial perusahaan ini justru mencatat lonjakan luar biasa. (more…)
Uji coba peluncuran rudal balistik dari kapal selam (Submarine-Launched Ballistic Missile/SLBM) Julang-2 (JL-2) oleh Angkatan Laut Cina (PLAN) pada 6 Juli 2026 berbuntut panjang. Jika sebelumnya riak protes datang dari kekuatan besar kawasan seperti Taiwan, kini gelombang kecaman keras datang serentak dari negara-negara kepulauan kecil di Samudera Pasifik. (more…)
Uji coba peluncuran rudal balistik dari kapal selam (Submarine-Launched Ballistic Missile/SLBM) oleh Angkatan Laut Cina (PLAN) ke Samudera Pasifik pada 6 Juli 2026 telah memicu gelombang kritik dan kecaman dari negara-negara di kawasan. (more…)
Berbeda dengan Iran yang memilih konfrontasi militer terbuka, Qatar menempuh jalur yang berbeda dalam menunjukkan sikap politiknya terkait eskalasi di Gaza. Melalui diplomasi ekonomi dan kekuatan finansial globalnya, negara kaya minyak ini baru saja mengambil langkah strategis yang mengejutkan panggung industri pertahanan Eropa. (more…)
Aturan tata kelola persenjataan global kembali menjadi sorotan pasca munculnya dinamika hukum internasional yang mengikat sistem rudal pertahanan udara (hanud) S-400 di Turki. Dilema terkait End-User Certificate (EUC) atau Sertifikat Pengguna Akhir ini membuktikan bahwa negara pembeli tidak memiliki kedaulatan mutlak atas alutsista yang telah mereka beli lunas. (more…)
Setelah mengalami pukulan telak akibat kegagalan mengamankan kontrak program pengadaan 12 unit kapal selam baru Kanada senilai 60 triliun won, industri galangan kapal utama Korea Selatan kini mengalihkan fokus strategis mereka ke pasar Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy). (more…)
Ambisi Beijing dalam memperkuat doktrin anti-access/area-denial (A2/AD) di kawasan Indo Pasifik terus berada pada level tertinggi. Kabar terbaru yang dihimpun dari citra satelit bertanggal 3 Juli melaporkan bahwa militer Cina kembali melakukan uji tembak rudal balistik yang menyasar target tiruan skala penuh (full-scale mock-up) dari kapal induk terbaru Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford, serta kapal perusak Arleigh Burke class. (more…)
Kemenangan raksasa galangan kapal asal Jerman, ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS), dalam mengamankan proyek Canadian Patrol Submarine Project menandai babak baru dalam hubungan geopolitik Trans Atlantik. Setelah berhasil menyisihkan pesaing ketatnya dari Korea Selatan, Hanwha Ocean Co. Ltd., perusahaan manufaktur papan atas asal Kiel ini kini mengemban tanggung jawab besar untuk merealisasikan proposal investasinya di Kanada. (more…)
Kabar mengejutkan datang dari industri pertahanan Eropa setelah proyek jet tempur generasi keenam Future Combat Air System (FCAS) resmi dibubarkan oleh Jerman dan Perancis. Kolapsnya megaproyek ini dipicu oleh perselisihan industri yang tak dapat ditahan antara Dassault Aviation selaku motor utama Perancis dan Airbus Defence and Space yang mewakili kepentingan Jerman dan Spanyol. (more…)