
Sistem anti drone dengan deteksi berbasis akustik sudah digunakan sejak beberapa waktu, sebut saja Ataka-Shorokh yang pernah diuji oleh Rusia. Namun ada yang unik dari “Sky Fortress”, diperkenalkan Ukraina pada pertengahan tahun ini, Sky Fortress adalah sistem deteksi drone real-time dengan memanfaatkan jaringan ribuan dari sensor akustik. (more…)

Batalyon Komunikasi dan Peperangan Elektronika-1 Marinir atau (Yonkomlek 1/Marinir) mendapat perkuatan dengan hadirnya alutsista baru. Seperti diperlihatkan saat Marinir Expo (17 November 2024) di Ksatriaan Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Yonkomlek 1 diperkuat dengan dua unit rantis (kendaraan taktis) Mobile EM Radar dan Command Center with EM Radar. (more…)

Pasukan Bela Diri Darat Jepang (JGSDF) atau Angkatan Darat Jepang mempersembahkan teknologi inovatif, yakni self propelled untuk peperangan elektronik (electronic warfare/EW) laser berdaya tinggi 10 kW. Dikembangkan oleh Badan Akuisisi Pertahanan Jepang, sistem laser canggih ini menandai kemajuan signifikan dalam kemampuan senjata berenergi terarah – directed-energy weapon (DEW) Jepang. (more…)

Dinamika konflik secara langsung berimbas pada upaya yang harus dilakukan pabrikan Main Battle Tank (MBT), pasalnya MBT dapat menjadi pecundang dalam sebuah pertempuran bila tidak beradaptasi dengan tingkat ancaman yang berkembang. Dan ada kabar China North Industries Corporation (Norinco) yang memperkenalkan varian upgrade untuk MBT VT4. (more…)

Body boleh jadul, tapi sistem pertahanan boleh diadu! Inilah yang terjadi pada manufaktur asal Jerman, Rheinmetall yang dikabarkan baru saja melakukan instalasi salah satu sistem pertahanan udara termutakhir mereka di tank jadul asal Jerman, Main Battle Tank (MBT) Leopard 1. Upaya ini dilakukan sebagai salah satu langkah upgrade sistem pertahanan namun tetap ramah kocek.
(more…)

“No one single solution” dalam menghadapi perang asimetris, khususnya bagi kapal perang dalam menghadapi ancaman yang datang dari drone kamikaze udara (loitering munition) dan drone laut permukaan (USV) kamikaze. Dengan ukuran yang kecil, sistem radar harus mampu beraptasi untuk mendeteksi obyek yang dengan radar cross-section (RCS) yang begitu kecil. Selain tantangan pada kemampuan deteksi, ada lagi yang harus dicermati, apakah itu? (more…)

Roketsan, manufaktur persenjataan dari Turki, tak hanya fokus pada produksi beragam jenis rudal, termasuk rudal anti kapal Atmaca untuk TNI AL, Roketsan juga mengembangkan sistem hanud (pertahanan udara) dengan teknologi hybrid, yakni menggabungkan antara elemen elektromagnetik dan laser untuk melawan ancaman asimetris, seperti drone kamikaze. Seperti belum lama ini Roketsan merilis video sistem hanud ALKA Directed Energy Weapon System (DEWS). (more…)

Menjadi salah satu kekuatan militer terbesar di muka Bumi, Rusia mengadopsi penggelaran sistem pertahanan udara berlapis dengan beragam jenis kanon dan rudal hanud. Namun menjadi pertanyaan, bagaimana cara pasukan artileri pertahanan udara (Arhanud) Rusia berlatih? Dengan penugasan yang tinggi dalam operasi militer yang sedang berlangsung, tentu menarik untuk menyimak bagaimana strategi pasukan Rusia berlatih guna menghadapi ancaman serangan udara, yang terbukti masif menjadi tantangan besar sampai detik ini. (more…)

Terlepas dari urusan politik, pengerahan armada kapal perang ke Laut Merah juga terkait dengan pamer kekuatan militer. Namun, apa yang terjadi pada armada kapal perang Angkatan Laut Jerman (Deutsche Marine) justru sebaliknya. Baru saja melenggang masuk ke Laut Hitam, kapal perang Jerman, frigat FGS Hessen F221 (Type 124 Sachsen class) malahan dibuat malu besar pada aksi yang dilakukan pada 28 Februari 2024. (more…)

Meski sebatas prototipe, namun penampilan ranpur Pindad Badak 6×6 dengan dummy kanon Rheinmetall Skyranger 30 pada Indo Defence 2022, telah menarik perhatian banyak kalangan, pasalnya secara konsep kanon reaksi cepat untuk SHORAD (Short Range Air Defence) tersebut ideal untuk dipasang pada ranpur 6×6 produksi dalam negeri. Serupa tapi tidak sama, rupanya konsep integrasi Skyranger 30 pada Badak 6×6 telah dilirik oleh angkatan bersenjata Austria. (more…)