Menjatuhkan atau menetralisir serangan drone mungkin tidak terlalu sulit, namun, yang menjadi tantangan terbesar adalah kemampuan untuk mendeteksi keberadaan drone itu pada tahap sedini mungkin. Deteksi dengan radar intai konvensional kadang tidak terlalu efektif karena ukuran done yang kecil dan terbang rendah. Untuk menyiasati kasus di atas, pasukan Rusia di Zona Operasi Khusus (Ukraina) akan diperkuat dengan 1.000 unit Yurka, yakni jenis detektor drone yang punya fitur canggih. (more…)
Dengan motif untuk menjajal kemampuan tempur dan meraih predikat battle proven, tak sedikit alutsista keluaran baru yang dikirim ke Ukraina. Salah satunya dalam kelompok tersebut adalah sistem hanud (pertahanan udara) kanon Rheinmetall Skynex dari ‘donasi’ dari Jerman. Tak kurang empat unit Rheinmetall Skynex telah dikirim Jerman sejak akhir 2022. Namun belum lama ada kabar yang kurang sedap, yakni salah satu Skynex telah menjadi korban serangan drone kamikaze Rusia. (more…)
Bila solusinya tidak pas, urusan menghancurkan atau menetralisir drone kamikaze bisa membuat operator boncos, sebut saja untuk mengancurkan drone kamikaze yang harganya ratusan dollar tapi dihancurkan dengan rudal hanud seharga ratusan ribu dollar. Mungkin dipadan efektif pada awal-awal, tapi untuk mengantisipasi serangan drone kamikaze yang berkelanjutan, maka dibutuhkan solusi persenjataan anti drone yang ideal. (more…)
Ketimbang rekor F-22 Raptor yang untuk pertama kalinya menembak jatuh sasaran berupa balon udara mata-mata Cina, maka rekor yang dibuat oleh F/A-18 E/F Super Hornet di Laut Merah lebih bergengsi. Sama-sama menembak jatuh wahana tanpa awak, F/A-18 Super Hornet Angkatan Laut AS dari kapal induk USS Dwight Eisenhower berhasil menembak jatuh kawanan drone kamikaze yang diluncurkan Houthi dari Yaman. (more…)
Apa yang selama ini dinantikan MBDA Missile Systems, akhirnya terealisasi, sebagai manufaktur rudal maka momen yang dinantikan adalah pembuktian kemampuan rudal yang dimaksud pada operasi yang sesungguhnya. Untuk pertama kalinya, rudal hanud Aster 15 dari frigat FREMM (Fregate Européenne Multi-Mission) Angkatan Laut Perancis “Languedoc” berhasil menembak jatuh drone kamikaze yang terbang dari arah Yaman. (more…)
Perang Rusia versus Ukraina telah melibatkan begitu banyak drone, dengan proyeksi belasan sampai puluhan ribu drone dalam berbagai jenis diproyeksikan telah dan akan terlibat dalam perang yang sudah berlangsung hampir dua tahun ini. Dengan ribuan drone yang beroperasi di angkasa, bukan perkara mudah bagi satuan artileri pertahanan udara untuk mengeliminasi drone di udara, pasalnya tak jarang drone ‘kawan’ menjadi korban salah tembak (friendly fire). (more…)
Main Battle Tank (MBT) Rusia dan Ukraina punya kesamaan dalam perang yang hampir berjalan dua tahun ini, yakni sama-sama ‘kenyang’ menghadapi serangan drone kamikaze (loitering munition). Menyadari bahwa perang mungkin akan masih berlanjut cukup lama, ada kabar bahwa MBT Rusia belum lama ini telah dilengkapi dengan sistem peperangan elektronik anti drone (counter-drone electronic warfare system) jenis baru. (more…)
Ketika Turki mencapai kemajuan dalam teknologi drone tempur (UCAV), seperti popularitas drone Bayraktar TB2 yang laris manis di pasar ekspor, maka Yunani sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Turki, rupanya tidak senang dengan kehadiran Bayraktar TB2. Kerap berseteru soal perbatasan, mendorong inovator dari Yunani menciptakan Minotaur anti drone laser system, atau yang juga disebut sebagai “Bayraktar TB2 Killer.” (more…)
MSI Defense Systems Ltd, manufaktur persenjataan dari Inggris, di Indonesia dikenal sebagai pemasok kanon Seahawk pada beberapa kapal patroli PC-40M TNI AL, namun, selain memasok kanon untuk kapal perang permukaan, MSI Defense juga memproduksi sistem pertahanan udara terintegrasi modular mobile yang disebut Terrahawk Paladin. (more…)
Komar 3M47-03E ship-based missile system (versi lama)
Serangan drone laut (USV) dan drone udara (UAV) kamikaze, tak pelak menjadi perhatian tersendiri bagi Armada Laut Hitam Rusia, terlebih bagi kapal patroli berukuran kecil dan kapal angkut/logistik yang tidak dipersenjatai secara memadai untuk menghadapi serangan dari dua jenis drone tersebut. Berangkat dari masalah yang dihadapi di depan mata, RATEP, bagian dari Almaz Antey Air and Space Defence Corporation, meluncurkan versi upgrade dari sistem pertahanan udara (hanud) Komar 3M47-03E. (more…)