
Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) melalui Army Contracting Command di Redstone Arsenal secara resmi mengumumkan pemberian kontrak senilai US$502 juta kepada Lockheed Martin Corp pada 8 Juli 2026. (more…)

Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) melalui Army Contracting Command di Redstone Arsenal secara resmi mengumumkan pemberian kontrak senilai US$502 juta kepada Lockheed Martin Corp pada 8 Juli 2026. (more…)

Program pengembangan drone tanker berbasis kapal induk pertama milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy), Boeing MQ-25A Stingray, kembali mencatatkan momentum penting. Pesawat tanpa awak ini sukses menyelesaikan uji terbang krusial keduanya yang difokuskan pada pengujian sistem roda pendaratan di udara (airborne landing gear test). (more…)

Sebuah foto terbaru yang beredar di jagat maya memperlihatkan pencapaian krusial bagi kekuatan udara armada kapal induk Angkatan Laut Cina (PLAN). Untuk pertama kalinya, jet tempur berbasis kapal induk Shenyang J-15T Flying Shark tertangkap kamera berhasil lepas landas dengan membawa persenjataan berat berupa empat unit rudal anti kapal (anti-ship missile) YJ-83K sekaligus. (more…)

Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) bersiap menjadi salah satu pemilik jaringan satelit terbesar di planet ini, tepat di bawah posisi Starlink milik Elon Musk. Berlin menargetkan peluncuran hingga 1.200 satelit ke orbit rendah bumi (Low Earth Orbit/LEO) pada tahun 2030. (more…)

Setelah mengalami pukulan telak akibat kegagalan mengamankan kontrak program pengadaan 12 unit kapal selam baru Kanada senilai 60 triliun won, industri galangan kapal utama Korea Selatan kini mengalihkan fokus strategis mereka ke pasar Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy). (more…)

Dalam pergeseran strategi militer Eropa paling masif selama beberapa dekade terakhir, Jerman secara resmi telah mencapai kesepakatan mercusuar dengan Amerika Serikat untuk membeli dan menempatkan rudal jelajah jarak jauh legendaris, Tomahawk, di wilayah domestiknya. (more…)

Langkah Australian Defence Force (ADF) yang menguji coba prototipe sistem pertahanan udara berbasis darat menggunakan rudal Standard Missile-2 (SM-2) memicu pertanyaan menarik di kalangan pengamat militer global. Mengapa Canberra lebih memilih mengembangkan sistem mandiri berbasis rudal hanud kapal perang tersebut ketimbang membeli MIM-104 Patriot—yang notabene adalah sistem hanud dan rudal paling populer buatan AS yang telah teruji dalam berbagai medan laga? (more…)

Hanya berselang beberapa hari setelah uji coba rudal balistik berbasis kapal selam (Submarine Launched Ballistic Missile/SLBM) oleh Cina di Pasifik Selatan, otoritas pertahanan Australia langsung mengambil langkah responsif. Australian Defence Force (ADF) merilis rekaman video dari uji coba sistem pertahanan udara berbasis darat mereka, sebuah momentum yang dinilai sebagai jawaban langsung terhadap unjuk kekuatan Beijing. (more…)

Di tengah intensitas tinggi operasi militer yang terus bergulir, korporasi negara Rusia, Rostec, melalui United Aircraft Corporation (UAC) resmi menyerahkan batch terbaru jet tempur multiperan Sukhoi Su-30SM2 dan pembom tempur (fighter bomber) Su-34 kepada Kementerian Pertahanan Rusia. (more…)

Setelah sukses membawa sistem Airborne Early Warning and Control (AEW&C) Netra Mk1 berbasis jet regional Embraer ERJ-145 hingga meraih izin tempur akhir, Angkatan Udara India (IAF) kini bersiap melakukan lompatan teknologi yang jauh lebih besar. Melalui Defence Research and Development Organisation (DRDO), India tengah mempercepat pengembangan varian terbaru yang diberi kode Netra Mk2 di bawah program AWACS India. (more…)