Krisis Kesiapan Tempur, Seluruh Kapal Selam Nuklir Astute Class Inggris Dilaporkan Absen Operasional

Kabar mengejutkan datang dari kekuatan pemukul bawah air Angkatan Laut Imperium Inggris (Royal Navy). Menurut laporan terbaru yang dirilis oleh media pertahanan global, Royal Navy saat ini berada dalam kondisi rentan yang mengkhawatirkan setelah dilaporkan tidak memiliki satu pun kapal selam serang bertenaga nuklir (SSTN) dari Astute class yang berada dalam status siap tempur (combat-ready).

Baca juga: Ngeri, Kapal Selam Nuklir Inggris HMS Vanguard, Gunakan “Superglue” untuk Perbaikan Reaktor Nuklir

Seluruh unit dari armada kapal selam mutakhir ini dikabarkan tengah menjalani berbagai fase perawatan teknis berkala, perbaikan kerusakan mendadak di galangan, atau sedang tertahan dalam fase uji coba pasca-perawatan.

Absennya seluruh armada Astute class secara bersamaan dari garis depan operasional ini memicu alarm bahaya di Whitehall, mengingat armada jajaran ini merupakan tulang punggung utama London dalam menggelar proyeksi kekuatan bawah laut sekaligus mengawal gugus tempur kapal induk dan kapal selam rudal balistik strategis (SSBN) Vanguard class milik mereka di tengah meningkatnya aktivitas armada bawah air Rusia di Atlantik Utara.

Melihat signifikansi perannya, Astute class sejatinya diakui sebagai salah satu mahakarya tercanggih dalam jagat teknologi kapal selam dunia. Sejarah pengembangan kelas ini dimulai pada akhir dekade 1980-an di bawah program Batch 2 Trafalgar Class (B2TC), yang kemudian bertransformasi menjadi proyek mandiri pada tahun 1990-an untuk menggantikan peran kapal selam nuklir Swiftsure dan Trafalgar class.

Kontrak pembangunan fisik dipercayakan penuh kepada galangan kapal legendaris BAE Systems Marine (sekarang BAE Systems Submarines) di Barrow-in-Furness. Kapal pertama, HMS Astute (S119), resmi dipesan pada tahun 1997 dan mulai masuk kedinasan operasional pada tahun 2010. Hingga saat ini, Royal Navy telah mengoperasikan lima unit kapal selam dari kelas ini—termasuk HMS Ambush, HMS Artful, HMS Audacious, dan HMS Anson—dari total rencana pemenuhan tujuh unit kapal selam yang dijadwalkan rampung pada akhir dekade ini.

Astute class merupakan monster bawah laut berdimensi masif dengan bobot perpindahan mencapai 7.400 ton saat menyelam di bawah permukaan air. Memiliki panjang total 97 meter, lebar 11,3 meter, dan sarat air (draft) sedalam 10 meter, kapal selam serang ini ditenagai oleh satu unit reaktor nuklir Rolls-Royce PWR2 (Pressurised Water Reactor) yang dikombinasikan dengan dua turbin gas Alstom.

Jantung pacu nuklir generasi terbaru ini memberikan keunggulan logistik yang masif, di mana reaktor inti dari Astute-class dirancang untuk tidak perlu melakukan pengisian ulang bahan bakar nuklir (refuelling) sepanjang masa pakai 25 tahun operasionalnya. Sistem propulsi jet pompa (pump-jet) yang diusungnya mampu mendorong kapal ini melesat hingga kecepatan maksimum di atas 30 knot saat menyelam, sekaligus mampu memproduksi oksigen dan air tawar sendiri secara mandiri yang membuatnya secara teoretis bisa menjelajahi dunia tanpa perlu muncul ke permukaan.

Bicara soal daya pukul, kompartemen haluan Astute class dibekali dengan enam tabung peluncur torpedo kaliber 533 mm. Kapal selam ini mampu membawa kapasitas muatan hingga 38 unit senjata kombinasi di dalam magasennya. Tulang punggung persenjataan utamanya mengandalkan torpedo berat berpemandu kabel Spearfish yang mematikan untuk pertempuran kontra-kapal selam (ASW) dan kapal permukaan (ASUW).

Selain itu, untuk misi serangan darat jarak jauh (land-attack), Astute-class mengintegrasikan rudal jelajah taktis Tomahawk Block IV (TLAM) kiriman Amerika Serikat, yang mampu menghantam target darat secara presisi dari jarak hingga 1.600 kilometer. Kombinasi persenjataan ofensif ini membuat kelas Astute tidak hanya menjadi predator yang ditakuti di laut lepas, melainkan juga instrumen penggetar strategis regional yang sangat fleksibel.

Keunggulan mutlak yang membuat Astute class dinobatkan sebagai salah satu kapal selam serang terbaik di dunia terletak pada tingkat kesenyapannya yang ekstrem serta keunggulan sensor indranya. Lambung kapal dilapisi oleh lebih dari 39.000 ubin anekoik (anechoic tiles) khusus yang mampu menyerap gelombang sonar aktif musuh sekaligus meredam kebisingan internal, membuat tanda akustiknya lebih senyap daripada seekor lumba-lumba.

Di sektor indra penciuman bawah air, jajaran kapal selam ini mengintegrasikan sistem sonar Thales Sonar 2076, sebuah paket sonar busur akustik terintegrasi termaju yang diklaim memiliki kemampuan pemrosesan data luar biasa hingga mampu mendeteksi pergerakan kapal musuh dari jarak ratusan mil laut.

Sayangnya, segala keunggulan teknologi mutakhir dan daya pukul mematikan tersebut kini harus lumpuh sementara di darat akibat isu manajemen pemeliharaan galangan, menyisakan pekerjaan rumah yang berat bagi Royal Navy untuk segera memulihkan taring bawah air mereka.(Bayu Pamungkas)

Australia Batal Beli Kapal Selam Nuklir Baru dan Pilih Borong 3 Unit Virginia Class Bekas Pakai

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *