Saab Sukses Uji Tempur Udara BVR Berbasis AI pada Jet Tempur Gripen E

Manufaktur kedirgantaraan asal Swedia, Saab, menorehkan rekor baru dalam pengembangan teknologi penerbangan tempur masa depan. Saab sukses menguji sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kreasi internalnya yang secara otonom mengendalikan jet tempur Gripen E dalam simulasi pertempuran udara jarak jauh (Beyond Visual Range/BVR).
Baca juga: Buatan Embraer, Jet Tempur F-39 Gripen E Produksi Lokal Brasil Sukses Terbang Perdana
Uji terbang ini mengonfirmasi keunggulan arsitektur avionik software-defined milik Gripen E yang mampu menjalankan aplikasi kendali penerbangan otonom langsung pada platform operasional tanpa mengganggu atau merombak sistem kendali keselamatan penerbangan utama.
Uji coba ini merupakan kelanjutan dari program Project Beyond yang digulirkan sejak pertengahan 2025. Pada tahap awal, Saab berkolaborasi dengan perusahaan AI asal Jerman, Helsing, untuk mengintegrasikan AI agent Centaur pada Gripen E guna menghadapi jet tempur Gripen D yang dikemudikan pilot manusia. Namun, dalam pengujian terbaru ini, Saab telah menggunakan AI agent, lingkungan simulasi, dan perangkat lunak pendukung yang sepenuhnya dikembangkan secara mandiri melalui fasilitas AI Fighter Pilot Academy.
Fasilitas ini telah mengumpulkan jutaan jam simulasi penerbangan untuk melatih AI dalam mengkalkulasi dinamika pertempuran BVR yang sangat kompleks, mulai dari pemetaan posisi lawan, manuver cranking untuk menjaga kuncian radar, hingga gerakan mengelak (notching) dari ancaman rudal musuh seperti Meteor atau AIM-120 AMRAAM.
Saab has flight-tested a new in-house developed artificial intelligence system on a Gripen E, to successfully conduct a beyond-visual-range (BVR) interception. #aviation #ai https://t.co/0JjghL1WjD
— Enoch 🇸🇪 🇳🇱 🇩🇪 🇬🇧 | Life schools all fools (@EnokSjuttio) November 4, 2026
A company called Helsing tested its AI unscrewed piloting system with a Gripen Fighter Jet.
🚨The AI piloting system achieved the equivalent of a million flight hours in just 72 hours of simulated learning🚨
Fully autonomous fighter jets could be operational within years. https://t.co/d3SLfzTkqt
— Bricktop_NAFO (@Bricktop_NAFO) July 10, 2025
Keberhasilan integrasi ini tak lepas dari desain avionik Gripen E yang memisahkan aplikasi misi dari fungsi kendali penerbangan keselamatan. Diperkuat mesin General Electric F414-GE-39E, radar AESA ES-05 Raven, sensor pasif IRST Skyward-G, serta sistem perang elektronik Arexis, Gripen E mampu memasok data sensor secara real-time kepada AI agent untuk mengeksekusi manuver taktis secara presisi.
Langkah itu sejalan dengan investasi besar Badan Materi Pertahanan Swedia (FMV) dan dukungan superkomputer Sferical AI berbasis NVIDIA GB300 di Linköping. Ekosistem ini dibangun untuk mendukung riset jet tempur generasi penerus serta pengembangan drone tempur otonom seperti konsep A3-001.
Diuji dengan “Otak” AI, Dassault Siapkan Lompatan Teknologi Jet Tempur Rafale Perancis
Meski AI agent terbukti andal dalam memperpendek siklus pengambilan keputusan (OODA loop) dan mengendalikan pesawat saat pertempuran jarak jauh, Saab menegaskan bahwa teknologi ini tidak dirancang untuk menggantikan peran pilot manusia.
Sepanjang rangkaian uji coba, AI hanya mengambil alih kendali manuver taktis, sementara otorisasi penembakan senjata dan keputusan komando utama tetap berada di tangan pilot. Ke depan, kecerdasan buatan ini diproyeksikan untuk memangkas beban kerja (workload) pilot dalam mengolah data sensor yang masif sekaligus memandu kawanan drone pendamping (Loyal Wingman) di medan tempur. (Gilang Perdana)
Cetak Sejarah Dunia, Ratu Suthida Sukses Terbangkan Jet Tempur Gripen Solo di Surat Thani


