Unmanned Aviation Technology Development 2026: Kim Jong Un Pamerkan Supremasi Teknologi Drone dan AI

Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, menegaskan komitmen Pyongyang untuk merebut supremasi penuh dalam penguasaan teknologi drone dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna menghadapi dinamika perang modern yang terus berubah.

Baca juga: Ambisi Drone Kamikaze Korea Utara: Dari Jalur Produksi Massal Hingga Doktrin Perang Asimetris

Ketegasan tersebut disampaikan Kim saat menghadiri dan menginspeksi langsung pameran “Unmanned Aviation Technology Development-2026”, sebuah ajang pamer kekuatan alutsista tak berawak yang menampilkan berbagai jenis pesawat tanpa awak (UAV) taktis hingga strategis.

Berdasarkan laporan kantor berita resmi KCNA (Korean Central News Agency), pameran dan uji coba tersebut memamerkan jajaran drone kamikaze (suicide attack drones), drone serbaguna peluncur rudal udara-ke-darat, rudal jelajah, hingga lini anyar rancangan flying-wing untuk misi tempur stealth.

Puncak acara diwarnai dengan demonstrasi daya tembak (firepower demo) secara langsung di mana drone kamikaze dan rudal jelajah berhasil menghantam target berupa pulau dengan klaim akurasi 100 persen. Tak hanya itu, uji coba ini juga menandai debut perdana sistem peluncur roket multipel (MLRS) kaliber 600 mm berjuluk “Sniper”.

Langkah pembuktian kekuatan armada UAV ini berlangsung bertepatan dengan mendidihnya tensi keamanan di Semenanjung Korea. Kepala Staf Gabungan (JCS) Korea Selatan mendeteksi peluncuran sekitar satu lusin rudal balistik jarak pendek dari kawasan Wonsan ke arah Laut Timur (Laut Jepang) dengan jarak jelajah sekitar 250 kilometer. Peluncuran masif ini terjadi di tengah eskalasi konflik perbatasan terkait insiden ledakan ranjau darat di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang melukai prajurit Korea Selatan, serta kembalinya gertakan perang psikologis melalui pengeras suara propaganda di area perbatasan.

Pengembangan teknologi tak berawak dan integrasi pemandu AI yang kian gencar dipamerkan Korea Utara—seperti pada sistem torpedo berpandu presisi serta rudal hipersonik jelajah menengah—menegaskan doktrin Kim Jong Un bahwa perdamaian sejati hanya dapat dijamin melalui kekuatan militer mutlak. Momen unjuk kekuatan ini menjadi sinyal kuat bagi Washington dan Seoul bahwa Pyongyang terus memodernisasi persenjataan asimetrisnya di tengah stagnasi diplomasi nuklir global. (Bayu Pamungkas)

Korea Utara Uji Coba Zam-2.0: Torpedo dengan Teknologi Supercavitation dan Kecerdasan Buatan

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *