AMX-13 Alacran: Di Tangan Peru, Tank Ringan Legendaris Tua Dibekali Rudal Anti Tank Kornet-E

AMX-13, tank ringan buatan Perancis yang dirancang pada penghujung dekade 1940-an, dikenal luas sebagai salah satu armada lapis baja paling sukses dan banyak diekspor ke berbagai penjuru dunia, selain dioperasikan dalam jumlah besar oleh Indonesia, populasi AMX-13 di Amerika Latin juga cukup signifkan.
Baca juga: Steyr SK-105 Kürassier – ‘Kembaran’ Tank Ringan AMX-13, Sempat Diuji Coba di Indonesia
Memasuki era modern ketika tank-tank konvensional berkaliber meriam lama mulai kewalahan menghadapi ancaman kendaraan tempur lapis baja berat modern, Angkatan Darat Peru (Ejército del Peru) memilih jalan keluar yang inovatif sekaligus pragmatis. Melalui program modernisasi unik bertajuk Alacran, Peru menyulap chassis tank ringan legendaris ini menjadi kendaraan pembunuh tank (tank destroyer) mematikan dengan melengkapinya menggunakan sistem peluncur rudal anti-tank terpadu Kornet-E buatan Rusia.
Secara historis, Peru merupakan salah satu operator setia tank AMX-13 dengan mengoperasikan puluhan unit dalam varian meriam 75 mm dan 105 mm, di mana seiring berjalannya waktu, meriam konvensional pada kubah berayun (oscillating turret) aslinya dinilai kurang relevan untuk menghadapi doktrin pertempuran anti-lapis baja kontemporer.
Untuk memperpanjang masa pakai (service life extension) dari platform kendaraan yang andal ini tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam untuk pengadaan tank tempur utama baru yang mahal, militer Peru menginisiasi proyek Alacran dengan mencopot atau memodifikasi turret konvensional tersebut secara drastis guna mengintegrasikan sistem peluncur rudal anti-tank berpemandu (Anti-Tank Guided Missile/ATGM) 9M133 Kornet-E yang mampu melumpuhkan MBT modern musuh dari jarak jauh.
Peruvian AMX-13 Alacrán which mounts a triple set of Kornet-E ATGMs https://t.co/c1UMzQkyWL
— MiniArmsDealer (@AdeptusArkain) October 18, 2026
Aspek paling mencolok dari varian AMX-13 Alacran Peru ini adalah pemasangan peluncur rudal bergaya triple set pada instalasi turret khusus, yang memungkinkan awak kendaraan untuk menyiagakan dan menembakkan beberapa rudal Kornet-E secara beruntun tanpa harus segera keluar kendaraan untuk melakukan reload manual di tengah situasi pertempuran aktif.
Rudal Kornet-E sendiri merupakan sistem ATGM generasi lanjut yang menggunakan pemandu sinar laser semi-otomatis (Semi-Automatic Command to Line-Of-Sight/SACLOS), dengan keunggulan teknis meliputi jangkauan operasional sejauh 100 meter hingga 5.000 meter, hulu ledak tandem HEAT (High-Explosive Anti-Tank) yang dirancang khusus untuk menembus lapisan baja tebal berlapis Reactive Armor (ERA), serta tingkat akurasi tinggi terhadap titik sasaran statis maupun bergerak.
Kornet-EM: Generasi Baru Rudal Anti Tank Berpresisi Tinggi Rusia
Meskipun usia rancangan dasar sasis AMX-13 sudah mendekati delapan dekade, kombinasi mobilitas tinggi, bobot yang relatif ringan sekitar 14,5 ton, serta paduan mesin diesel yang handal membuat platform ini sangat lincah di berbagai medan geografis Peru mulai dari wilayah pesisir, pegunungan Andes, hingga perbatasan.
Melalui program Alacran dan adopsi rudal Kornet-E triple set, Peru berhasil memaksimalkan aset pertahanan yang ada secara efisien, membuktikan bahwa platform militer klasik tetap dapat bertransformasi menjadi sistem senjata pemukul yang sangat ditakuti di medan modern sekaligus menjadi salah satu inovasi lapangan paling ikonik dalam sejarah operasional keluarga kendaraan lapis baja AMX-13 di dunia. (Gilang Perdana)
Untuk Marinir, Rusia Luncurkan Ranpur BT-3F Varian Self Propelled Anti Tank (Kornet-E)


