Korea Utara Uji Coba Zam-2.0: Torpedo dengan Teknologi Supercavitation dan Kecerdasan Buatan

Kantor berita Korean Central News Agency (KCNA) mengumumkan keberhasilan uji coba sistem senjata terbaru Korea Utara yang dinamai Zam-2.0. Uji coba yang dilangsungkan pada pertengahan Oktober 2026 ini bukan sekadar unjuk kekuatan konvensional, melainkan sebuah langkah agresif Pyongyang dalam mengawinkan teknologi peluncuran bawah air dengan algoritma kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta sistem propulsi berkecepatan tinggi.

Baca juga: Pengiriman MK48 Tertunda, Taiwan Terpaksa ‘Pasrah’ Andalkan Torpedo SUT Jerman Berusia 40 Tahun

Berdasarkan laporan resmi yang dirilis, pengembangan sistem propulsi dan pendorong torpedo ini telah melalui lebih dari 180 kali serangkaian uji teknis yang intensif selama kurun waktu lima tahun terakhir, menandakan keseriusan rezim pimpinan Kim Jong Un dalam merombak kapabilitas armada tempur lautnya.

Sorotan utama dari senjata baru ini terletak pada klaim penggunaan teknologi supercavitation yang mendasari sebutan torpedo berkecepatan tinggi atau super-speed. Dalam ilmu fisika dan dinamika fluida militer, supercavitation bekerja dengan cara menciptakan selubung atau gelembung gas buatan di sekeliling badan torpedo saat meluncur di dalam air.

Dengan meminimalkan hambatan gesekan air secara drastis—karena bodi senjata sebagian besar bergerak di dalam kantung gas alih-alih air—torpedo ini mampu menembus batas kecepatan sonik bawah air yang biasanya menjadi hambatan bagi torpedo konvensional, sekaligus memberikan waktu reaksi yang sangat minim bagi kapal perang musuh untuk menghindar.

Kehadiran potensi kecepatan ekstrem ini ditengarai kuat oleh para analis intelijen militer tidak lepas dari sokongan dan transfer teknologi dari Rusia, yang memiliki rekam jejak panjang dalam penguasaan supercavitation melalui torpedo legendaris VA-111 Shkval, di mana kerja sama pertahanan dan pertukaran teknologi antara Pyongyang dan Moskow memang bergerak semakin erat belakangan ini.

Potensi kecepatan luar biasa tersebut kemudian disempurnakan dengan penyematan teknologi AI pada sistem pemrosesan sensor akustik dan pemanduan mandiri (guidance). Kehadiran AI difungsikan untuk membantu sistem sonar dalam membaca situasi taktis secara akurat, mengenali target utama, serta menyaring berbagai umpan tipuan (decoy) atau gangguan lingkungan laut yang kerap dikerahkan oleh kapal perusak modern.

Supercavitation – Teknologi Dibalik Kecepatan Super Torpedo Shkval Rusia

Sementara itu, terkait platform pembawanya, para pengamat menduga bahwa senjata strategis ini dirancang khusus untuk dioperasikan dari jajaran armada kapal selam modern Korea Utara. Peluncuran uji coba Zam-2.0 sendiri berlangsung hanya berselang sehari setelah Pyongyang menguji coba dua jenis rudal jelajah strategis dari kapal selam kelas 3.000 ton di Laut Timur, serta di tengah proyek ambisius pembangunan kapal selam bertenaga nuklir.

Kombinasi antara daya dobrak kecepatan supercavitation dan otonomi pemrosesan target berbasis AI ini dinilai dipersiapkan untuk mengincar kapal-kapal permukaan bernilai tinggi (capital ships) milik Angkatan Laut Korea Selatan dan Amerika Serikat, sekaligus menjadi babak baru eskalasi perlombaan teknologi pertahanan bawah air di kawasan Semenanjung Korea. (Bayu Pamungkas)

Uji Tembak Dua Rudal Jelajah dari Kapal Selam ‘Hero Kim Kun Ok’, Korea Utara Perkuat Deterens Nuklir Bawah Air

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *