Hemat Logistik, Kanon Hanud ZAK-30 Citadel Rusia Diklaim Jauh Lebih Sedikit Habiskan Amunisi Per Target

Citadel

Konglomerat pertahanan Rusia, Rostec, mengungkapkan bahwa sistem pertahanan udara (hanud) jarak dekat (VSHORAD) teranyar mereka, ZAK-30 Citadel, mencatatkan tingkat konsumsi amunisi yang jauh lebih hemat dalam memusnahkan target drone musuh dibanding sistem artileri anti pesawat standar.

Baca juga: Unjuk Gigi Alutsista Battle Proven, Rusia Boyong Sistem Drone dan Artileri Canggih ke ADEX 2026

Berdasarkan laporan kantor berita TASS yang merujuk pada keterangan resmi Rostec, efisiensi penembakan ini bisa mencapai beberapa kali lipat lebih sedikit dalam menghabiskan butir peluru per satu target hancur (kill). Keunggulan tersebut berakar dari integrasi sistem kendali tembakan (fire control system) canggih yang dipadukan dengan amunisi pintar berpenyulut jarak dekat (programmable proximity-fuzed shrapnel shells).

ZAK-30 Citadel merupakan sistem artileri otomatis dengan kaliber 30 mm yang dirancang khusus untuk memberikan perlindungan penuh selama 24 jam bagi instalasi militer maupun infrastruktur strategis statis dari ancaman masif multicopter dan drone bersayap tetap (fixed-wing).

Rostec menegaskan bahwa efektivitas tempur sistem ini telah teruji langsung di medan pertempuran nyata—merujuk pada pengalaman operasional militer Rusia dalam konflik di Ukraina. Masalah akut mahalnya biaya logistik pertahanan udara, di mana militer kerap terpaksa menghabiskan rudal berharga mahal untuk menjatuhkan drone murah, dijawab oleh Citadel melalui otomatisasi kanon berbiaya operasional rendah.

Rusia Luncurkan Kanon Kontra Drone ZAK-30 Citadel dengan Amunisi Airburst

Dalam mekanisme kerjanya, sistem kendali tembakan Citadel secara mandiri mengidentifikasi, melacak, dan mengalkulasi titik intersepsi optimal berdasarkan lintasan terbang target. Sistem pemandu ini memprogram setiap butir peluru secara nirkabel sesaat sebelum melesat keluar laras agar meledak tepat di jalur terbang target. Hasilnya, amunisi akan menciptakan awan pecahan fragmen (shrapnel) mematikan yang merontokkan bodi drone tanpa memerlukan hantaman fisik langsung (direct hit).

Guna mendukung akurasi tinggi, ZAK-30 Citadel dibekali perangkat sensor saluran ganda (dual-channel sensor package) yang mengombinasikan optik visual, inframerah (IR) untuk melacak jejak panas (thermal signature) motor drone di cuaca buruk atau malam hari, serta radar taktis.

Dari segi spesifikasi tempur, sistem ini memiliki jarak deteksi hingga 2.000 meter untuk drone fixed-wing dan 1.000 meter untuk multicopter, dengan jarak tembak efektif antara 1.000 hingga 1.300 meter serta kapasitas magasin sebanyak 250 butir peluru.

Seluruh siklus operasional Citadel—mulai dari deteksi, pelacakan, hingga eksekusi penghancuran—dibuat sepenuhnya otomatis guna mengimbangi kecepatan reaksi ancaman udara nirawak modern.

Dengan tingkat otomatisasi tinggi dan kemampuannya yang mudah diintegrasikan ke dalam arsitektur pertahanan udara berlapis (layered air defense), ZAK-30 Citadel mempertegas pergeseran doktrin hanud Rusia menuju solusi penangkalan drone yang ekonomis, presisi, dan mematikan di garis depan. (Gilang Perdana)

Kejutan! Pasukan Rusia Gunakan Toyota ‘Humvee’ HMV yang Dipasangi Kanon Hanud ZU-23-2

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *