Uji Tembak Dua Rudal Jelajah dari Kapal Selam ‘Hero Kim Kun Ok’, Korea Utara Perkuat Deterens Nuklir Bawah Air

Kantor Berita Korea Utara, KCNA, melaporkan bahwa Pyongyang telah sukses melakukan uji tembak dua jenis rudal jelajah strategis yang dirancang khusus untuk diluncurkan dari kapal selam di wilayah perairan timurnya pada 14 Oktober 2026.

Baca juga: Misteri Tenggelamnya Ursa Major: Benarkah Rusia Kirim Reaktor Nuklir untuk Kapal Selam Korea Utara?

Media pemerintah mendeskripsikan rudal-rudal tersebut sebagai senjata “strategis”, sebuah nomenklatur mendasar dalam doktrin militer Korea Utara yang secara kuat mengindikasikan bahwa sistem senjata ini disiapkan untuk membawa hulu ledak nuklir taktis.

Menurut otoritas setempat, pengujian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan operasional terkini dari sistem tempur bawah air Angkatan Laut Korea Utara (KPN), meningkatkan kemampuan armada laut dalam menjalankan misi strategis, serta membuktikan keandalan daya tangkal nuklir nasional di tengah meningkatnya ketegangan regional.

Mengenai platform peluncur dan jenis amunisi yang digunakan, uji coba taktis di Laut Jepang ini memanfaatkan kapal selam serang diesel-elektrik Sinpo-C class dengan label Hero Kim Kun Ok, yang kini telah berada dalam dinas aktif (active service) Angkatan Laut Korea Utara.

Kapal selam tersebut diperlengkapi dengan kompartemen tabung peluncur vertikal (vertical launch system/VLS) khusus di bagian sail (conning tower) untuk menembakkan rudal. Berdasarkan dokumentasi visual yang dirilis, rudal-rudal jelajah tersebut ditembakkan saat kapal selam berada dalam posisi mengapung di permukaan air (surface launch), sebuah metode uji yang lazim ditempuh pada tahap awal untuk memvalidasi kestabilan sistem peluncuran vertikal sebelum diuji dalam kondisi terendam penuh.

Adapun dua jenis rudal jelajah berbasis kapal selam (Submarine-Launched Cruise Missile/SLCM) yang diuji coba mengacu pada varian rudal jelajah strategis generasi baru yang dirancang mampu terbang sangat rendah mengikuti kontur medan (terrain-following) untuk menghindari deteksi radar lawan.

Uji coba dua rudal jelajah bawah air ini menghadirkan tantangan keamanannya tersendiri bagi sekutu AS di Asia Timur karena berbeda secara mendasar dari rudal balistik yang meluncur mengikuti lintasan parabola berkecepatan tinggi, di mana rudal jelajah terbang rendah memanfaatkan dorongan mesin jet sepanjang fase penerbangannya sehingga sangat sulit diendus oleh jaringan radar pertahanan udara berbasis darat maupun laut. (Bayu Pamungkas)

Kejutan! Korea Utara Luncurkan Kapal Selam Diesel yang Mampu Luncurkan Rudal Balistik

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *