Diistimewakan AS, Australia Terima Gelombang Kedua Peluncur HIMARS Lebih Cepat Dua Tahun

Angkatan Darat Australia (Australian Army) telah menerima gelombang kedua sistem peluncur roket M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) dari Amerika Serikat. Pengiriman alutsista buatan Lockheed Martin ini berhasil direalisasikan dua tahun lebih cepat dari jadwal semula, hanya berjarak satu tahun setelah penerimaan gelombang pertamanya.

Baca juga: Lockheed Martin Umumkan Pengiriman Unit Ke-750 M142 HIMARS, Kapasitas Produksi Kini 96 Peluncur per Tahun

Percepatan ini menjadi pendorong signifikan bagi modernisasi kekuatan tembak jarak jauh Australia di tengah dinamika keamanan kawasan Indo-Pasifik.

Unit-unit peluncur HIMARS tambahan tersebut dialokasikan untuk memperkuat regimen tembak jarak jauh yang berbasis di Adelaide, di bawah naungan 10th Fires Brigade. Berdasarkan persetujuan penjualan alutsista (Foreign Military Sales/FMS) dari Departemen Luar Negeri AS, Australia total memesan hingga 42 unit peluncur M142 HIMARS—yang terdiri dari pesanan awal 20 unit pada tahun 2022 dan penambahan 22 unit pada tahun 2023.

Pemerintah Australia merencanakan pengoperasian hingga 90 unit peluncur HIMARS yang terbagi ke dalam dua resimen penuh (masing-masing regimen membawahi beberapa baterai tempur) untuk membangun struktur artileri roket modern di bawah 10th Fires Brigade.

Selain peluncur, investasi pada integrasi rudal Precision Strike Missile (PrSM) juga terus digenjot. Rudal PrSM memberikan kemampuan gempuran presisi bagi Australian Defence Force (ADF) hingga jarak 500 kilometer pada varian awal, dan diproyeksikan bakal menembus jangkauan di atas 1.000 kilometer pada varian pengembangannya di masa depan. Kombinasi peluncur HIMARS dan rudal PrSM memosisikan Australia sebagai salah satu pengguna pertama alutsista penyerang jarak jauh paling modern di luar AS.

Percepatan pengiriman yang cukup drastis ini merupakan buah dari komitmen prioritas tinggi Pemerintah AS kepada Australia sebagai sekutu kunci di kawasan melalui kemitraan strategis AUKUS dan kolaborasi pertahanan tingkat lanjut.

Untuk Pertama Kali, Australia Daratkan M142 HIMARS dalam Operasi Amfibi

Tidak sekadar pembeli pasif, Australia telah resmi masuk ke dalam cooperative program pengembangan dan produksi rudal PrSM bersama AS. Australia juga merealisasikan pembangunan fasilitas manufaktur amunisi secara mandiri (sovereign manufacturing) untuk memproduksi amunisi GMLRS (Guided Multiple Launch Rocket System) di Australia Selatan serta pabrik kedua di dekat Newcastle, New South Wales. Pengikatan industri pertahanan dalam rantai pasok global AS inilah yang memicu skema pengadaan dan pengiriman jalur cepat (fast-track).

Langkah pembentukan dua resimen HIMARS beserta jaringan rantai pasok lokal ini akan mengubah peta kapabilitas artileri Australian Army secara mendasar. Dengan dukungan baterai-baterai HIMARS yang terintegrasi penuh dengan sistem data taktis dan amunisi buatan dalam negeri, ADF dapat menggelar kekuatan penangkal (deterrence) jarak jauh yang lincah dan berdaya hancur tinggi. Penggelaran ini sekaligus memperkuat doktrin pertahanan jarak jauh yang dicanangkan dalam National Defence Strategy Australia.

Angkatan Darat AS Gelar M142 HIMARS di Pulau Christmas, Hanya Berjarak 350 Km dari Pantai Selatan Jawa

Secara finansial, komitmen kuat Pemerintah Australia diwujudkan melalui pengalokasian anggaran sebesar Aus$37 miliar dalam National Defence Strategy 2026 dan Integrated Investment Program khusus untuk pengembangan kemampuan gempuran jarak jauh. Selain itu, dana hingga Aus$36 miliar juga dikucurkan untuk mempercepat program Guided Weapons and Explosive Ordnance (GWEO) Enterprise.

Menteri Industri Pertahanan Australia, Pat Conroy, menegaskan bahwa percepatan pengiriman HIMARS serta lokalisasi produksi amunisi GMLRS dan PrSM di dalam negeri akan memperkuat ketahanan rantai pasok dan kemandirian industri pertahanan Australia secara berkelanjutan. (Bayu Pamungkas)

Tingkatkan Daya Gempur M142 HIMARS, Australia Order 14 Unit Radar Multirole 3D AESA MMPAR Produksi Dalam Negeri

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *