Leonardo Uji Coba Hystrix 40 ADS Versi Darat: Realisasi Konsep Sistem Anti Drone Berbasis Turret Marlin 40

Kemunculan foto pertama dari sistem pertahanan udara darat Hystrix 40 ADS dari manufaktur pertahanan asal Italia, Leonardo, telah menarik perhatian publik pertahanan internasional. Foto yang diunggah oleh akun X @A-129 Mangusta memperlihatkan kubah meriam kaliber 40 mm tersebut tengah menjalani uji coba penembakan di darat.
Momen ini sekaligus menjadi bukti konkret bahwa Leonardo berhasil merealisasikan konsep sistem anti-drone yang pertama kali dirilis ke publik pada awal tahun ini. Sistem Hystrix 40 ADS pertama kali diungkapkan pada 2 Februari 2026 sebagai bagian dari arsitektur pertahanan udara terpadu Michelangelo Dome. Saat itu, Leonardo hanya menampilkan rancangan visual dan menjanjikan kehadiran prototipe fisik sebelum akhir tahun 2026, yang kini terbukti telah memasuki tahap pengujian lapangan.
Melalui keluarga Hystrix, Leonardo mengadaptasi jajaran meriam naval (laut) milik mereka untuk dipindahkan ke platform darat guna menembak jatuh drone, munisi loitering, dan ancaman udara berkecepatan rendah lainnya.
Penggunaan meriam artileri ini dirancang untuk melengkapi sistem rudal pertahanan udara dengan menawarkan biaya per tembakan yang jauh lebih murah. Dalam perancangan konsepnya, Hystrix dikembangkan dalam tiga tingkatan kaliber, yaitu Hystrix 76 ADS berbasis meriam kapal 76/62 mm untuk jangkauan jauh, Hystrix 40 ADS untuk tingkat menengah, serta Hystrix 30 ADS berbasis turret Lionfish 30 mm untuk jangkauan jarak dekat.
lil exclusive sent by one of my followers:
Our very first look at Leonardo’s Hystrix 40 ADS. This system was recently spotted undergoing testing, it’s equipped with a Marlin 40 ILOS mount which was initially designed to be used on naval ships. Will update if there’s more info. pic.twitter.com/EFDZ6IQePn— A-129 Mangusta (@NichoConcu) October 2, 2026
Secara teknis, Hystrix 40 ADS mengusung basis kubah meriam kapal Marlin 40 dalam konfigurasi Independent Line of Sight (ILOS) yang sudah teruji di medan marinir. Sistem ini menggunakan amunisi standar 40 mm L70 dari keluarga Bofors, termasuk amunisi berpenemu pintar (airburst/proximity-fuzed) yang dapat meledak tepat di dekat kawanan drone.
Meriam ini memiliki fleksibilitas tinggi dengan laju tembak mencapai 100 hingga 300 putaran per menit, kapasitas 80 butir amunisi siap tembak di dalam kubah, serta jarak tembak efektif hingga 4,5 kilometer. Selain itu, turret Marlin 40 mampu berputar 360 derajat dan memiliki sudut elevasi dari -20 hingga +85 derajat sehingga dapat melacak serta mengeksekusi target yang melintas tepat di atas kepala.
Gunakan Teknologi Meriam Laut, Leonardo Hystrix Hadir Sebagai Kuda Hitam Sistem Hanud Darat Mobile
Keunggulan utama varian ILOS terletak pada keberadaan pengarah elektro-optik mandiri yang dilengkapi kamera siang hari, kamera inframerah, dan pengukur jarak laser. Pengarah ini dapat berputar secara independen dari laras meriam, memungkinkan sistem mencari, melacak, dan menembak target secara mandiri tanpa tergantung pada radar eksternal.
Di samping itu, Leonardo bekerja sama dengan MBDA Italy untuk mengintegrasikan rudal pertahanan udara jarak pendek Fulgur demi memperjauh jangkauan tembak Hystrix 40 ADS. Dari ketiga kaliber yang dirancang, varian 40 mm ini dinilai sebagai varian yang paling ideal untuk dipasang pada kendaraan roda ban maupun roda rantai tanpa memerlukan modifikasi struktural yang besar.
Meriam Leonardo Marlin 40 Telah Terpasang di Korvet ‘Kepresidenan’ KRI Bung Karno 369
Menariknya, jenis meriam yang digunakan pada Hystrix 40 ADS memiliki keterkaitan erat dengan alutsista TNI AL. Kubah meriam berbasis Leonardo Marlin 40 mm ILOS merupakan jenis meriam utama yang terpasang pada kapal korvet KRI Bung Karno-369. Kapal perang yang berfungsi sebagai kapal VIP Kepresidenan sekaligus korvet kombatan tersebut telah melengkapi lini pertahanan utamanya dengan meriam buatan Leonardo ini, dan TNI AL telah sukses menggelar uji fungsi penembakan nyata (Sea Acceptance Test) di Perairan Laut Jawa.
Kehadiran Hystrix 40 ADS membuktikan fleksibilitas teknologi Marlin 40 mm yang tidak hanya andal menjaga wilayah perairan di atas dek KRI Bung Karno 369, tetapi juga efektif ditransformasikan menjadi perisai pertahanan udara di daratan. (Bayu Pamungkas)


