Meski Digempur AS dan Israel, Iran Kembali Produksi Ratusan Rudal Balistik dari Fasilitas Bawah Tanah

Laporan terbaru The Wall Street Journal mengungkapkan bahwa Iran telah memulai kembali produksi rudal balistik dalam skala terbatas (low rate production). Langkah ini berhasil dieksekusi dengan memanfaatkan tumpukan komponen cadangan serta jaringan fasilitas bunker bawah tanah yang terlindung, meskipun infrastruktur militer dan industri rudal utama Iran sebelumnya sempat dihantam gelombang serangan udara masif yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Sejumlah pejabat AS dan intelijen kawasan mengonfirmasi bahwa aktivitas perakitan rudal balistik ini difokuskan pada penggabungan sisa-sisa hulu ledak, struktur badan pesawat (airframe), serta sistem pemandu (guidance systems) yang telah ditimbun sebelumnya. Salah satu pusat perakitan utama yang teridentifikasi beraktivitas kembali adalah kompleks bunker bawah tanah Khojir.
Kendati tingkat produksi saat ini belum menyamai kapasitas sebelum perang akibat kerusakan parah pada fasilitas industri utama serta blockade ketat bahan bakar padat (solid fuel), pejabat AS memperkirakan Iran masih sanggup merakit sedikitnya beberapa ratus unit rudal balistik baru dari persediaan komponen yang ada di tangan.
Upaya dimulainya kembali lini produksi ini berjalan seiring dengan bukti-bukti lapangan yang menunjukkan bahwa Teheran tengah gencar merekonstruksi infrastruktur rudal yang rusak. Citra satelit dan data intelijen memperlihatkan aktivitas pembukaan kembali akses terowongan yang sempat tertimbun gempuran, serta perbaikan jalur jalan menuju situs-situs peluncuran rahasia. Langkah ketahanan industri ini membuktikan kekenyalan strategi deep underground Iran dalam mempertahankan daya gentar pertahanannya di tengah tekanan militer asing.
NEW: Iran is resuming limited ballistic missile production underground, assembling weapons from stockpiled parts since U.S.-Israeli strikes damaged factories and a naval blockade restricts fuel imports.
Production is far below pre-war levels, but Tehran still holds a usable… pic.twitter.com/9kubbeVAXz
— Clash Report (@clashreport) September 10, 2026
UNUSUAL
It has emerged that Iran has established missile‑production facilities inside fortified underground military cities.A leaked video shows military‑industry technicians working on assembling and manufacturing missiles inside one of these subterranean complexes built deep… pic.twitter.com/ubw96tTpYt
— China pulse 🇨🇳 (@Eng_china5) April 18, 2026
Kemampuan Iran menjaga pasokan rudal balistik secara berkelanjutan ini terbukti langsung di medan tempur. Iran secara konsisten terus menghujani posisi-posisi militer AS di Timur Tengah, termasuk serangan salvo rudal balistik berhulu ledak munisi kluster yang menghantam Pangkalan Udara Muwaffaq al-Salti di Yordania baru-baru ini.
Gempuran presisi tersebut terbukti melumpuhkan kekuatan udara AS di lokasi, merusak sedikitnya sembilan jet tempur F-15 Strike Eagle serta menghancurkan total satu unit pesawat serang darat A-10C Warthog hingga tercopot salah satu bagian sayapnya saat terparkir di area shelter.
Dihantam Munisi Kluster Iran, 10 Jet Tempur AS Rusak dan Hancur di Pangkalan Udara Yordania
Pemulihan lini produksi rudal balistik dalam skala terbatas ini menjadi tamparan keras bagi strategi pencegahan (deterrence) yang diterapkan Washington dan Tel Aviv di kawasan. Keberhasilan Iran mempertahankan ketahanan industri pertahanannya menegaskan bahwa taktik bombardir udara ke situs permukaan tidak serta-merta melumpuhkan doktrin serangan presisi Teheran.
Dengan memanfaatkan ribuan kilometer jaringan terowongan bawah tanah yang tersebar di berbagai provinsi, Iran mampu terus mendistribusikan sistem peluncuran modular yang siap ditembakkan secara mendadak, sekaligus menyulitkan intelijen AS untuk memprediksi arah serangan berikutnya secara akurat.
Bagi komando militer AS, berlanjutnya pasokan rudal balistik Iran menciptakan dilema logistik dan finansial yang sangat serius. Penggunaan rudal pencegat seperti MIM-104 Patriot atau THAAD dengan biaya miliaran rupiah per unit untuk menangkis gelombang serangan rudal Iran terbukti menyedot persediaan interceptor sekutu dalam waktu singkat.
Selama Iran masih memiliki kemampuan merakit ratusan rudal balistik baru dari bunker-bunker rahasianya, pangkalan-pangkalan udara strategis AS di Timur Tengah akan terus berada dalam bayang-bayang ancaman kelumpuhan armada tempur di darat. (Gilang Perdana)
Iran Pajang Bangkai Drone Israel dan AS di Pameran Bawah Tanah


