Rahasia Sukhoi Su-57 Tembus Radar Lawan: Menguak Sensor Navigasi Pasif 101KS-P di Bawah Sayap

Sebagai jet tempur generasi kelima yang dirancang mengusung fitur siluman (stealth), Sukhoi Su-57 tidak hanya mengandalkan bentuk fisik dan lapisan penyerap radar (RAM) untuk menghindari deteksi musuh. Setiap komponen sensor yang menempel pada badan pesawat dirancang secara presisi agar tidak mengorbankan penampang radar (Radar Cross Section/RCS) sekaligus memberikan kesadaran situasional (situational awareness) maksimal bagi penerbang.

Baca juga: Persenjatai Jet Tempur Su-57E, Rusia Siap Unjuk Gigi Rudal Siluman Baru di El Alamein Airshow 2026

Salah satu perangkat sensor vital namun jarang diulas secara mendalam adalah 101KS-P, sebuah sensor navigasi infra-merah (Infrared/IR) yang berperan memandu Su-57 saat terbang sangat rendah (low-level flight) dan melakukan pendaratan di medan ekstrem.

Sistem 101KS-P merupakan bagian integral dari suite optoelektronik kompleks 101KS Atoll buatan Shvabe yang terpasang pada Su-57. Sensor ini berfungsi menyajikan citra medan berbasis infra-merah pasif (passive-IR terrain imagery) secara real-time ke sistem display helm atau layar kokpit penerbang.

Dengan mengandalkan deteksi termal pasif, Su-57 dapat memetakan kontur permukaan bumi, mendeteksi rintangan di darat, serta mengeksekusi pendaratan (landing navigation) dalam kondisi malam pekat, cuaca buruk, atau di tengah kepungan jamming pertahanan udara lawan tanpa perlu memancarkan sinyal radar aktif yang memicu peringatan pada sistem Radar Warning Receiver (RWR) musuh.

Sisi paling menarik dari sensor 101KS-P terletak pada teknik integrasi arsitekturnya pada airframe Su-57. Berbeda dari jet tempur generasi keempat atau 4.5 yang umumnya memasang sensor navigasi malam dalam bentuk pod eksternal (external pod) di bawah pylon sayap atau badan—seperti LANTIRN atau LITENING yang dapat menambah hambatan angin (drag) serta membengkakkan pantulan radar—modul 101KS-P pada Su-57 dirancang menyatu langsung ke dalam struktur kompartemen senjata bawah sayap (underwing weapon-bay structure). Integrasi tertanam (conformal/embedded) ini membuat lensa dan perumahan sensor sejajar sempurna dengan permukaan aerodinamis pesawat.

Pendekatan desain tertanam memberikan dua keuntungan taktis yang sangat berharga bagi Su-57 saat melakoni misi infiltrasi jalur rendah (low-level penetration). Pertama, profil permukaan yang mulus menjaga karakteristik kelapangan RCS Su-57 tetap berada pada level optimal karena tidak ada tonjolan pod gantung yang memantulkan gelombang radar.

Sukhoi Su-57 Felon, Satu-satunya Jet Tempur dengan DIRCM

Kedua, jangkauan pandang sensor ke arah bawah dan depan menjadi sangat ideal untuk membantu pilot mendeteksi lekukan medan (terrain following) pada kecepatan tinggi. Keberadaan 101KS-P membuktikan bahwa dalam filosofi rancang bangun jet tempur siluman modern Rusia, setiap sensor navigasi dan penemu sasaran harus mampu bekerja secara siluman tanpa menjadi pemancar sinyal yang membocorkan keberadaan pesawat di area pertempuran.

Detail penempatan unik sensor 101KS-P ini kian menegaskan pendekatan desain radikal biro teknik Sukhoi dalam memaksimalkan fungsi ruang internal Su-57. Menurut analisis dari akun pengamat penerbangan militer X (Twitter) @vasilyaarkhipov, penanaman sensor navigasi pasif langsung pada struktur kompartemen senjata bawah sayap ini membuktikan bahwa insinyur Rusia berhasil memangkas pemborosan ruang sekaligus mempertahankan profil penampang radar pesawat agar tetap berada di tingkat paling minimal.

Rosoboronexport Luncurkan Kampanye Global Rudal Udara-ke-Udara RVV-SDM untuk Su-57E Felon

Solusi arsitektur pintar ini memungkinkan penerbang Su-57 melakoni penerbangan ekstrim menyusuri lekuk bumi (nap-of-the-earth) pada malam hari dengan tingkat keselamatan tinggi, tanpa perlu khawatir membocorkan posisi stealth pesawat kepada jaring radar pertahanan udara lawan. (Gilang Perdana)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *