Momen Langka: Jet Tempur Rafale Mesir Sukses Lakukan Air Refueling dari Pesawat Tanker Xian YY-20 Cina

Interoperabilitas kekuatan udara global kembali menampilkan pemandangan tak biasa di langit Afrika Utara. Dalam rangkaian latihan bersama bertajuk “Eagles of Civilization 2026”, jet tempur Rafale milik Angkatan Udara Mesir terekam kamera sukses melakukan prosedur pengisian bahan bakar di udara (aerial refueling) dari pesawat tanker YY-20 milik Angkatan Udara Cina (PLAAF).

Baca juga: Pertama dalam Sejarah: Jet Tempur J-16 Cina Uji Duel Udara Lawan Rafale di Mesir

Dokumentasi resmi yang dirilis oleh Juru Bicara Angkatan Bersenjata Mesir mengonfirmasi momen bersejarah ini, di mana untuk pertama kalinya dalam sejarah operasionalnya, jet tempur multi-peran buatan Dassault Aviation Perancis “disusui” secara langsung oleh platform tanker strategis buatan Cina.

Dari prinsip teknis penerbangan, integrasi antara Rafale dan YY-20 sejatinya sangat dimungkinkan berkat kesamaan metode pengisian bahan bakar yang dianut. Rafale mengusung sistem probe-and-drogue tetap (fixed refueling probe) di bagian hidung kanan, yang kompatibel dengan sistem selang dan drogue basket pada pod pengisian bahan bakar udara (hose-and-drogue system) yang dibawa oleh pesawat tanker YY-20.

Meski kompatibilitas mekanis ini ada pada pesawat buatan Perancis, Rusia, maupun Cina, eksekusi di lapangan memerlukan tingkat presisi, sinkronisasi sistem komunikasi taktis, serta doktrin pengawalan udara yang sangat kompleks antara kedua negara.

Peristiwa ini menjadi kelanjutan penting dari dinamika latihan bilateral yang pertama kali diuji coba tahun lalu. Pada edisi latihan sebelumnya, tanker YY-20 Cina telah sukses melakukan pengisian bahan bakar di udara untuk jet tempur MiG-29M/M2 milik Mesir buatan Rusia.

Namun, keberhasilan melayani Rafale—yang notabene merupakan platform tempur standar tinggi buatan Barat—menegaskan lompatan fleksibilitas operasional YY-20 sekaligus membuktikan bahwa armada udara Mesir mampu menjembatani doktrin tempur Timur dan Barat dalam satu skenario latihan gabungan yang solid.

Meski Canggih, Rafale Masih Menganut Non Retractable Probe, Inilah Alasannya

Latihan bersama “Eagles of Civilization 2026” sendiri resmi dibuka sejak 22 Agustus 2026 dan digelar di sejumlah pangkalan udara strategis Mesir. Selain sebagai ajang demonstrasi kemampuan interoperabilitas taktis, latihan skala besar ini bertujuan untuk memperluas pertukaran keahlian tempur, meningkatkan kesiapsiagaan operasional, serta mempererat kerja sama militer strategis antara Kairo dan Beijing.

Bagi Mesir, kemampuan melakukan air refueling lintas platform ini makin memperluas jangkauan jelajah tempur (combat radius) armada Rafale mereka tanpa bergantung penuh pada ketersediaan tanker standar NATO atau Barat. (Bayu Pamungkas)

Air Refueling Probe Patah di Udara, Jet Tempur Rafale-M Mendarat Darurat di Malta

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *