K-LUCAS: Drone Kamikaze Korea Selatan Mirip Shahed-136 Jatuh Beruntun Saat Uji Peluncuran dari LPH Marado

Angkatan Laut Korea Selatan (ROKN) bersama Agency for Defense Development (ADD) mengalami kegagalan saat menggelar uji coba verifikasi kemampuan operasional maritim untuk prototipe drone bunuh diri (suicide drone / kamikaze drone) terbarunya, K-LUCAS (Korean Low-cost Uncrewed Combat Attack System).

Baca juga: Tren ‘Shahed-136’ Pantang Surut, Taiwan Kembangkan Drone Kamikaze ‘Papa Delta’ dari Desain LUCAS AS

Pengujian tempur yang berlangsung di perairan Laut Selatan, lepas pantai Busan, berakhir buruk setelah dua unit drone yang diluncurkan jatuh berturut-turut ke laut hanya beberapa detik setelah lepas landas.

Uji coba skala penuh ini melibatkan kapal amfibi pengangkut helikopter kelas Dokdo, ROKS Marado (LPH-6112) berbobot 14.000 ton, peluncur tipe kontainer persegi (box/containerized launcher) di dek penerbangan, serta sebuah kapal sasaran tak berawak berkecepatan tinggi (high-speed unmanned target boat). Pengujian dirancang untuk membuktikan sejauh mana drone K-LUCAS sanggup beroperasi di lingkungan laut yang dinamis sebelum diproyeksikan untuk misi tempur maritim.

Namun, uji coba pertama langsung menghadapi masalah teknis serius. Begitu disemburkan keluar dari dalam kontainer peluncur menggunakan roket pendorong (ejection motor) di atas dek ROKS Marado, drone K-LUCAS gagal terbang lurus akibat penurunan daya dorong (propulsion output) secara mendadak. Akibat kehilangan gaya angkat (lift), wahana tersebut menghantam permukaan laut dan tenggelam tanpa sempat bertahan terbang selama 10 detik.

Setelah melakukan persiapan dan pemeriksaan teknis ulang selama kurang lebih satu jam, tim gabungan Angkatan Laut dan ADD melakukan percobaan peluncuran kedua di lokasi yang sama. Pada percobaan kedua, hidung drone K-LUCAS langsung menukik ke bawah sesaat setelah keluar dari kontainer peluncur. Meski baling-baling mesin pendorong sempat berputar kencang dengan raungan suara keras, sistem kontrol penerbangan gagal menstabilkan wahana hingga akhirnya kembali menghantam laut.

Proyek K-LUCAS merupakan akronim resmi dari Korean Low-cost Uncrewed Combat Attack System, sebuah program pengadaan amunisi berputar (loitering munition) berbiaya murah yang digagas oleh Kementerian Pertahanan Korea Selatan bersama ADD. Nama LUCAS sendiri mengadopsi tren konsep senjata serang nirawak jarak jauh berbiaya rendah yang terinspirasi dari keberhasilan doktrin serangan massal di berbagai konflik modern oleh Amerika Serikat.

Meski menjadi proyek resmi pertahanan Seoul, dokumentasi foto saat peluncuran dari dek ROKS Marado memperlihatkan bahwa K-LUCAS mengusung konfigurasi yang sangat identik dengan drone kamikaze populer asal Iran, Shahed-136 (sehingga kerap dijuluki K-Shahed oleh media). Wahana ini mengusung desain sayap segitiga menyatu (delta-wing) dengan vertical stabilizer di kedua ujung sayap serta mesin pendorong baling-baling (pusher propeller) di bagian buritan.

Perwakilan ADD menjelaskan bahwa kegagalan peluncuran pertama dipicu oleh ketidaksesuaian alineasi (misalignment) antara badan utama drone (airframe) dan motor pendorong akselerasi (ejection motor) saat proses integrasi di dalam modul peluncur. “Kami telah memeriksa komponen tersebut sebelum peluncuran kedua, namun wahana tetap jatuh,” ujar pihak ADD.

Program pengembangan drone kamikaze ini merupakan bagian dari proyek riset dan pengembangan (R&D) teknologi inti ADD yang dimulai sejak tahun 2024. Pihak ADD menargetkan untuk menyelesaikan seluruh tahapan pengembangan proyek drone ini pada September tahun ini, meskipun kegagalan ganda di laut ini dipastikan menuntut evaluasi menyeluruh pada sistem dorong dan integrasi modul peluncur kontainernya. (Bayu Pamungkas)

ROKS Marado: Kapal Induk Helikopter Kedua Korea Selatan Resmi Beroperasi

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *