Angkatan Laut Korea Selatan (ROKN) bersama Agency for Defense Development (ADD) mengalami kegagalan saat menggelar uji coba verifikasi kemampuan operasional maritim untuk prototipe drone bunuh diri (suicide drone / kamikaze drone) terbarunya, K-LUCAS (Korean Low-cost Uncrewed Combat Attack System). (more…)
Kementerian Pertahanan Thailand mulai melirik teknologi one-way attack drone (drone kamikaze) buatan Amerika Serikat sebagai bagian dari rencana modernisasi alutsista dan penguatan industri pertahanan dalam negeri. Dalam kunjungan resmi delegasi militer Thailand ke Quantico, AS, pada 2 hingga 9 Agustus 2026, Thailand secara khusus meninjau program drone LUCAS (Low-Cost Unmanned Combat Attack System) guna mengeksplorasi potensi produksi lokal dan kerja sama manufaktur UAV. (more…)
Demam desain drone kamikaze dengan sayap delta khas Shahed-136 rancangan Iran rupanya belum juga mereda di kancah pertahanan global. Setelah Amerika Serikat “tertular” tren ini dengan mengembangkan drone serang jarak jauh berlabel LUCAS (Low-Cost Uncrewed Combat Attack System), kini giliran Taiwan yang mengembangkan drone kamikaze baru dengan racikan serupa yang dinamai Papa Delta. (more…)
Militer Amerika Serikat terus bergerak cepat mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) demi merevolusi taktik perang asimetris masa depan. Platform amunisi pendarat (loitering munition) jarak jauh mereka yang bernama resmi Low-Cost Uncrewed Combat Attack System (LUCAS), kini bersiap menerima integrasi perangkat lunak otonom canggih Hivemind besutan perusahaan teknologi pertahanan Shield AI. (more…)
Dunia militer internasional dikejutkan dengan laporan mengenai penggunaan drone kamikaze oleh Amerika Serikat dalam sebuah operasi tempur nyata. Pada 3 Januari 2026, LUCAS (Low-Cost Uncrewed Combat Attack System), drone kamikaze buatan perusahaan SpektreWorks, diduga telah digunakan untuk pertama kalinya dalam serangan yang menargetkan basis militer Venezuela di Caracas. (more…)
Shahed-136 adalah fenomena tersendiri dalam jagad perang modern, menjadi bukti efektivitas drone kamikaze dalam konflik di Ukraina, terlebih mampu terbang jarak jauh dengan biaya produksi relatif murah, memberikan kerusakan atau mampu merepotkan sisten pertahanan lawan. Berangkat dari kisah sukses Shahed-136, perusahaan pertahanan dari Amerika Serikat rupanya kepincut untuk memproduksi ‘Shahed-136’. (more…)