V2X Tempest 4×4: Rantis Buggy USMC Spesialis Pemburu Drone dengan Radar Taktis dan Rudal Hellfire

Tuntutan taktis akan hadirnya sistem pertahanan udara jarak pendek (Short-Range Air Defense/SHORAD) yang lincah dan berdaya hancur tinggi di garis depan akhirnya terjawab. Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) baru-baru ini mengonfirmasi akuisisi awal platform counter-UAS (C-UAS) teranyar, V2X Tempest, melalui penandatanganan kontrak bernilai US$19,06 juta untuk 10 unit kendaraan.
Baca juga: Rheinmetall Ermine: Rantis Buggy Bertenaga Hybrid untuk Pasukan Lintas Udara Belanda
Dikembangkan oleh manufaktur pertahanan V2X (Vertex Modernization and Sustainment), rantis buggy ringan ini dirancang khusus untuk memenuhi doktrin pertempuran cepat shoot-and-scoot—yakni mendeteksi, mengunci, dan menembak jatuh drone musuh dan langsung kabur berpindah tempat guna menghindari balasan tembakan artileri maupun pelacakan perang elektronik lawan.
Sisi paling menarik dari V2X Tempest terletak pada spesifikasi teknis dan pendekatan desainnya yang berbasis Commercial Off-The-Shelf (COTS). Rantis ini dibangun di atas sasis buggy off-road komersial Can-Am Maverick X3 berpenggerak 4×4, yang memberikan mobilitas ekstrem di medan terjal, bobot sangat ringan, serta biaya perawatan yang ringkas.
Untuk urusan pencarian dan penindakan sasaran, Tempest mengintegrasikan modul radar taktis ringkas tipe RADA di bagian tengah serta dua peluncur ganda yang dipasang di sisi kiri dan kanan atap kendaraan. Radar RADA ini bertindak sebagai engagement sensor terarah untuk mengunci target Class 2 dan Class 3 (seperti Shahed-136/Geran-2 atau drone jelajah), sementara panduan data awal disuapkan dari jaringan komando dan kontrol (C2 network) terintegrasi di medan tempur.
Footage of a V2X Tempest SAM system in Ukrainian service shooting down Russian drones with AGM-114 Hellfire missiles.
The first confirmed footage of the Hellfire-equipped dune buggy in Ukraine, likely supplied for live combat testing by an unknown nation. pic.twitter.com/1I1NK537Dj
— OSINTtechnical (@Osinttechnical) January 11, 2026
Guna menghancurkan sasaran udara secara presisi, V2X Tempest mengandalkan persenjataan kelas berat: rudal air-to-surface/surface-to-air AGM-114L Longbow Hellfire. Berbeda dengan varian Hellfire konvensional yang memerlukan pemanduan laser secara terus-menerus, Longbow dibekali pencari radar gelombang milimeter (active millimeter-wave radar seeker). Fitur ini memberikan kemampuan penuh fire-and-forget (tembak dan tinggalkan) dengan jarak jangkauan efektif hingga 8 kilometer.
The U.S. Marine Corps has awarded Vertex Modernization and Sustainment a $19.06 million contract for 10 Tempest counter-UAS vehicles.
According to a Pentagon contract announcement dated August 11, 2026, the vehicles will be supplied together with software, spare parts, training,… pic.twitter.com/EQ5YP4kDh5
— Drone Wars (@Drone_Wars_) August 12, 2026
Begitu dua rudal diluncurkan dari atas atap rantis, kru Tempest dapat langsung tancap gas meninggalkan posisi tanpa harus mempertahankan kontak visual dengan target. Penggabungan sasis buggy yang lincah dengan rudal Longbow berakurasi tinggi ini terbukti mematikan, di mana uji lapangan menunjukkan rekam jejak penghancuran drone secara tunggal (single-shot engagement) yang hampir sempurna, termasuk laporan keberhasilan penggunaan awal oleh pasukan Ukraina yang merontokkan puluhan drone kamikaze Shahed di medan perang.
Keputusan USMC mengakuisisi V2X Tempest mengisi celah kritis dalam doktrin pertahanan udara taktis garis depan. Sistem SHORAD beroda rantai atau lapis baja berat seperti M-SHORAD Stryker kerap dinilai terlalu mahal, lambat disebar di wilayah terpencil, dan membutuhkan logistik yang rumit.
Korps Marinir AS Uji LMADIS: Sistem Anti Drone di Rantis Buggy Polaris MRZR
Sebaliknya, Tempest dapat dimuat dengan mudah ke dalam kargo helikopter CH-53K, pesawat angkut C-130, maupun kapal pendarat amfibi Marinir untuk mendukung operasi Expeditionary Advanced Base Operations (EABO) di pulau-pulau terdepan Pasifik. Kombinasi sasis COTS yang mudah diperbaiki, ukuran fisik yang sulit terdeteksi, serta daya tembak rudal anti-drone Longbow menjadikan V2X Tempest sebagai aset pemukul cepat yang siap menebar ancaman mematikan bagi kawanan drone musuh di era perang modern. (Gilang Perdana)


