Brutal! Pasukan Rusia Tembak Jatuh Drone Kamikaze Ukraina Gunakan Senapan Serbu dalam Pertempuran Malam

Sebuah rekaman video pertempuran malam hari yang memperlihatkan aksi nekat prajurit Rusia menembaki drone kamikaze First-Person View (FPV) milik Ukraina menggunakan senapan serbu jarak dekat viral di media sosial. Dalam video berdurasi singkat tersebut, terlihat kobaran api dan asap tebal membubung di medan pertempuran yang gelap gulita ketika para prajurit mengarahkan tembakan small arms ke arah suara raungan drone yang terbang cepat.
Baca juga: Senapan Serbu SA80 A3 Pasukan Infanteri Inggris Dipasangi Perangkat Bidik Anti Drone
Berada dalam situasi hidup dan mati tanpa perlindungan sistem antipesawat udara otomatis, para prajurit tersebut terus memberondong target udara itu hingga secara spektakuler berhasil menembak jatuh drone tersebut.
Aksi pertahanan yang disebut para warganet sebagai pertempuran “gila” (insane) ini memperlihatkan kenyataan pahit dari lanskap perang modern di Ukraina yang kini didominasi oleh ribuan drone murah namun mematikan. Ketika sistem peperangan elektronik (electronic warfare) gagal memblokir sinyal kendali atau sistem pertahanan udara konvensional berada di luar jangkauan, senjata laras panjang personal menjadi benteng pertahanan terakhir bagi para prajurit di lini depan.
WATCH: Russian troops firing with rifles at an incoming Ukrainian kamikaze drone, eventually managing to shoot it down. pic.twitter.com/EuRQxfpQit
— Clash Report (@clashreport) August 8, 2026
Ketangguhan dan keberuntungan dalam merobohkan ancaman udara berkecepatan tinggi dengan tembakan manual ini menyoroti bagaimana doktrin pertempuran infanteri terus dipaksa beradaptasi secara mendadak di lapangan.
Fenomena tembakan senapan serbu acak terhadap ancaman drone ini juga memicu keprihatinan di kalangan pengamat militer. Sejumlah analis secara berseloroh menggambarkan perisai udara Rusia di beberapa sektor garis depan kini seolah terdiri dari unit infanteri yang diperintahkan berdiri diam dan menembaki apa pun yang terbang dalam jarak tembak.
Enam Pucuk Senapan Serbu AK-74 ‘Disatukan’ Jadi Senjata Anti Drone
Terlepas dari keberhasilan langka dalam video tersebut, ketergantungan pada tembakan manual infanteri menunjukkan celah besar dalam perlindungan konvoi dan posisi pertahanan, sekaligus mempercepat urgensi integrasi kendaraan lapis baja yang dilengkapi sistem C-UAS (Counter-Unmanned Aircraft Systems) dan jaring pelindung fisik guna mengantisipasi serangan serangga besi mematikan di masa depan. (Bayu Pamungkas)
Hadapi Perang Era Baru, Militer Vietnam Rakit Enam Senapan Serbu AK-47 Jadi Senjata Anti Drone


