Perkuat Pertahanan Udara Jarak Pendek, Iran Bersiap Terima Ratusan Rudal MANPADS QW-12 dan FN-16 dari Cina

Kerentanan sistem pertahanan udara Iran pasca serangkaian serangan udara presisi yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel dalam dinamika konflik kawasan belakangan ini mendorong Teheran mengambil langkah akuisisi strategis. Berdasarkan laporan investigasi dari Reuters, Iran diperkirakan akan menerima pengiriman perdana hingga 400 unit rudal MANPADS (Man Portable Air Defence System) buatan Cina dalam beberapa pekan mendatang.

Baca juga: Pertama Kali di Palagan Iran: Helikopter Serang AH-64 Apache US Army Jatuh di Selat Hormuz

Kesepakatan bernilai sekitar US$60 hingga 70 juta ini ditargetkan untuk memperkuat perisai udara jarak sangat pendek (Very Short Range Air Defence/VSHORAD) Teheran guna memitigasi ancaman dari jet tempur yang terbang rendah, helikopter serang, hingga armada drone yang kerap menembus ruang udara nasional mereka.

Transaksi ini dilaporkan difasilitasi oleh perusahaan perantara Zhongqing Baoshang International Investment yang berbasis di Hong Kong, dengan alur pengiriman yang direncanakan melintasi jalur udara dari Cina menuju Iran melalui wilayah Pakistan. Meskipun pihak Beijing dan Islamabad membantah keterlibatan dalam skema persenjataan tersebut, Washington menyuarakan kekhawatiran mendalam atas kian eratnya aliansi militer kedua negara.

Pengadaan sistem peluncur panggul dari Cina ini bukannya tanpa alasan kuat bagi Teheran. Dalam rekam jejak medan tempur Timur Tengah, MANPADS buatan Cina seri QianWei (QW) telah membuktikan taji dan efektivitas tempurnya yang mematikan terhadap pesawat tempur canggih buatan Amerika Serikat. Peristiwa paling fenomenal terjadi dalam konflik Yaman, di mana milisi Houthi yang disokong Iran sukses menjatuhkan jet tempur F-15S Eagle milik Angkatan Udara Arab Saudi pada Januari 2018 menggunakan MANPADS seri QW-1M / QW-18 yang dimodifikasi.

Keberhasilan merontokkan jet tempur superioritas udara kelas berat buatan AS tersebut menjadi bukti sahih bahwa doktrin perang asimetris berbasis rudal panggul Cina mampu menjadi ancaman nyata bahkan bagi jet tempur generasi keempat utama buatan Barat.

Paket persenjataan panggul yang akan diterima Iran mencakup dua tipe sistem MANPADS generasi baru yang dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap perang elektronik, yakni QW-12 dan FN-16. Varian QW-12 yang dikembangkan oleh China Aerospace Science and Industry Corporation (CASIC) merupakan penerus langsung dari generasi QW yang pernah merontokkan F-15 tersebut, kini dirancang khusus untuk memburu sasaran berkecepatan tinggi di ketinggian sangat rendah.

Rudal MANPADS FN-16 Buatan Cina Kini Digunakan Pasukan Ukraina, Incar Pesawat Rusia

Rudal ini mengusung pemandu inframerah dua gelombang yang sanggup membedakan jejak panas mesin target dari suar pengecoh atau flare. Dengan jangkauan tembak efektif hingga 6 kilometer dan batas ketinggian intersepsi hingga 4.000 meter, QW-12 dibekali hulu ledak fragmen paduan tungsten serta sistem pemicu laser proximity yang sangat mematikan saat menghantam muatan drone maupun rudal jelajah lawan.

Sementara itu, FN-16 buatan China Precision Machinery Import-Export Corporation (CPMIEC) hadir sebagai peningkat kapabilitas dari seri FN-6 yang sudah teruji di berbagai medan konflik. Mengusung pemandu kombinasi Inframerah dan Ultraviolet (IR/UV), FN-16 menawarkan kemampuan tembak all-aspect dengan kebal terhadap perangkat pengecoh inframerah konvensional.

Rudal ini juga memiliki jangkauan tembak hingga 6 kilometer pada ketinggian 4.000 meter, serta memiliki tingkat probabilitas kehancuran sasaran atau single-shot kill probability yang tinggi terhadap pesawat tempur maupun kendaraan udara nirawak. Mobilitas tinggi dari kedua sistem panggul ini membuat pasukan infanteri Iran dapat dengan cepat menyebarkan dan memindahkan posisi peluncur di sekitar objek vital strategis tanpa bergantung pada infrastruktur radar tetap yang mudah terdeteksi lawan.

Langkah akuisisi ratusan MANPADS ini juga memberikan gambaran jelas mengenai peta dinamika geopolitik terkini, terutama terkait posisi diplomasi antara Beijing dan Washington. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyatakan telah menerima komitmen langsung dari Presiden Xi Jinping bahwa Beijing tidak akan mengalirkan pasokan militer atau bantuan mematikan ke Teheran. Namun, terrealisasinya kontrak pengiriman QW-12 dan FN-16 ini menjadi indikasi kuat bahwa Cina pada kenyataannya tidak menggubris imbauan maupun tekanan diplomasi dari Gedung Putih.

JF-17 Thunder Myanmar Ditembak Jatuh Rudal MANPADS yang Dilepaskan Pasukan Pemberontak Anti Junta

Ada beberapa kalkulasi strategis yang membuat Beijing tetap melangkah dalam transaksi ini. Penggunaan perusahaan cangkang di Hong Kong dan rute transit negara ketiga memberikan ruang penyangkalan resmi bagi pemerintah Cina di panggung internasional, sembari tetap mengamankan transaksi bernilai ekonomis dan strategis dengan Teheran.

Selain itu, Cina berkepentingan menjaga keseimbangan kekuatan di Timur Tengah agar dominasi serangan udara AS dan Israel tidak secara bebas merusak stabilitas kawasan tempat pasokan energi utama Cina berada. Dengan membekali Iran sistem VSHORAD bernilai relatif efisien ini, Beijing berhasil meningkatkan cost of entry atau biaya operasional militer lawan di ruang udara Iran, sekaligus menegaskan independensi kebijakan luar negeri Cina yang tidak bisa dikendalikan oleh diktat Washington. (Gilang Perdana)

Rudal Merapi: Prototipe MANPADS Karya Indonesia Telah Diuji Tembak

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *