Jelang Kedatangan Kapal Induk eks ITS Garibaldi, Indonesia Teken LOI Helikopter Leonardo AW149 untuk TNI AL

Selain mengumumkan penandatanganan kontrak pengadaan 12 unit jet tempur ringan M-346F Block 20 untuk TNI AU, pabrikan kedirgantaraan asal Italia, Leonardo, juga membuat kesepakatan penting bagi modernisasi alutsista Indonesia di ajang Farnborough Airshow 2026. Leonardo bersama mitra lokalnya, PT ESystem Solutions Indonesia, secara resmi menandatangani Letter of Intent (LOI) dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) untuk pengadaan dan dukungan teknis helikopter angkut medium Leonardo AW149 untuk TNI AL.

Baca juga: Resmi! Indonesia Boyong 12 Unit Jet Tempur Ringan Leonardo M-346F Block 20, Dikirim Bertahap Mulai 2030

Sebagai informasi, Letter of Intent (LOI) merupakan dokumen komitmen awal atau surat pernyataan niat resmi antar pihak yang menandai kesepahaman bersama untuk memproses kerja sama lebih lanjut sebelum diterbitkannya kontrak jual beli bernilai hukum tetap (effective contract).

Kesepakatan dalam LOI ini tidak hanya mencakup potensi pengadaan unit helikopter, tetapi juga rencana pengembangan kapabilitas dukungan teknis lokal, pemeliharaan (maintenance), completion, hingga pelatihan personel di dalam negeri guna memperkuat ekosistem kedirgantaraan dan industri pertahanan nasional.

Kehadiran AW149 diproyeksikan bakal melengkapi arsenal Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) TNI AL, terutama untuk mengemban tugas Search and Rescue (SAR), penanggulangan bencana (disaster relief), evakuasi medis (MEDEVAC/CASEVAC), hingga dukungan logistik/transpor taktis.

Helikopter generasi terbaru berbobot medium ini dirancang tangguh untuk beroperasi baik dari pangkalan darat (land-based) maupun dioperasikan dari atas geladak kapal perang (embarked operations). Narasi pengadaan ini menjadi makin kuat dan relevan seiring dengan rencana pengiriman dan ketibaan eks kapal induk Angkatan Laut Italia, ITS Giuseppe Garibaldi, ke Indonesia yang dijadwalkan pada 20 September 2026 mendatang.

Tidak seperti dugaan yang mengira helikopter ini diproyeksikan untuk misi Perang Anti Kapal Selam (AKS / Anti-Submarine Warfare), AW149 sejatinya berfokus pada peran multiperan angkut taktis, dukungan tempur dekat, dan SAR maritim. Dalam portofolio militer Leonardo, kapabilitas spesialis pemburu kapal selam (AKS) yang dilengkapi radar maritim khusus, dipping sonar, serta peluncur torpedo utama dipercayakan pada platform AW159 Wildcat dan AW101 Merlin.

Terkait dengan jumlah armada yang akan dibeli, siaran resmi pihak Leonardo pada pameran ini belum menyebutkan secara spesifik kuantitas atau jumlah unit AW149 yang masuk dalam LOI tersebut. Angka pasti serta nilai kontrak komersial diperkirakan baru akan terungkap secara detail setelah dokumen komitmen awal ini ditindaklanjuti secara resmi menjadi kontrak pembelian definitif oleh Pemerintah Indonesia.

Jika nantinya resmi dikontrak, Indonesia akan memperluas rekam jejak operasional AW149 di kawasan Asia Tenggara. Dengan kemampuan terbang dalam berbagai spektrum misi yang ekstrem serta daya tahan di lingkungan laut yang tinggi, helikopter AW149 siap menjadi tulang punggung baru Puspenerbal dalam mengamankan kedaulatan serta keselamatan pelayaran di wilayah perairan Nusantara. (Gilang Perdana)

Siap Tempur, AW159 Wildcat AL Filipina Dipasangi Rafael Spike Datalink Antenna

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *