Pemotongan Baja Pertama Kapal Selam Nuklir AUKUS Class Dimulai 2027: Era Baru Kekuatan Tempur Bawah Laut Inggris dan Australia

Program modernisasi armada bawah laut Angkatan Laut Inggris (Royal Navy) resmi memasuki babak baru yang krusial. Kementerian Pertahanan Inggris mengonfirmasi bahwa proses pemotongan baja pertama (steel cutting) untuk kapal selam serang bertenaga nuklir generasi terbaru, SSN-AUKUS, akan dimulai pada tahun depan (2027). Langkah ini menandai dimulainya konstruksi fisik armada yang diproyeksikan berjumlah hingga 12 unit untuk menggantikan kapal selam serang Astute class.

Baca juga: Krisis Kesiapan Tempur, Seluruh Kapal Selam Nuklir Astute Class Inggris Dilaporkan Absen Operasional

Kepastian lini masa ini disampaikan oleh Menteri Pertahanan Inggris, Luke Pollard, dalam jawaban tertulis kepada Anggota Parlemen dari Partai Konservatif, Stuart Anderson. Pollard menegaskan bahwa sesuai dengan Defence Investment Plan, Inggris berkomitmen mengadakan hingga 12 unit kapal selam serang bertenaga nuklir berpersenjataan konvensional tersebut.

Pada rencana saat ini, pemotongan baja pertama dilakukan tahun depan dengan target penyerahan unit kapal selam pertama kepada Royal Navy pada dekade 2030-an. Pemerintah Inggris sengaja tidak merinci tanggal pasti masuknya kapal selam ke dinas aktif demi menjaga kerahasiaan operasional, efektivitas, serta keamanan Angkatan Bersenjata.

SSN-AUKUS class merupakan program kapal selam serang masa depan yang dikembangkan secara kolaboratif antara Inggris, Australia, dan Amerika Serikat di bawah kemitraan strategis AUKUS. Berbasis desain utama dari Inggris, kapal selam ini memadukan teknologi canggih Amerika Serikat, seperti sistem tempur terintegrasi (integrated combat system) dan arsitektur peluncuran vertikal.

Demi Tambal ‘Capability Gap’ Nuklir AUKUS, Australia Rela Bakar AU$11 Miliar untuk Kapal Selam Tua Collins Class

Kelas ini dirancang menjadi kapal selam serang terbesar, paling senyap, dan paling berkemampuan dalam sejarah penerbangannya di bawah Royal Navy. Perannya mencakup perburuan kapal selam dan kapal permukaan musuh, pengawalan armada kapal induk (carrier strike group) serta kapal selam penembak rudal balistik kelas Dreadnought, penyerangan sasaran di darat menggunakan rudal jelajah, hingga operasi khusus di domain perang dasar laut (seabed warfare).

Proses manufaktur armada AUKUS class untuk Royal Navy akan dipusatkan di galangan kapal BAE Systems yang berlokasi di Barrow-in-Furness, Cumbria, Inggris. Tempat ini merupakan pusat keahlian pembangunan kapal selam nuklir Inggris yang saat ini sedang menyelesaikan unit-unit terakhir Astute class sekaligus membangun kapal selam penyerang balistik kelas Dreadnought.

Kontrak Pembangunan Kapal Selam Nuklir AUKUS Class Disepakati dengan BAE Systems

Persiapan infrastruktur di Barrow telah berlangsung selama bertahun-tahun dengan investasi bernilai miliaran poundsterling. Pembangunan ini juga didukung oleh investasi sebesar £15,1 miliar untuk modernisasi Pangkalan Angkatan Laut Faslane (HMNB Clyde) di Skotlandia agar siap menampung lonjakan jumlah armada kapal selam dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Mengenai keterlibatan Australia, proyek ini mengonfirmasi bahwa kapal selam AUKUS class memang akan dibangun secara lokal di Australia. Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy) direncanakan akan mengoperasikan hingga delapan unit kapal selam SSN-AUKUS. Konstruksi fisik unit Australia akan dilakukan secara mandiri di galangan kapal Osborne Naval Shipyard yang terletak di Adelaide, Australia Selatan.

Proyek AUKUS, Inilah Tiga Lokasi Kandidat Bakal Basis Kapal Selam Nuklir Australia

Sebagai langkah perantara sebelum unit AUKUS class produksi Adelaide beroperasi pada awal dekade 2040-an, Australia akan terlebih dahulu membeli tiga hingga lima unit kapal selam nuklir Virginia class bekas/baru dari Amerika Serikat pada dekade 2030-an guna menjembatani pensiunnya kapal selam kelas Collins.

Dari spesifikasi teknis, SSN-AUKUS class mengusung lompatan teknologi signifikan dibandingkan Astute class. Kapal selam ini diperkirakan memiliki bobot benaman (displacement) sekitar 8.000 hingga 10.000 ton saat menyelam, menggunakan reaktor nuklir generasi terbaru Rolls-Royce PWR3 yang tidak memerlukan pengisian ulang bahan bakar (refueling) sepanjang masa pakainya.

Armada kapal selam ini dilengkapi dengan Vertical Launch System (VLS) untuk meluncurkan rudal jelajah jarak jauh seperti Tomahawk dan rudal hipersonik masa depan, tabung peluncur torpedo 533 mm untuk torpedo berat Spearfish, sensor sonar canggih terintegrasi, serta teknologi pendorong pump-jet yang meminimalkan jejak akustik (acoustic signature) di dalam air.

Dengan dimulainya pemotongan baja pada tahun depan, Inggris dan Australia resmi mengunci komitmen industri pertahanan jangka panjang yang akan berlangsung hingga paruh kedua abad ke-21. (Bayu Pamungkas)

Kepala MI5: “Cina Gencar Mata-matai Proyek Kapal Selam Nuklir AUKUS Class”

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *