Tinggalkan Doktrin Lama, Kapal Selam Jepang Bersiap Adopsi VLS dan Rudal Balistik

Dinamika geopolitik global saat ini tengah menyaksikan pergeseran besar dalam doktrin pertahanan Jepang. Seperti halnya Jerman yang mulai memperkuat militernya secara signifikan, Jepang kini bangkit dengan sangat progresif pasca-Perang Dunia Kedua, khususnya dalam memperkuat taring kekuatan bawah lautnya.

Baca juga: Kawasaki Tampilkan Konsep Kapal Selam dengan VLS untuk Angkatan Laut Jepang

Langkah terbaru yang sangat ambisius dari Negeri Sakura adalah dimulainya proyek pengembangan sistem peluncur rudal vertikal atau Vertical Launch System (VLS) untuk armada kapal selam diesel elektrik generasi masa depan. Langkah ini menandai era baru bagi Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF) yang selama ini dikenal sangat membatasi diri dalam hal kemampuan serang jarak jauh.

Berdasarkan informasi resmi dari Kementerian Pertahanan Jepang, sistem VLS baru ini dirancang khusus agar memiliki kemampuan meluncurkan rudal balistik canggih yang dikenal sebagai Hyper Velocity Gliding Projectile (HVGP). Di darat, varian rudal ini dikenal dengan nama Type 25.

Proyek ambisius ini dijadwalkan berlangsung dari tahun 2026 hingga 2029 dengan total biaya riset yang diperkirakan mencapai 3,9 miliyar yen atau setara dengan sekitar US$24,8 juta. Tantangan utama yang dihadapi para insinyur Jepang dalam proyek ini adalah memastikan bahwa kapal selam tetap memiliki tingkat kesenyapan yang tinggi, sekaligus mampu mempertahankan kemampuan manuver dan stabilitasnya saat meluncurkan rudal dari bawah air. Untuk menekan biaya riset serta mempercepat linimasa pengembangan, tim insinyur memanfaatkan lingkungan simulasi virtual berakurasi tinggi yang mampu mereplikasi kondisi operasional di dunia nyata.

Sistem peluncuran vertikal yang tengah dikembangkan ini dirancang untuk dapat mengakomodasi berbagai jenis proyektil, mulai dari HVGP varian angkatan laut, rudal jelajah, hingga rudal hipersonik. Berdasarkan desain grafis resmi yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Jepang, sistem ini akan memiliki 7 hingga 8 tabung peluncur vertikal per modulnya.

Kapal selam masa depan Jepang ini diproyeksikan mampu membawa 2 hingga 3 modul VLS, sehingga memberikan total kapasitas muat antara 14 hingga 24 tabung rudal. Cetak biru mengenai kapal selam masa depan berkemampuan serang darat ini sebenarnya sudah mulai terendus publik sejak tahun 2023, ketika Kawasaki Heavy Industries (KHI) meluncurkan konsep kapal selam generasi berikutnya yang memiliki dimensi lambung lebih besar, sistem propulsi yang ditingkatkan, serta performa keseluruhan yang jauh lebih superior.

Korea Selatan Kembangkan VLS di Kapal Selam yang Mampu Luncurkan Rudal Balistik Seberat 10 Ton

Langkah progresif ini melompati keterbatasan operasional armada bawah laut Jepang saat ini secara drastis. Sebagai gambaran, saat ini persenjataan rudal yang dimiliki oleh kapal selam Jepang hanyalah rudal anti kapal Harpoon buatan Amerika Serikat, yang metode peluncurannya pun masih harus melalui tabung torpedo standar kaliber 533 mm. Bahkan kapal selam terbaru JMSDF, seperti JS Sogei yang merupakan kapal selam keenam dari Taigei class yang dilengkapi teknologi baterai lithium-ion dan baru saja diluncurkan oleh KHI pada 15 Oktober 2025, masih mengandalkan enam tabung torpedo 533 mm sebagai persenjataan utamanya.

Meski demikian, kapal selam Taigei class ke depan juga diproyeksikan untuk menerima rudal jelajah jarak jauh baru Type 12 SSM-ER, yang proses produksinya telah dimulai oleh KHI baik untuk platform kapal permukaan maupun kapal selam. Kehadiran VLS khusus rudal balistik dan hipersonik ini menegaskan bahwa armada bawah laut Jepang benar-benar meninggalkan doktrin lama pertahanan pesisir, dan bertransformasi menjadi elemen deteren strategis yang mematikan di kawasan Asia. (Gilang Perdana)

De Grasse S636 (Suffren Class): Kapal Selam Nuklir Perancis Berkemampuan Serang Darat Tanpa VLS

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *